BlogKakTri
Lifestyle Blogger, Talk About Blogging, Parenting,Traveling, Tips, Review, and Lifestory by Triyatni Ashari

Sagu, Pangan dari Hutan, Kaya akan Manfaat dan Olahan

WALHI, pangan dari hutan

walhi

Siapa yang tidak kenal sagu?
Makanan yang bisa diolah berbagai masakan mulai dari makanan berat yang asin hingga cemilan yang manis-manis ini, ternyata adalah pangan yang berasal dari Hutan.

sagu

10 MAKANAN KHAS OLAHAN SAGU

Pertama kali sadar bahwa yang saya makan dari bahan sagu adalah ketika makan yang namanya kapurung. Sebuah masakan khas Palopo, Sulawesi Selatan. Masakan ini berupa sagu yang sudah dikentalkan dan dibulat-bulat, lalu ditambahkan dengan kuah yang berisi sayur, ikan, kacang, dan bumbu-bumbu lainnya. Makanan ini sungguh lezat. Dan ternyata, olahan sagu seperti ini tidak hanya berasal dari daerah Palopo, juga ada yang berasal dari Ambon, Maluku, yang namanya papeda.

Lalu makanan apa saja yang bisa diolah dari sagu?

1. Bubur Sagu Khas Ambon

Makanan lokal khas Ambon ini biasanya dihidangkan ketiaka menjelang berbuka puasa.

2. Lompong Sagu

Lompong sagu berasal dari Sumatera Barat. Kue Hasilnya, kue yang bertekstur kenyal dan manis ini sering dijadikan panganan di hari raya. Lompong sagu dibuat dengan campuran santan, pisang kepok, serta gula aren.

3. Bagea

Kue asal Maluku ini berbentuk bulat dan terasa manis. Salah satu favorit olahan sagu yang saya suka. Bagea biasa dijadikan kudapan sambil menyeruput kopi atau teh. Tidak hanya menggunakan sagu, bagea juga dibuat dengan tambahan kenari cincang, terigu, kacang tanah yang dihaluskan, cengkeh, kayu manis, hingga minyak sayur.

4. Rangi

Camilan ini adalah camilan khas Betawi. Bisa ditemukan pada pada pasar-pasar tradisional di sekitar jakarta. Setelah matang, kue rangi akan diberikan parutan kelapa di atasnya, lengkap dengan saus yang dibuat dari gula merah yang dilarutkan dengan tepung kanji.
Sebagai varian rasa, saus gula merah ini terkadang diberikan irisan nangka hingga durian. Tujuannya tak lain untuk menambah cita rasa dan keharuman kue, sehingga menarik minat orang agar membelinya.

5. Ongol-Ongol Sagu

Hampir semua orang kenal olahan ini. Selain bisa saya temukan di Sulawesi, ternyata kue ini berasal dari daerah Jawa Barat. Punya rasa manis dan tekstur kenyal. Aroma harumnya bersumber dari campuran daun pandan beserta kelapa. Saat disajikan, ongol-ongol diberikan sedikit parutan kelapa. 

makanan olahan sagu

6. Laupek Sage

Laupek sage yang menjadi kue khas dari Aceh ini, disajikan dengan balutan daun dan dimasak dengan cara dikukus. Kue ini memiliki rasa yang gurih dan tekstur kenyal. Di daerah asalnya, laupek sage disajikan kala acara-acara besar atau hajatan yang melibatkan keluarga besar. Laupek sage juga dikenal dengan nama lapek sagu atau timphan burune.

7. Sagon

Untuk membuatnya, Anda memerlukan campuran gula halus, kelapa parut, santan kental, telur ayam, juga margarin. Kue kering yang disebut dengan nama sagon ini juga sering menjadi primadona sajian di kala Lebaran. Kue sagon punya rasa yang gurih dan tekstur yang lembut dan kering ketika digigit.

8. Sagu Lempeng

Kue sagu lempeng cukup banyak dimintai. Tidak hanya bisa ditemui di Maluku dan Riau, tapi juga di kawasan Kalimantan Barat hingga ke Papua. Uniknya, meski cukup disukai namun kue ini sangat jarang dijajakan di pasar-pasar tradisional.

