BlogKakTri
Lifestyle Blogger, Talk About Blogging, Parenting,Traveling, Tips, Review, and Lifestory by Triyatni Ashari

Lahan Gambut Terkikis, Sebabkan Bencana Karhutla & Krisis

Alih fungsi bisa meningkatkan risiko kebakaran lahan gambut.


Beberapa hari lalu tepatnya hari Jum'at 11 Agustus 2023, saya mengikuti kembali sesi webinar bersama Eco Blogger Squad (EBS). Kali ini menggandeng tim dari pantaugambut.id dan @teamupforimpact.  

Tema kali ini adalah "#BersamaBergerakBerdaya Indonesia Merdeka dari Kebakaran Hutan dan Lahan". Waktu baca tema judul webinar kali ini, daya langsung teringat dengan kejadian beberapa tahun lalu, sewaktu saya baru merantau ke Banjarmasin. 

Ya, saya perantau di Kalsel sejak tahun 2014. Waktu itu saya diterima bekerja sebagai guru asrama. Saya pun berangkat segera sekitar 2 minggu setelah wisuda. 

Di tahun 2015, saya merasakan salah satu bencana karhutla yang tercatat cukup besar sejak dalam puluhan tahun terakhir. 

Ternyata memang mayoritas di sini (Banjarmasin) memiliki lahan gambut. Lahan yang kalau sudah dialihfungsikan akan menjadi kering dan menyebabkan mudah terbakar juga sulit untuk dipadamkan.

Rasanya dulu di asrama, asap sampai masuk ke kamar. Jemuran jadi bau asap, jarak pandang gak sampai semeter, hingga pemandangan api di pinggir jalan jadi hal biasa dalam beberapa hari tersebut. 

Ngeri ah pokoknya. Belum lagi masalah pernapasan apalagi kalau punya asma. Sebagai perantau, cukup kaget langsung disuguhi bencana karhutla seperti ini. 

Mengenal Lahan Gambut

Lahan gambut adalah jenis tanah organik yang terbentuk dari akumulasi tanaman mati yang tidak terurai sepenuhnya di daerah berawa atau rawa-rawa. Tanah gambut kaya akan bahan organik dan cenderung lembap, serta memiliki lapisan bawah yang kaya akan air. Karena sifatnya yang mudah terbakar dan proses pembentukannya yang lambat, lahan gambut penting untuk konservasi dan manajemen yang hati-hati.

Gambut dapat terbakar karena kandungan bahan organiknya yang tinggi dan kondisi yang kering. Ketika gambut mengering akibat musim kemarau atau aktivitas manusia seperti perambahan hutan atau pembersihan lahan, gambut menjadi sangat rentan terhadap kebakaran. Proses oksidasi yang terjadi pada lapisan gambut yang kering dapat memicu api, dan karena kandungan bahan organik yang tinggi, api bisa terus berkobar dan sulit untuk dipadamkan.

Bahaya yang Mengintai

Pada webinar kemarin, dijelaskan beberapa titik lahan gambut yang memungkinkan akan terjadi karhutla di Indonesia. Ternyata, masih banyak kemungkinan karhutla yang akan terjadi. 

Alih fungsi lahan gambut, seperti mengubah lahan gambut menjadi perkebunan atau pemukiman, dapat memiliki dampak negatif yang signifikan. Beberapa bahaya alih fungsi lahan gambut meliputi:

Penurunan Tingkat Air: Alih fungsi dapat mengganggu pola aliran air dan menyebabkan penurunan tingkat air di daerah gambut. Ini dapat mengeringkan lapisan atas gambut dan meningkatkan risiko kebakaran, merusak ekosistem gambut yang rentan terhadap degradasi.

Pelepasan Gas Rumah Kaca: Alih fungsi lahan gambut dapat mengganggu proses alami penyimpanan karbon di dalam tanah gambut. Ketika gambut diekspos udara setelah alih fungsi, karbon dioksida dan gas metana dilepaskan ke atmosfer, berkontribusi pada perubahan iklim.

Kehilangan Keanekaragaman Hayati: Ekosistem gambut adalah rumah bagi beragam flora dan fauna yang khas. Alih fungsi lahan dapat mengakibatkan hilangnya habitat alami bagi spesies-spesies yang tergantung pada lingkungan gambut.

Kerusakan Ekosistem: Alih fungsi dapat merusak ekosistem alami gambut, mengganggu siklus air, mempengaruhi flora dan fauna, serta mengurangi daya dukung lingkungan bagi manusia dan alam.

