BlogKakTri
Lifestyle Blogger, Talk About Blogging, Parenting,Traveling, Tips, Review, and Lifestory by Triyatni Ashari

Memperbanyak Lapangan Pekerjaan untuk Disabilitas dan OYPMK, untuk Indonesia Inklusif

Perhatian mulai dari awal gejala dan penanganan yang tepat sangatlah diperlukan. Dukungan apalagi. Kita bisa memberikan dukungan dalam bentuk sederhan

Beberapa hari lalu tepatnya pada tanggal 24 Agustus 2021, saya menyimak salah satu siaran KBR bernama Ruang Publik KBR di live youtube channel mereka. Acara tersebut membuat saya menemukan banyak pemahaman baru, khususnya yang berkaitan dengan saudara kita yang disabilitas, OYPMK, emergency pentingnya kesadaran sedari dini terkait kusta, dan masih banyak lagi. 

Mungkin masih banyak yang bingung, apa sih penyakit kusta, apa itu OYPMK dan apa hubungannya dengan disabilitas, dan bagaimana yang dimaksud Indonesia inklusif itu? 

Disabilitas dan OYPMK

Adapun judul webinar kemarin adalah "Yang Muda Yang Progresif, untuk Indonesia Inklusif". Indonesia inklusif sendiri berarti keadaan di mana tidak ada perbedaan dalam pemberian hak untuk setiap warga negara. Tidak dibatasi dengan keadaan seseorang, kondisi, latar belakang dan masih banyak lagi. 

Tidak terkecuali untuk saudara kita yang disabilitas. Hal yang membuat saya cukup kaget adalah ternyata beberapa dari penyandang disabilitas, adalah orang yang pernah mengalami kusta (OYPMK). Atau dengan kata lain kusta menyebabkan beberapa fungsi organ tubuh menjadi tidak berjalan semestinya. Ya, benar, begitu berbahayanya kusta. 

Banyaknya Jumlah Pemuda 

Informasi yang cukup mengkhawatirkan, sebanyak 21,84 juta atau sekitar 8.26 persen penduduk Indonesia adalah penyandang disabilitas. Para penyandang disabilitas ini (termasuk OYPMK) ternyata masih mengalami kesulitan dari berbagai hal. Mulai dari fasilitas, hingga lapangan pekerjaan. 

Padahal, kelompok usia muda (18-24 tahun) dengan disabilitas merupakan populasi terbesar ketiga setelah kelompok usia lansia. Tentu hal tersebut perlu untuk menjadi perhatian khusus. 

Perlunya Kesempatan

Pada webinar yang dipandu oleh Mbak Ines Nirmala kemarin, menghadirkan 2 narasumber hebat yang luar biasa. Mereka adalah Mbak Widya Prasetyanti, seorang yang menjabat sebagai Program Development & Quality Manager, di NLR Indonesia, dan satunya lagi Mbak Agustina Ciptarahayu - Founder & CEO PT. Botanina Hijau Indonesia

Kehadiran meeka membawa angin segar. Saya baru tahu ada sebuah lembaga filantropi seperti NLR yang berfokus pada kampanye pencegahan kusta dan pengobatannya. Dengan ringkas Mbak Widya menjelaskan bagaimana bahayanya kusta ini karena bisa menyebabkan disabilitas. 

Saya yang tidak terlalu tahu tentang penyakit ini segera googling dan mendapat beberapa artikel yang cukup mencengangkan. Penyakit kusta mampu membuat organ-organ tubuh atau panca indra kita menjadi mati rasa. 

kusta

Mengapa NLR memberi perhatian khusus pada disabilitas dan OYPMK? Ya karena itu, banyak sekali penyandang disabilitas yang berada pada usia pemuda. Belum lagi beberapa mendapat perlakuan berbeda dan dikucilkan. 

Besarnya jumlah penyandang disabilitas memerlukan komitmen untuk memastikan mereka memperoleh hak-haknya secara setara.

NLR Indonesia bermitra dengan kementerian kesehatan, dinas kesehatan, dimana bersama mitra mereka, membantu pencegahan disabilitas makin parah, termasuk pelatihan, lobi/advokasi untuk kebijakan inklusif di masyarakat.