9. Papeda

Makanan khas Ambon ini adalah makan gurih/asin yang baisanya menajdi amkanan pokok. Rasanya enak. Didampingi dengan berbagai lauk dan sayur sebagai pelengkap. 

makanan olahan sagu

10. Kapurung

Makanan khas dari Sulawesi Selatan ini punya cita rasa yang hampir menyamai papeda. Bedanya adalah kapurung dalam penyajian semuanya langsung dicampur. Sedangkan papeda dipisah-pisah. Saat akan ditunagkan ke piring barulah dicampur. Nama lain dari kapurung adalah bugalu atau pugalu.

Itulah beberapa olahan sagu yang bisa kita nikmati di rumah bahkan sudah ada beberapa warung yang menyediakan. Itu hanya beberapa jenis saja, sisanya masih banyak lagi macam-macam olahan sagu di setiap daerah. Kalau ditulis semua blognya nanti jadi berubah jadi tempat resep, ehe. O ya jika ingin mengolah sendiri, pastikan membuatnya dengan tepung sagu yang berkualitas ya.

olahan sagu

KANDUNGAN SAGU

Tadi sudah ngomong soal olahan sagu, kini kita bahas kandungannya yuk. Ternyata, sagu memiliki banyak kandungan yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Ini dia apa saja kandungan gizi yang dimiliki dalam 100 gram sagu sebagaimana dilansir dari fatsecret.co.id, berikut ini:
  • Total Kalori: 354 Kkal
  • Lemak: 0,05 gram
  • Protein: 0,42 gram
  • Kalium: 16 mg
  • Kalsium: 10 mg
  • Sodium: 1 mg
  • Fosfor: 13 mg
  • Zat Besi: 0,6 mg
  • Karbohidrat: 87,55 gram
  • Serat: 1 gram
  • Gula 3,25 gram
  • Vitamin B1: 0,01 mg

MANFAAT SAGU BAGI TUBUH

Dalam memilih makanan, sebaiknya kita memilih yang memiliki manfaat untuk tubuh. Apalagi jika makanan tersebut alami dan berasal dari hutan Indonesia. Ternyata, sagu memiliki manfaat yang begitu banyak. Yuk disimak :

1. Menekan Gula Darah

Bagi penderita diaebets, sagu sangat disarankan untuk dikonsumsi, Mengapa? Karena konsumsi sagu dapat mencegah terjadinya kristalisasi gula di dalam darah. Pembentukkan kristal tersebutlah yang kerap mengakibatkan peningkatan gula darah.

2. Menghambat Penyumbatan Aliran Darah

Selain bisa menekan laju gula darah, sagu juga dapat mencegah risiko terjadinya penyumbatan aliran darah. Tentu kita tahu bahwa peredaran darah yang lancar akan sangat memengaruhi kesehatan organ dan tubuh kita. Bila dikonsumsi secara rutin, maka bisa memperkecil risiko terkena gangguan pada pembukuh darah.

3. Mencegah Risiko Kanker Usus

Kandungan serat sagu dapat bekerja sebagai probiotik alami dalam usus. Seperti yang kita ketahui, serat berperan penting dalam membantu sistem pencernaan. Sedangkan probiotik dapat membantu menjaga kestabilan mikroba alami di dalam usus halus. Dengan demikian, gangguan pada sistem cerna—khususnya pada usus, dapat dicegah.
Apalagi yang memiliki balita yang sembelit, katanya sagu bisa dimanfaatkan untuk melancarkan pencernaan si kecil.

4. Meningkatkan Kepadatan Tulang

Anak-anak maupun orang dewasa masih sangat membutuhkan kalsium. Kandungan sagu tenryata memiliki banyak kalsium yang bermanfaat untuk pertumbuhan anak-anak dan mencegah osteopororsis pada orang tua.
Selain itu, fosfor di dalam sagu berperan sebagai komponen aktif yang dapat meningkatkan kualitas tulang dan gigi kita. Terlebih untuk mereka yang sudah berusia lanjut.

