Ke Dokter Gigi Banjarmasin Saat Pandemi: Pelayanan Mantap!

Ke Dokter Gigi Banjarmasin Saat Pandemi: Pelayanan Mantap!

Konten [Tampil]
dokter gigi banjarmasin


Postingan kali ini akan bercerita soal pengalaman ke Dokter Gigi Banjarmasin saat pandemi. Perjalanannya sebenarnya cukup panjang, hingga berbulan-bulan wkwk. Mulai dari cerita tentang konsul ke dokter gigi banjarmasin yang melayani BPJS namun tutup saat mulai PSBB, hingga harus rontgen dan membuat janji beberapa kali. 


Awal Mulai Gigi yang Bermasalah

Sebenarnya ini bermula dari gigi suami yang sering sakit pada bagian lubang yang cukup besar. Saat itu terakhir tambal di Dokter Gigi BPJS Surabaya. Namun tambalannya terbuka lagi.


Nah, akhirnya suami mulai mengontak lagi Dokter Gigi BPJS yang biasa di Banjarmasin. Saat itu mulai muncul covid-19 di kota kami. Dokter Gigi tutup, dan tidak tahu akan buka sampai kapan.


Gigi suami masih sering sakit. Gak mungkin kan harus menunda sampai covid selesai? wkwkw. 


Akhirnya mulai nyari-nyari informasi Dokter Gigi di Banjarmasin. Banyak sebenarnya praktek dokter gigi spesialis kota Banjarmasin di Kalimantan Selatan ini. Tapi memang enggak semuanya buka.


Mencari Dokter Gigi Terdekat

Kalau nyari di google, ada beberapa pencarian yang cukup terkenal. Seperti Dokter Gigi Gunawan banjarmasin. Tapi suami mencoba di RSGM dulu yang kemungkinan besar akan tetap buka. Nah, saat di RSGM suami menambal juga. 


Dari informasi Dokter Gigi BPJS, untuk mencabut gigi bisa dirujuk ke Dokter Spesialis. Sayangnya karena masih tutup, mereka tidak bisa mengeluarkan surat rujukan.


Akhirnya coba lagi nyari dokter gigi. Namun kali ini suami dapat di Maps dapat Dokter Gigi Rahmad Arifin Sp.Pros. di Kima Farma Sultan Adam.


dokter gigi rahmad arifin


Dari review di google sih bagus. Enaknya lagi, bisa konsul wa lalu membuat janji terlebih dahulu. Jadi gak ada tuh yang namanya antri lama di tempat seperti biasa. 


Suami mulai memeriksakan gigi yang berlobang dan ingin dicabut. Namun dari Dokter disarankan rontgen terlebih dahulu. Agar pas nyabut tahu bagian mana yang dicabut akar, atau harus dibedah.


Akhirnya suami pergi ke RSGM (Rumah Sakit Gigi dan Mulut) dekat Duta Mall Banjarmasin lagi untuk rontgen.  Hasil rontgen membawa kabar baik kalau gigi suami bisa dicabut.


Menunda Dulu

Kunjungan selanjutnya, saya dan suami ke Dokter Gigi Rahmad Arifin. Saat itu saya ikut karena tiba-tiba juga gigi saya ada lubang baru yang saya lihat. Padahal sebelumnya tidak ada. 


Waktu itu suami karena giginya masih sakit, jadi giginya tidak bisa dicabut dulu. Akhirnya saya yang tambal lebih dulu.

Pengalaman Menambal Gigi

Jujur ini pengalaman pertama saya menambal gigi. Dulu saat SMP saya malah pernah nyabut 2 gigi geraham sekaligus di bagian bawah. Jadi sampai sekarang giginya kosong  2 wkwk. 


Ini pas suami periksa


Saat mau menambal gigi, gigi saya difoto dulu. Menggunakan kamera dengan lensa yang cukup panjang (enggak tahu nama lensanya wkwk). Intinya kita dilihatin beberapa jenis lubang yang ada di gigi kita melalui hasil jepretannya. 


Ternyata gigi yang ada seperti plak hitam adalah contoh gigi yang sudah berlubang. Tinggal menunggu kehancuran wkwk. Jadi lubang yang baru saya temukan sebenarnya sudah lama. Dulunya berwarna hitam.


Akhirnya gigi saya ditambal. Bentuk tambalannya pas dengan bentuk gigi. Jadi tetap estetik. Yeaay. Enggak ada lubang gigi lagi.

Biaya Layanan 

Setelah selesai menambahl gigi, kami diberi nota untuk dibayar di kasir. O ya letak ruang praktek dokternya di lantai 2 kimia farma. 

Sedangkan kasir lantai 1. Saat itu untuk menambal setengah gigi bagian atas, saya dikenakan biaya 200 ribu rupiah. Cukup Terjangkau bukan?


dokter gigi


Setelah itu suami beberapa kali juga ikut menambal dan akhirnya bisa cabut gigi. Biaya layanannya mulai 300 ribu (tambal) hingga 350 ribu (cabut gigi). Jumlah biaya tergantung besar dan banyaknya tambalan atau cabutnya.