Advokasi kebijakan di tingkat desa hingga lebih tinggi, seperti mendorong penyandang disabilitas agar dikapasitasi untuk bisa kerja formal/informal, membuat desa yang ramah untuk penyandang disabilitas, dan masih banyak lagi program lainnya. 

Adapun dari Mbak Tina selaku founder Botani bercerita bahwa beliau memiliki tangan kanan seorang disabilitas yang indra penciumannya melebih rata-rata. Meski pegawainya tersebut kurang dari segi penglihatan, namun Allah memberikan karunia lebih pada penciuman. Botanina sendiri yang berfokus pada produk-produk kecantikan, wewangian, dll ini memang membuka lapangan pekerjaan untuk semua kalangan. Mereka tidak menyeleksi dari kondisi, melainkan dari skill yang ada. 

Harapan Besar

Bukan hanya soal lapangan pekerjaan, harapan besar lainnya adalah bagaimana agar tidak lagi banyak orang yang mengalami kusta. Langkah pencegahan tentu dilakukan, salah satunya mengenali gejala awal kusta. 

Gejala penderita kusta diantaranya adalah adanya gejala awal bercak keputihan seperti panu atau bercak kemerahan, di mana bercaknya kurang rasa, tidak berkeringat, rambut sekitar kulit rontok, juga tidak terasa gatal. 

Jika menemukan orang dengan gejala seperti itu, segera laporkan ke puskesmas. Saat ini NLR sendiri sudah bekerja di 34 kota/kabupaten yang menjangkau kelompok OYPMK dan disabilitas. Mereka mengatakan, fokus program di setiap wilayah bisa saja berbeda tergantung konteks persoalan yang ada di tiap wilayah.

Untuk pencegahan kusta sendiri, NLR memiliki program dengan bekerjasama dengan Kemkes/Dinas Kesehatan dan Puskesmas di wilayah kerja NLR melalui kegiatan pencegahan penularan. Selain itu ada juga kelompok perawatan diri untuk orang-orang yang pernah mengalami kusta.

NLR Indonesia terbuka untuk bekerjasama dengan kampus/sekolah untuk meningkatkan kesadaran publik tentang kusta. Jadi buat teman-teman yang tertarik, bisa menghubungi NLR Indonesia. Penting sekali untuk menyebarluaskan tentang kusta dan bagamana pencegahan serta pengobatannya. 

Kesimpulan

Banyaknya jumlah pemuda yang disabilitas dan OYPMK adalah sebuah bukti sudah saatnya semakin memperluas kesempatan khususnya di bidang lapangan pekerjaan. Poin utama adalah bagaimana seseorang berkarya, bukan bagaimana kondisinya. Bagaimanapun masa depan bangsa ada pada tangan para pemuda. 

Selain itu, yang tidak kalah penting adalah untuk melihat langkah ke depannya mengenai pencegahan dan sosialisasi agar tidak terjadi kasus kusta yang semakin banyak. Tentunya dengan memaksimalkan juga cara agar bagaimana penyembuhan orang-orang yang sudah mengalami kusta.

Perhatian mulai dari awal gejala dan penanganan yang tepat sangatlah diperlukan. Dukungan apalagi. Kita bisa memberikan dukungan dalam bentuk sederhana sebenarnya, tidak dikucilkan dan diberi kesempatan yang sama, untuk Indonesia Inklusif. 


Sumber gambar: unsplash & screenshot youtube

2 komentar

Jika Anda pengguna blogger, harap membuat publik profil blogger sebelum berkomentar agar tidak broken link ya.

Sebaiknya jangan anonim agar bisa saling mengunjungi ...

Komentar muncul setelah dimoderasi.
Terima kasih telah membaca dan berkomentar 😊

Salam kenal ...

  1. Sebenarnta memang banyk ruang kerja yg bisa diisi oleh disabilitas. Cuma kadang kitanya aja yang suka meremehkan meraka

    BalasHapus
  2. Penyandang Disabilitas dan OYPMK memang udah seharusnya lebih diperhatikan ya, karena mereka juga punya kemampuan bekerja atau keterampilan, bahkan bisa jadi lebih baik.

    BalasHapus