5. Mencegah Kembung

Ternyata perut kembung bisa diatasi dengan memakan sagu. Karena dengan sagu, bisa membantu melancarkan pencernaan

6. Alternatif Diet Sehat

Di daerah Timur sana, sagu menajdi bahan pokok. Kalau kita bahan pokoknya (karbohidrat) beras, ternyata bahan pokok sebagian orang adalah sagu. Agar bisa kenyang lebih lama, nasi bisa diganti dengan sagu. Hal itu bisa menajdi alternative diet nasi bagi yang ingin menurunkan berat abdan.

MENGENAL SAGU, SEBAGAI PANGAN YANG BERASAL DARI HUTAN

hutan sagu


Dengan fakta
bahwa Indonesia memiliki lahan sagu terluas di dunia, pemerintah seharusnya dapat membantu dan mewujudkan kesempatan untuk menjadikan Indonesia sebagai produsen sagu terbesar di dunia.

Hal itu secara tidak langsung juga menjadi salah satu jalan untuk menyejahterakan rakyat di Indonesia Bagian Timur, tidak dimungkiri juga di seluruh Indonesia.

"Pohon sagu atau sago palm (Metroxylon sagu) adalah tanaman asli Indonesia yang menjadi sumber karbohidrat utama," ujar Bambang Hariyanto, Peneliti Utama di Pusat Teknologi Agroindustri Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Jakarta, Rabu (8/6/2016).

Selain diolah sebagai sumber pangan, sagu juga punya manfaat lain, yaitu dapat digunakan sebagai makanan sehat (rendah kadar glikemik), juga dapat dipakai untuk  bioethanol, untuk industri makanan dan minuman, pakan ternak, industri kertas, farmasi, gula, dan lainnya.

Perlu diketahui, selain dikenal hidup paling banyak di Papua, pohon sagu juga terdapat di Pulau lainnya, yaitu Maluku, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Kepulauan Riau dan Kepulauan Mentawai. Namun, memang pada dasarnya sebagian besar pohon sagu terdapat di Papua dengan luasan lahan 1,20 juta hektar (ha). Untuk masyarakat yang berdomisili di kawasan Maluku, Nusa Tenggara, hingga ke Papua, sagu merupakan makanan pokok.

Sebagai sumber pangan yang berasal dari hutan, tentu sudah banyak kegiatan-kegiatan yang dilakukan pemerintah dan organisai-organisasi lain untuk menjaga hutan Indonesia, khususnya produksi sagu ini. Karena hutan adalah salah satu lingkungan yang wajib dijaga kelestariaannya. Salah satu oragnisasi yang gencar sejak tahun 1980 adalah WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia).

PAHLAWAN ITU BERNAMA WALHI

Tentang WALHI

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) merupakan sebuah organisasi gerakan lingkungan hidup terbesar di Indonesia, dengan jumlah anggota sebanyak 487 organisasi dari unsur organisasi non pemerintah dan organisasi pencinta alam, serta 203 anggota individu yang tersebar di 28 propinsi di Indonesia. Sejak tahun 1980 hingga saat ini, WALHI secara aktif mendorong upaya-upaya penyelamatan dan pemulihan lingkungan hidup di Indonesia. (wikipedia)

WALHI bekerja untuk terus mendorong terwujudnya pengakuan hak atas lingkungan hidup, dilindungi serta dipenuhinya hak asasi manusia sebagai bentuk tanggung jawab Negara atas pemunuhan sumber-sumber kehidupan rakyat.

WALHI melakukan kampanye internasional bersama berbagai jaringan internasional lainnya yang memiliki keprihatinan yang sama terhadap ketidakadilan lingkungan hidup. Salah satunya dengan menjadi anggota Friends of the Earth International (FoEI) – federasi lingkungan hidup sedunia dengan 71 organisasi anggota di 70 negara, dan memiliki lebih dari satu juta anggota individu.