Tetap Sesuai Protokol Covid

Dokter dan asistennya tetap menggunakan APD dan face shield juga masker selama mengobati gigi kami. Jadi aman selama memang urgent untuk ke Dokter Gigi.

 Tapi jika dalam keadaan sakit atau ada kontak dengan pasien covid, sebaiknya ditunda dulu ya.


Kesimpulan

Ke Dokter Gigi saat pandemi memang susah-susah gampang. Soalnya cukup rawan karena dokter langsung berinteraksi sangat dekat, dan ada kontak dengan air liur dan sebagainya. 


Tapi susah juga jika ingin menunda padahal gigi sudah tidak bisa menunggu sakitnya, wkwk. Jadi tetap usahakan cari dokter yang bisa membantu.


Ini bukan endorse ya wkwk. Tapi berdasarkan pengalaman, bagi teman-teman di Banjarmasin ini, saya saya sarankan ke Dr. Gigi Rahmad, SP.Pros. ini saja. Kenapa?


☑ Pelayanan ramah

☑ Gak perlu antri (bisa buat janji via WA menyesuaikan waktu kosong si Dokter)

☑ Pelayanan cepat

☑ Menjelaskan dengan lengkap kondisi gigi kita

☑ Harga Terjangkau

☑ Sudah spesialis dan banyak review positif


Terakhir, stay safe and healthy gaes. Semoga postingan pengalaman ke Dokter Gigi saat pandemi ini bermanfaat ya. Yang mau kontak atau konsultasi, bisa hubungi di bawah ini. 

Dokternya juga punya website ternyata. 




Drg. Rahmad Arifin Sp.Pros.
Alamat: Kimia Farma, Jl. Sultan Adam No.11, Kel, Sungai Miai, North Banjarmasin, Banjarmasin City, South Kalimantan 70122
Jam buka: 
Tutup ⋅ Buka pukul 17.00
Telepon: 0812-3213-0303
Web : https://praktek-drg-rahmad-arifin-sppros.business.site/





Baca Juga

6 komentar

  1. Wah doker giginya Sp.pros ya, kayanya nanti kalo ada masalah tambal harus kesitu juga nih karena memang ahlinya. Kapan hari di bjb pas ada urusan gigi aku malah di saranin ke dokter Sp. KG, sama2 urusan estetika sih jd gatau bedanya apa kedua spesialis ini hihihi

    BalasHapus
  2. Temenku namanya drg.Ismi Winarti, dia buka praktek di Sultan Adam juga. Aku lupa nama komplek perumahannya, sebelum apotek Kimia Farma kalo dari SPBU. Dengan dia tu pertama kalinya aku liat kondisi gigi dan gusi dari layar, karena ada alat periksa yang dilengkapi kamera kecil yang dimasukkin ke rongga mulutku. Cabut juga sama dia waktu itu, inget banget dia bilang nanti disuntik biusnya pake jarum 'baby', alias jarum yang gak terlalu sakit saat disuntikkan ke gusi.

    Ya memang kalo ke spesialis, kisaran tarifnya ya segitu. Apalagi kalo nambal gigi pake bolak-balik, selalu bikin janji via w.app hahaha berasa nge-date.

    Kalo yang fasilitas konvensional alias biasa-biasa aja, ada juga klinik gigi dekat rumahku. Yang menangani perawat gigi (semacam mantri gigi gitu), tambal & cabut lumayan terjangkau harganya bagi yang kondisi ekonomi sedang berhemat hehe. Namanya klinik Davina.

    BalasHapus
  3. wah udah bisa yah mba soalnya kemaren beberapa dokter gigi banyak yg nolak karena blm bisa... syukurlah udah ada yang bisa dan sesuai protokol yaa

    BalasHapus
  4. nggak perlu rapid dulu kah mbak sebelum dicabut giginya? Kmrn pas di banjar suami pernah juga ke dokter gigi. Tapi sayang dokternya nggak mau melayani, apalagi yang cabut gigi itu, karena rawan saat pandemi gini katanya. Jadi, belum diapa-apain sampe skrg..

    BalasHapus
  5. aku juga kemarin ke drg. dewi yang punya klinik estetik sendiri. duh bayar tambalnya lumayan banget. trus belakangan ketemu klinik yang bisa melayani pagi dan nggak perlu bikin janji dulu akhirnya ke situ bawa anakku. sayangnya anaknya masih takut ditambal giginya

    BalasHapus
  6. Kemarin setelah lihat artikel ini langsung WA mba Tri. Hihihi.
    Kalau aku sih pengen bersihin karang gigi. Si mas tuh karena perokok giginya itu ada yg perlu di tambal. Mau nambal bingung pas pandemi gini. Makasih infonya Kak Tri

    BalasHapus

Jika Anda pengguna blogger, harap membuat publik profil blogger sebelum berkomentar agar tidak broken link ya.

Sebaiknya jangan anonim agar bisa saling mengunjungi ...

Komentar muncul setelah dimoderasi.
Terima kasih telah membaca dan berkomentar 😊

Salam kenal ...