[Cerpen] Conflict Maker Corporate

[Cerpen] Conflict Maker Corporate

Konten [Tampil]
Conflict
pixabay.com
"Tenang saja Pak. Aku sudah siapkan semua"
"Tidak, tidak perlu itu, persiapan kita sudah cukup"
“Baik Pak, tunggu kabar kami lagi jika ada hal yang baru”
"Oke."

Kusudahi telepon dengan salah satu klienku. Klien yang sekian ratus kali. Egoku serasa naik jika klien terus menawarkan saran yang menurutnya penting. Hello? Kami yang berpengalaman di sini. Tim kami tahu apa yang harus dan tidak harus kami lakukan.Tidak ada dalam sejarah, perusahaan kami gagal membuat konflik.

Membuat konflik? Ya tugas kami membuat. Conflict Maker Corporate. Itu nama Perusahaan kami. Kami menawarkan jasa untuk membuat konflik yang sesuai dengan tujuan klien. Bukan menyelesaikan konflik buatan seperti halnya televisi-televisi yang haus rating itu. Eh tapi kami bukan reality show , ralat! bukan reality show ya! Kami lebih menyukai bekerja dalam diam, di balik layar, dan tentunya sesuai tujuan.

Pekerjaan kami harus berjalan sempurna. Tidak ada yang tahu dari mana akarnya. Intinya, konflik yang kami jalankan harus sesuai dengan perencanaan. Siapa pelakunya, siapa korbannya, institusi apa yang ingin dijelekkan namanya, dan hal-hal penting lainnya.

Pelanggan kami? Banyak!

Mulai dari suami yang ingin lepas dari istrinya tanpa terlihat bajingan, atau istri yang ingin lepas dari suaminya tanpa perlu merasa bersalah dan dikucilkan. Persoalan suami istri memang paling sering menjadi santapan kami. Sudah menjadi hal biasa, jika tiba-tiba ada seorang laki-laki yang begitu saja datang dengan membawa selembar cek. Tujuannya tentu agar bisa segera kembali bebas menjadi lelaki tanpa status namun tetap terhormat.

Lain lagi jika seorang istri yang ingin menyewa jasa kami. Penampakan paling sering yang kami dapatkan adalah istri yang menangis meraung-raung tanpa henti. Atau sebaliknya, istri yang sudah tidak memiliki rasa empati sama sekali. Semua memiliki tujuan yang sama, mengakhiri hubungan dengan cara yang lebih mudah dan cepat.

Pelanggan kami juga banyak dari kalangan artis. Banyak sekali artis yang hilir mudik membawa berita sensasional di harian gosip layar kaca televisi. Selain meningkatkan rating stasiun televisi, hal tersebut juga menjadi keuntungan si artis agar lebih popular daripada sebelumnya. Beberapa dari berita-berita tersebut, kamilah yang membantu mereka. Tentu dengan bayaran yang tidak sedikit pula. Karena kami membutuhkan banyak hal untuk menjadikan berita-berita tersebut terlihat nyata. Apalagi, memang ada artis yang ingin betul-betul memanfaatkan viral demi menaikkan ketenaran.

Orang pemerintah? Jangan salah. Mereka pelanggan terbaik kami. Kami justru lebih mudah dalam mengatur sesuatu jika klien kami memiliki kewenangan di bagian birokrasi.

Apa tidak takut dengan institusi keamanan?

Mereka selalu di belakang kami kawan! Kami tinggal memberi sedikit upeti terima kasih setiap bulannya. Tidak ada yang namanya rasa khawatir atau was-was ketika kami harus menjalankan misi-misi konflik buatan kami. Karena semua itu demi kepentingan klien dan keuntungannya tentunya.

Kami berprinsip semua tawaran harus diterima. Tidak ada tawaran yang salah maupun benar. Toh yang kami lakukan juga bukan hal yang benar bukan? Mungkin itulah yang menyebabkan perusahaan kami begitu diinginkan orang-orang berduit yang putus asa.

Yang pasti, dalam perencanaan kami, tidak boleh ada satu pun nyawa melayang. Kami merencanakan sebatas insiden yang bisa menjadikan korban atau target menjadi tidak berdaya. Kalau pun dibutuhkan kekerasan, kami sudah tahu sampai batas mana kekerasan tersebut sehingga tidak membuat korban mati percuma.

Eh tunggu sebentar, handphoneku berdering.

"Pak, ada makanan baru, mohon segera cek lemari," perintah suara di seberang sana.
"Oke."