walhi

walhi


Permasalahan lingkungan saling terkait dan telah berdampak besar terhadap kehidupan masnusia dalam bentuk pemiskinan, ketidakadilan dan menurunnya kualitas hidup manusia. Sebagai solusi, penyelamatan lingkungan hidup harus menjadi sebuah gerakan publik.
Sebagai organisasi publik, WALHI terus berupaya:
  • Menjadi organisasi yang populis, inklusif dan bersahabat.
  • Menjadi organisasi yang bertanggung gugat dan transparan.
  • Mengelola pengetahuan yang dikumpulkannya untuk mendukung upaya penyelamatan lingkungan hidup yang dilakukan anggota dan jaringannya maupun publik.
  • Menjadi sumberdaya ide, kreatifitas dan kaderisasi kepemimpinan dalam penyelamatan lingkungan hidup.
  • Menggalang dukungan nyata dari berbagai elemen di masyarakat.
  • Menajamkan fokus dan prioritas dalam mengelola Kampanye dan advokasi untuk berbagai isu:
    1. Air, pangan dan keberlanjutan
    2. Hutan dan Perkebunan
    3. Energi dan Tambang
    4. Pesisir dan Laut
    5. Isu-isu Perkotaan

MARI BERSAMA MENJAGA HUTAN BERSAMA WALHI

Kita tahu sebelumnya bahwa sagu merupakan makanan pokok sekaligus identitas dari bangsa Papua. Keberadaan hutan sagu juga telah terbukti mampu menjaga kesuburan tanah dan mempertahankan ekosistem yang ada di Papua.

Dikutip dari artikel di Jubi, Ketua Solidaritas Pedagang Asli Papua (SOLPAP),  Frengky Warer, mengatakan, dengan berbagai kelebihan itu, ia menyayangkan ada banyak hutan sagu yang beralih fungsi.

“Hutan sagu sebagai pelindung lahan gambut yang membuat tanah subur selain untuk tumbuhan, bermanfaat juga untuk ekosistem yang ada di danau, seperti ikan dan lainnya,” katanya.

Ia menambahkan hutan sagu sangat berperan penting dalam memasok cadangan humus. Ia berharap  masyarakat dan para tokoh adat baik ondoafi dan ondofolo dapat menjaga dusun hutan sagu mereka agar tidak di manfaatkan oleh orang lain.

Manfaat menanam dan melestarikan pohon sagu itu bisa jangka panjang. Satu pohon sagu bisa dimanfaatkan selama lima hingga sepuluh tahun. Lahan sagu yang dibakar, dipastikan tak bisa dimanfaatkan kembali.

Oleh seorang penduduk Desa Sungai Tohor bernama Syahruddin yang desanya mendapat izin praktek legal dalam pengelolaan hutan oleh Kementrian Lingkungan Hidup mengatakan, “Mengolah lahan sagu sangat menguntungkan. Sebab, hanya dengan menanam satu pohon sagu, anakan pohon sagu bisa tumbuh menjamur dalam beberapa tahun ke depan. Bahkan dalam kurun 10 tahun, belasan pohon sagu bisa tumbuh dalam satu rumpun.

“Jadi kalau sekali kita menanam pohon sagu, sampai anak cucu kita tidak akan pernah habis meskipun setiap tahun dipanen. Seperti kita menanam pohon pisang,” ujar Syahruddin.

Dengan lahan sagu itu, banyak warga yang bisa menyekolahkan anak-anaknya, membiayai kehidupan keluarga sehari-hari, bahkan pergi haji.Termasuk Syahruddin sendiri.

“Sekali panen dengan hasil sekitar 200 batang pohon sagu, saya bisa mendapatkan hasil Rp70-80 juta. Hasil ini terus meningkat. Apalagi setelah adanya skema hutan desa. Dampak lainnya juga masyarakat semakin tenang saat mengelola lahan karena tidak perlu takut lagi lahan yang dikelola ada di kawasan hutan,” tambah Sayahruddin.

Sayangnya, hanya sedikit yang memanfaatkan sagu dengan baik. Selain Pemanfaatannya yang tidak maksimal, upaya pelestariannya pun sangat lemah. Salah satu contoh di Papua, Pemerintah Kabupaten Jayapura sebetulnya sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 tahun 2000 tentang Pelestarian Kawasan Hutan Sagu. Sayangnya, peraturan ini seperti tidak diindahkan. Alih fungsi hutan sagu pun terus terjadi. Baik untuk infrastruktur, perkebunan, pangan, dan investasi berbasis lahan lainnya.

Salah satu aktivitas WALHI adalah mengajak masyarakat untuk melestarikan hutan.  

