BlogKakTri
Lifestyle Blogger, Talk About Blogging, Parenting,Traveling, Tips, Review, and Lifestory by Triyatni Ashari

Pentingnya Monthly Planner, Habit Tracker, & Harapan di Bulan September

contoh habit tracker, monthly planner, journaling
Gambar : littlecoffefox.com
MasyaaAllah tidak terasa kita sudah sampai pada tiga perempat dari bagian tahun 2019. Bulan September, bulan sembilan. Sembilan merupakan angka istimewa, seistimewa kamu yang selalu berusaha tetap memberi senyum tulus meski ada harapan yang pupus, eeeaa 🤣.

Melakukan perencanaan dengan baik dikatakan sebagai langkah awal keberhasilan. Begitu pun sebaliknya, melakukan perencanaan yamg buruk adalah langkah awal dari kegagalan. Tapi kemarin sempat bingung juga dengan pernyataan dalam sebuah film Drama Thriller Korea, Parasite (ada yang sudah nonton?), Katanya kurang lebih gini "Perencanaan yang baik adalah tanpa perencanaan sama sekali", hehe. Tapi ujung-ujungnya malah tragis, wkwk. Eh enggak spoiler ya 🤭.

Perlu diketahui bahwa terdapat perencanaan jangkap panjang, tahunan, semesteran (emang kuliah? hihi), bulanan hingga harian. Nah, kita akan bahas mengenai perencanaan bulanan atau monthly planner dan habit tracker atau pengecek kebiasaan yang sangat erat dengan tercapainya tujuan monthly planner.

Suatu hari, pernah saya menanyakan pada seseorang kawan--namanya Kak Laditri--yang memiliki perencanaan hidup setiap bulannya. Saya bertanya pentingkah seperti itu? Bukannya perencanaan kadang tahunan bahkan 5 hingga 10 tahun sekali? (Bahkan ini pun tidak saya jalankan 😭). 

Ternyata, perencanaan bulanan justru semakin memperkuat apa yang ingin kita capai. Bahkan agar mempermudah, buat pos-pos perencanaan sesuai jenisnya, agar bisa tahu langkah-langkah apa yang harus kita tempuh sesuai dengan bidang yang kita jalankan.

Contoh Habit Tracker (IG : @meitaeryanti)

Nah ada juga yang namanya habit tracker.
Ternyata sudah cukup banyak orang yang sadar akan perencanaan dengan sistem tracker seperti ini. Mereka juga menyebutnya sebagai aktivitas nge-journal kalau tidak salah, hehe. Jadi harus rajin nulis dan nyatat ya. Tapi sudah banyak juga tersedia buku perencanaan yang tinggal diisi, atau gambar dan pdf yang bisa diprint. tapi tentunya menggambar sendiri pasti lebih memuaskan kali ya, hehe. Kalau mau kepo bisa lihat di instagram kawan saya @meitaeryanti. Beliau luar biasa dalam journaling-nya, jempol deh.

Misal untuk bulan September ini, kita menargetkan:
1. Bisa baca buku berapa?
2. Bisa membersihkan apa saja?
3. Bisa olahraga berapa kali?
4. Bisa menulis sebanyak apa?
5. Target penjualan berapa?
6. Dan lain sebagainya.

Monthly planner dan habit tracker bisa dibuat dalam bentuk kolom aktivitas harian yang diberi centang, atau bisa juga dalam bentuk tabel biasa. Tentu monthly planner perlu konsisten dan kerajinan dalam meng-update perkembangan setiap harinya.

contoh pengisian habit tracker (jamesclear.com)

Sebenarnya ada juga habit tracker di aplikasi android, tapi dari pengalaman kadang lupa juga lihatnya. Sebaiknya monthly planner dan habit  tracker ditempel pada tempat yang mudah dijangkau dan dipantau.

Saya pribadi menargetkan bulan September ini agar saya bisa konsisten :
  1. Menuntaskan Blog Challenge September dengan tulisan yang keren-keren
  2. Mengikuti dengan maksimal kelas bahasa arab yang akan dimulai 10 September
  3. Murojaah Hafalan setiap hari
  4. Mempelajari bahasa Jepang setiap hari
  5. Meng-update blog Kompasiana minimal seminggu sekali
Nah itu dia penjelasan mengenai monthly planner dan habit tracker. Ada yang sudah biasa membuat seperti itu? Yang pasti semoga kesehatan dan keberkahan tetap membersamai kita. Karena sehebat apapun rencana, ketetapan takdirlah yang terbaik. Terakhir saya doakan semoga teman-teman yang juga punya harapan baik bulan ini semoga tercapai ya, aamiin. 

Tulisan ini dianggit dalam rangka #BlogChallengeSeptember yang diadakan di Instagram @ainhy_edelweiss

Sincerely,

2 komentar

Jika Anda pengguna blogger, harap membuat publik profil blogger sebelum berkomentar agar tidak broken link ya.

Sebaiknya jangan anonim agar bisa saling mengunjungi ...

Komentar muncul setelah dimoderasi.
Terima kasih telah membaca dan berkomentar 😊

Salam kenal ...

  1. Udah nonton filmnya, duhh ada seremnya jg, tp yg psti dlm film it ad planning yg rapi..btw aq mw balik lg bikin jurnal serasa hidup berantakan tnpa jurnal harian, mksh sharingnya ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beneran Kak aku juga enggak nyangka banget akhirnya. Sampai kebayang-bayang 😭. Beenr Kak gara-gara tema kakak nih sy juga pengen lebih rajin lagi dalam perencanaan hidup saya hiks. Thanks udah mampir Kak 😘

      Hapus