Kami membiasakan menggunakan kata ganti untuk hal-hal yang bersifat pekerjaan. Demi menjaga adanya penyadapan via telepon. "Makanan" berarti tawaran. Sedangkan "lemari" berarti email. Hal itu penting dalam sebuah pekerjaan rahasia bukan?

Aku bergegas menuju tempat bertemu dengan klien. Sesuai dengan permintaannya di email. Kadang, pertemuan langsung memang penting. Setidaknya agar semua berjalanan sesuai tanpa ada miss komunikasi. O ya, aku menggunakan penyamaran yang berkualitas tinggi. Bagaimana pun kami tidak boleh saling mengenal identitas. Untuk klien kami juga menyarankan demikian. Bukankah tidak lucu jika suatu hari kita berpapasan dan saling mengenal bukan? Biarlah pekerjaan ini selesai begitu saja tanpa saling mengenal.

Klienku yang baru ini seorang pria. Tinggi kurang lebih 160 cm, dan dari kepala hingga kaki terlihat betapa mahal merk pakaiannya. Dia sepertinya mengendarai mobil sendiri. Dengan memakai kacamata hitam, kumis palsu dan buku catatan dengan pulpen biru, aku bisa mengenali dia dengan mudah. Sebelumnya dia sudah menceritakan ciri-cirinya.

Dia meminta agar membuat konflik berkaitan dengan selingkuhannya agar bisa segera lepas dan mencari yang baru. Dasar pria! Mereka tidak pernah puas!

Aku? Aku juga pria. Tapi menurutku dibanding wanita, banyak hal yang lebih penting. Hal yang penting seperti pekerjaan ini misalnya. Untuk apa membuang sebegitu banyak uang demi urusan wanita?

Istri? Aku punya. Kami bahkan sudah menikah selama 10 tahun. Tentu saja dia tidak tahu aku bekerja seperti ini.

Akhirnya, kususun rencana terbaik bersama tim. Di perusahaan kami, aku yang memang paling sering diminta untuk menangani kasus percintaan antara pria dan wanita. Kata mereka, aku lebih berpengalaman. Mungkin karena telah menikah? Entahlah …

Permintaan klien sebenarnya sederhana. Bagaimana agar wanita selingkuhannya benar-benar kapok untuk mendekati si lelaki. Tapi si lelaki tidak ingin jika terlihat bahwa dirinya yang meninggalkan wanita tersebut. Jabatannya bisa hilang dalam sekejap jika si wanita membuat viral hubungan terlarang mereka. Tahu kan di era saat ini. Semua masalah pribadi bisa menjadi konsumsi publik segera jika ada yang memang ingin mencari perhatian dan membalaskan dendam. Konflik ini harus selesai dalam waktu seminggu. Tentu saja, kami bisa melakukannya.

Mau tahu rencananya?

Sebelumnya kami tahu bahwa si korban adalah salah satu wanita yang memiliki karir yang cukup bagus dalam sebuah perusahaan yang memiliki banyak cabang di Asia. Setalah kami menggali data si wanita, kami akhirnya memutuskan untuk mencari konflik seputar pekerjaan si wanita.

Dengan bantuan tim kami, kami berencana membuat sebuah proyek gagal dalam pekerjaan si wanita. Diketahui bahwa proyek tersebut adalah proyek acuan yang akan menjadi batu loncatan wanita tersebut. Dari proyek tersebut akan ditentukan apakah akan diangkat dengan jabatan lebih tinggi atau malah sebaliknya, dimutasi hingga diturunkan jabatannya. Dengan sedikit campur tangan orang dalam, wanita tersebut gagal dalam proyeknya. Akhirnya karena hal itu, si wanita harus dimutasi di kantor cabang yang lebih jauh dan terpencil. Bukankah jarak adalah salah satu jalan terbaik untuk berpisah?

Hasilnya? Proyek itu berhasil dalam 5 hari! Kami bertemu kembali di sebuah kafe. Klien kami senang dengan perkembangan ini. Terlihat dari wajahnya yang begitu sumringah.

Aku pun turut senang. Kini dia bebas dari ikatan wanita itu. Kami akhirnya berpisah mengakhiri pekerjaan ini. Dia pamit dan bangun dari tempat duduknya. Aku melihatnya dari kejauhan menuju mobilnya yang diparkir tidak jauh dari pintu kafe.

Tunggu, siapa wanita di mobil itu? Apa dia selingkuhan baru lelaki itu? Segera kukejar mereka. Namun mereka sudah lebih dulu pergi.