Banyak kampanye-kampanye yang dilakukan WALHI untuk mendukung pelestarian hutan. Termasuk menyurati para instansi berkepentingan, juga mengajak masyarakat secara langsung. Beberapa agenda kampanye dibungkus menarik dalam sebuah kegiatan. Salah satunya acara Festival yang diadakan 2019 kemarin.

Green Youth Movement bekerjasama dengan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulsel telah menggelar FestForest 2019 di Gedung Bulog Lappo Ase Pettarani Makassar, pada hari Kamis, 28 November lalu.

Dalam FestForest 2019 yang diadakan WALHI tersebut, WALHI mengatakan bahwa hutan adalah urat nadi kehidupan. 

 "Hutan bukan hanya sebatang pohon, hutan adalah urat nadi kehidupan. Hutan adalah sumber kehidupan dan hutan itu buat masyarakat khususnya yang tinggal di sekitar kawasan hutan, punya arti yang luar biasa," kata Khalisah Khalid. 

"Kegiatan ini sebagai wadah untuk mengkampanyekan upaya pentingnya melestarikan dan melindungi hutan di Sulsel dan juga untuk menggalang dukungan publik yang terkhusus juga pemerintah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan Sulsel" ucap
Ketua Panitia Mira Janna.

Sebagai sumber pangan dari hutan, sekaligus sumber penghasilan oleh banyak keluarga Indonesia, sagu sangat bermanfaat dalam kehidupan mereka sehari-hari. Hutan harus bijak dikelola untuk kepentingan masyarakat, bukan hanya kepentingan individu atau kelompok. Selain itu, menjaga hutan dengan baik akan memberikan dampak lingkungan yang tentunya juga baik untuk saat ini dan masa akan datang kelak.

Bersama pemerintah, WALHI, dan masyarakat, mari bersinergi mewujudkan Indonesia yang berjuang untuk menjaga lingkungan hidup, khususnya hutan Indonesia.  

"Tapi percayalah hidup kita akan berkurang kualitasnya kalau hutan kita semakin rusak. Percayalah, masa depan generasi kita juga akan semakin suram kalau kita tidak memilik hutan yang lestari," -WALHI-

instagram walhi



Sumber Gambar & Kartun Animasi :
pngimage.net
http://www.fizgraphic.com cew animasi
greeners.co
https://masakanbundanusantara.blogspot.com 
https://pantaugambut.id/cerita/sagu-sentani-dari-bahan-pangan-hingga-mas-kawin

Sumber Artikel :
https://ramesia.com/olahan-sagu/

https://ekonomi.bisnis.com/read/20160608/99/555583/hutan-sagu-kunci-kesejahteraan-kawasan-timur-indonesia

https://jaring.id/solution-journalism-lingkungan/hutan-subur-sagu-tumbuh-menjamur/

https://www.jubi.co.id/hutan-sagu-simbol-suburnya-tanah-jangan-dialihfungsikan/

https://id.wikipedia.org/wiki/Wahana_Lingkungan_Hidup_Indonesia

https://walhibali.org/

https://walhi.or.id/eksekutif-daerah

http://fwi.or.id/publikasi/hasil-hutan-yang-diabaikan-sagu-nasibmu-kini/

https://kabar.news/festforest-2019-walhi-hutan-adalah-urat-nadi-kehidupan
https://fatsecret.co.id




42 komentar

Jika Anda pengguna blogger, harap membuat publik profil blogger sebelum berkomentar agar tidak broken link ya.

Sebaiknya jangan anonim agar bisa saling mengunjungi ...

Komentar muncul setelah dimoderasi.
Terima kasih telah membaca dan berkomentar 😊

Salam kenal ...

  1. Aku baru tahu kalo sagu banyak kandungan gizinya, aku kira ya karbo biasa lah macam tepung-tepungan lain. Btw, aku suka banget sama ongol-ongol sagu🤭🤭. Tiap ketemu selalu aku beli karena rasanya nagih😍.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kan aku baru tahu juga. Sama aku juga suka ongol-ongol hihi

      Hapus
  2. kalau sagu...aku suka pais sagu.di Banjar banyak tuh heheheh...kalau tepung sagu ya cireng dan mpek2 juaranya deh hehehe..makasih sharingnya