Bencana Kebakaran: Alih fungsi bisa meningkatkan risiko kebakaran lahan gambut. Ketika lahan gambut dikonversi menjadi perkebunan atau pemukiman, kemungkinan kontak dengan api meningkat, dan kebakaran dapat merambat dengan cepat karena sifat bahan bakar yang mudah terbakar.

Dampak Sosial-Ekonomi: Alih fungsi lahan gambut bisa merugikan masyarakat lokal yang bergantung pada ekosistem gambut untuk kehidupan mereka. Selain itu, kerusakan lingkungan juga bisa merugikan sektor pertanian, air bersih, dan pariwisata.

Penting untuk mempertimbangkan dampak jangka panjang dan mengambil tindakan berkelanjutan yang memprioritaskan pelestarian ekosistem gambut dan kesejahteraan manusia.

Apa yang Bisa Dilakukan 

Mengatasi pengalihan fungsi lahan gambut memerlukan pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif. Berikut beberapa solusi yang dapat diambil:

Pengaturan dan Kebijakan: Menerapkan kebijakan yang melarang atau mengatur ketat alih fungsi lahan gambut. Pengaturan ini dapat mencakup izin, perizinan, dan peraturan yang membatasi konversi lahan gambut.

Edukasi dan Kesadaran: Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya ekosistem gambut dan dampak negatif alih fungsi. Kampanye pendidikan dapat membantu meningkatkan kesadaran akan manfaat pelestarian gambut.

Pemulihan dan Rehabilitasi: Melakukan upaya pemulihan lahan gambut yang telah dialihfungsikan. Ini bisa melibatkan revegetasi, pembuatan kanal-kanal untuk mengatur aliran air, dan tindakan lain yang membantu memulihkan kondisi ekologis asli.

Alternatif Berkelanjutan: Mendorong pengembangan alternatif penggunaan lahan yang lebih berkelanjutan, seperti pertanian berkelanjutan yang sesuai dengan kondisi gambut, pengembangan pariwisata alam, atau pelestarian lingkungan.

Kolaborasi: Melibatkan pemerintah, masyarakat lokal, LSM (seperti pantauganbut.id dan TUFI), dan sektor swasta dalam upaya pelestarian lahan gambut. Kolaborasi dapat mencakup pengawasan, pengelolaan bersama, dan pemantauan untuk mencegah alih fungsi ilegal

Penghargaan Nilai Ekosistem: Mengakui nilai ekosistem gambut dalam keberlanjutan ekonomi dan lingkungan. Mendorong pembayaran jasa lingkungan bagi masyarakat yang berkontribusi pada pelestarian gambut.

Penegakan Hukum: Memastikan penegakan hukum yang ketat terhadap alih fungsi ilegal lahan gambut. Ini termasuk sanksi dan tindakan hukum terhadap pelanggaran.

Riset dan Inovasi: Melakukan penelitian untuk mengembangkan teknologi dan inovasi yang mendukung pelestarian lahan gambut, termasuk teknik pertanian dan teknologi rehabilitasi yang sesuai.

Pemantauan dan Evaluasi: Memantau kondisi lahan gambut secara berkala untuk mendeteksi perubahan dan merespon masalah dengan cepat.

Kombinasi dari solusi-solusi ini dapat membantu melindungi ekosistem gambut yang penting dan mencegah dampak negatif dari pengalihan fungsi lahan gambut

Kesimpulan

Lahan gambut ternyata memiliki peran penting dalam bencana karhutla yang terjadi di Indonesia. Sudah seharusnya kita aware dengan pengalihfungsian yang semakin tidak terkendali. 

Tim dari pantugambut.id dan TUFI selama ini ikut serta mengampanyekan dan terjun langsung dalam penyadaran mengenai pentingnya menjaga lahan gambut dan restorasinya. 

Yuk ikut serta menjaga hutan di Indonesia di TUFI (Team Up For Impact)! Bisa cek di https://teamupforimpact.org ya.

#ecobloggersquad

Posting Komentar

Jika Anda pengguna blogger, harap membuat publik profil blogger sebelum berkomentar agar tidak broken link ya.

Sebaiknya jangan anonim agar bisa saling mengunjungi ...

Komentar muncul setelah dimoderasi.
Terima kasih telah membaca dan berkomentar 😊

Salam kenal ...