    BalasHapus
  3. Ternyata banyaknya bentuk makanan olahan dari Sagu. Aku taunya papeda, bahkan aku baru tahu kalo rangi juga dari Sagu, hehe. Thanks for sharing Mbak. Seemoga sukses lombanya :)

    BalasHapus
  4. Kue rangi jadi makanan favoritku yang terbuat dari sagu. Yang lain juga suka sih, sagon salah satunya. Ah, Indonesia memang kaya banget dengan sumber pangan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya enak banget kan kalau cemilan sagu kayak gitu :D

      Hapus
  5. Saya suka bagea dan ongol-ongol Mba, sebenarnya suka semua olahan sagu sih, tapi paling suka ya kedua itu.
    Rasanya bisa ngemil tanpa henti kalau ada bagea dan ongol-ongol :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget Mbak Rey saya juga suka semua olahan sagu hehe :D

      Hapus
  6. aku kayaknya msih jarang makan sagu2an, dan memang ya, makanan indonesia beragam banget, sampe sagu aja belum keeskplor nih sama aku kulinernya

    BalasHapus
  7. Banyak juga olahan sagu ya.. dan saya baru familiar sama yang rangi dan ongol2 sagu... jadi penasaran mau coba yg lain

    BalasHapus
  8. Ternyata banyak juga olahan dari sagu, aku kira cuma ada Papeda olahannya. Ternyata kue sagon dan ongol-ongol juga dari sagu, makanan yang sering kumakan ini, hehe. Semoga ke depannya makanan olahan sagu ini bisa terus diperkenalkan ke warga nusantara biar lebih kenal lagi

    BalasHapus
  9. Dari 10 makanan di atas saya baru coba 2. Duh mainnya masih kurang jauh nih saya. Semoga lain kali ada kesempatan mencoba makanan-makanan tersebut. Apa lagi sagu kaya akan manfaat ya.

    BalasHapus
  10. Daku suka olahan sagu saat jadi kue rangi. Bila sagu dimanfaatkan dengan baik, maka hasilnya pun bisa positif juga untuk kita

    BalasHapus
  11. Love ama
    kartunnya. Btw... Sagu itu makanan masa kecilku, biasanya dibuat bubur sih dan aku mikirnya sagu itu less nutrition ahha. Jadi rindu ingin makan bubur lagi deh setelah sekian belasan tahun

    BalasHapus
  12. aku paling demen sama ongol-ongol dan rangi, ini kesukaan banget kalau lagi beli jajanan pasar. Selain memang rasanya enak dan selalu aku cari dia.

    BalasHapus
  13. Ternhata sagu bisa diolah dengan berbagai cara ya... jadinya tidak bosan untuk konsumsinya. Apalagi sangat baik untuk kesehatan. Artikel ini keren.

    BalasHapus
  14. Ternyata sagu bisa diolah berbagai macam cara ya... jadinya tidak bosan jika dikonsumsi setiap hari. Apalagi sangat bagus bagi kesehatan.

    BalasHapus
  15. Baru tau ternyata sagu bermanfaat menurunkan gula darah
    Dari sederet menu, yang pernah nyoba baru bubur sagu ambon
    Yang lain perlu dicoba nih 😍

    BalasHapus
  16. mending ubah gaya hidup dari nasi ke sagu nya, lebih bnyk manfaat kesehatannya. cuma emang musti punya usaha lebih buat ngolah, kl nasi kan , masak jadi. kl sahu musti dikreasikan dl

    BalasHapus
  17. Wahh olahan sagunya enak-enak ya kak,manfaatnya juga banyak ternyata sagu itu ya kak, bener2 sagu pangan dari hutan kaya manfaat dan olahan ya kak. Ada beberapa yang pernah makan olahan dari sagu itu, ada juga yang belum 😊😁

    BalasHapus
  18. menarik bnget nih aku belom pernah makan sagu penasaran banget sama rasanya

    BalasHapus
  19. Waah cocok nih bagi saiya yang sedang diet. Bisa jadi alternatif makanan pengganti beras yang konon kadar gulanya tinggi. Trims sharringnya ya kak

    BalasHapus
  20. Sagu sama ibu saya di bikin lempeng khas Kalimantan. Dimakan pakai gula merah enakkkkkk banget.

    BalasHapus
  21. wah ternyata hutan pohon sagu terluas di Indonesia ada di dunia ya kak..dan benar bahwa pohon sagu itu seperti pohon pisang sekali tanam tidak bakal habis sepanjang habitat nya terjaga.. btw kalau makanan berbahan sagu suka saya bikin pempek ..lezat rasanya hehe

    BalasHapus
  22. Dari semua makanan yang disebutkan, cuma pernah makan papeda aja selama ini hehe. Oiya kegiatannya Walhi keren sekali, sangat bermanfaat juga.

    BalasHapus
  23. Sagu itu banyak sekali manfaatnya, apalagi kalau jadi olahan makanan yang rata2 memang jadi makanan favorit aku banget.

    BalasHapus
  24. Kue Rangi dan ongol-ongol aku suka. Favorit banget ini juga. Ternyata bahan pangan dari hutan itu banyak yang lezatos juga ya. Hasil olahannya juga nggak kalah sama makanan jenis internasional hihihi

    BalasHapus
  25. Nah ini, salah satu produk hutan yang banyak aku pake. ya buat kue, ya buat camilan. Sumber karbohidrat yang bisa diandalkan sebagai pengganti nasi :)

    BalasHapus
  26. Dengan berbagai manfaat sagu, saya yakin banyak yang merindukan makanan ini. Banyak pula yang sudah sadar back to nature. mengalihkan makanan dari alam. Kalau dibudidayakan lagi, pasti banyak orang yang memburunya. Benar juga, sagu mengandung sedikit gula, hal yang paling dihindari orang2 yang ingin sehat secara benar. hehe...

    BalasHapus
  27. Aku tahu tapi belum pernah coba sedikitpun hehe pantas jadi makanan pokok karena mudah tumbuh di hutan which is Indonesia dulunya adalah hutan.

    BalasHapus
  28. No.7 udah nggak asing lagi di daerahku Bengkulu, Sagon.
    Biasanya dibuat sewaktu perayaan hari raya Idul Fitri.
    Karena proses pembuatan sagon sendiri nggak terlalu banyak

    BalasHapus
  29. Sagu ini memang jadi bahan makanan pokok dan termasuk bahan pangan yang punya banyak cara dalam pengolahannya ya.. digoreng, dikukus maupun jadi makanan lain selalu bikin lidah bergoyang.. alias enak hehe

    BalasHapus
  30. Pernah sekali makan papeda, apalagi disantap sama ikan kuah kuning. hemmm rasanya enak banget.

    Dan memang sagu dapat dijadikan berbagai jenis olahan makanan seperti beras...

    BalasHapus
  31. Aku baca-baca sagu ternyata banyak manfaatnya ya mbak. By the way, ini programnya Walhi ya mbak? Kok aku tertarik banget soalnya banyak bahas tentang hutan dan kebanyakan bahas sumber makanan dari hutan.

    BalasHapus
  32. Ternyata banyak juga ya manfaat sagu. Saya baru nticip papeda, sagon sama kue bagea aja nih, yang lainnya belum pernah nyicip. Tahu namanya juga baru setelah baca artikel ini

    BalasHapus
  33. Sewaktu kecil malah seringnya makan sagu yang masih bubuk. Gak tau itu sagu beneran apa cuma tepung lain yg dibilang sagu. Tapi kalo ongol-ongol malah favorit sejak kecil. Hihi maaf makanan terus fokusnya.

    BalasHapus
  34. sepertinya hanya papeda saja yang sempet saya coba
    hutan indonesia memang kaya "isinya", apalagi sekarang banyak penebangan hutan dan kebakaran hutan. Padahal kekayaan hutan banyak manfaatnya bagi sekitar

    BalasHapus
  35. itulah mengapa saya suka banget makan sagu karena khasiatnya bisa menekan gula darah wow kerennn

    BalasHapus
  36. wahh ternyata byk makanan yang sering aku makan itu bahan dasarnya sagu dan aku gak sadar, wkwkwk

    amazing ya bisa diolah jadi buaaanyaakk jenis masakan

    BalasHapus
  37. dan ada lagi yang terbaru yaitu keripik tempe sagu. kebetulan saya sendiri adalah produsen keripik tempe sagu khas kota Malang

    BalasHapus