Kupijat kepala yang mulai terasa pusing. Mobil pria itu telah kami masukkan bom kecil di bagian jok kemudi. Mungkin akan melukai kaki atau kejantanan sang pria. Sesuai permintaan klien seorang wanita yang mengaku istrinya. Tapi apa yang terjadi? Istriku yang mengendarai mobil itu!

by pohontomat.com

TAMAT

Cerita ini adalah fiksi. Dianggit dalam rangka menulis tema "konflik"  #1minggu1cerita .

Baca Juga

24 komentar

  1. Mbak, ini bersambung kan yah ? saya penasaran dengan cerita berikutnya. Apakah istrinya akan terkena bom ?

    BalasHapus
  2. Sekiranya di depan judul gak Mba Tri tulis CERPEN, saya udah percaya aja ini based on true story. Wkwkwk. Tapi kayaknya conflict maker ini memang ada yaaaa di kehidupan nyata.

    BalasHapus
  3. Waaah, plot twist yang bikin penasaran. Istrinya sendiri jadi klien perusahaan konflik. Andai di dunia nyata ada perusahaan macem ini, jasanya bisa laris-manis diminati

    BalasHapus
  4. Aihh baru kali ini baca cerpennya kak Tri. Habisni nulis buku nampaknya ya kak. Hehehe aamiin. Semangat terus ka Tri

    BalasHapus
  5. waduh, jadi istrinya selingkuhan sang pria. Emm... pasti nyesek banget ya.

    BalasHapus
  6. woww konfliknya pelik, bacanya ngegas jadinya hahaha
    banyak sekali tipe cowok yang seperti itu, saking banyaknya mungkin memang benar kata kata 'dasar pria' nggak puas cuman satu hehehe

    BalasHapus
  7. hihi endingnya bagus banget mbak aku suka jln ceritanya.. segera dapet pesan moralnya...kerennn...

    BalasHapus
  8. Wkwk pen ngakak di bagian akhir,
    Penuh kepalsuan hidupnya,
    Istri gak tau kerjaan suami
    Suami gak tau sampingan istri
    🤣🤣
    Buat lagi kak trii, tapi klien nya pemerintah 🤭

    BalasHapus
  9. wah ide pekerjaan yang menggiurkan, bisa dapat banyak cuan tuh, hihihi...
    tapi enggak ah, kerjaannya buruk, mencelakakan orang...

    BalasHapus
  10. Oh, tidak! Ternyata korban adalah istrinya sendiri. Duh duh duh, apa yang dirasakan oleh si aku ini, ya?

    Huaaa ... Ini keren banget, Kak! Dari awal sudah berlumurkan misteri. Di akhirnya pun berhasil bikin pembaca menjerit, "Oh, tidak!"

    BalasHapus
  11. Wahhh... ini semacam cerita detektif nih.. Jangan-jangan kisah seperti ini memang terjadi di dalam kehidupan nyata ya..

    BalasHapus
  12. Astaga, mb Tri bisaan bikin cerpen. Belum pernah aku baca detail smp tamat. Hihi...biasanya males. Etdah...istrinya selingkuhan baru si klien...dududu...Dooor...BUM!

    BalasHapus
  13. Bagus ceritanya. Dari dulu aku selalu suka baca cerpen. Gak usah dilanjutin ceritanya menurutku. Gitu aja udah cukup. Biar endingnya ngambang. Biar pembaca bisa berimajinasi sendiri endingnya gimana. Eh, iya. Aku suka yg twist gitu. Hehe

    BalasHapus
  14. terbaik! plottwist terakhirnya..keren mbak tri. aku malah pernah liat berita, bukan berita. kaya wawancara profesi unik gitu ttg konflik maker tapi untuk artis2..mreka2 yang mau pansos bikin drama di tv. kacau ya..mana orangnya ga diblur samsek

    BalasHapus
  15. waduh istirnya jadi selingkuhan baru si pria yang ingin menjauhkan selingkuhan sebelumnya. Hwaaa kzl, ini ada lanjutannya nggak, penasaran sama nasib keduanya

    BalasHapus
  16. Aku suka banget sama cerpennya k, pengen banget bisa belajar buat cerpen sebaik mb tri. Kita diajak berimajinasi dengan kata-kata yang mba gunakan. Buat terus cerpen-cerpen kaya gini ya mb tri, berbakat banget.

    BalasHapus
  17. Wahhh...ceritanya sungguh memukau. Mba begitu ahli memainkan konfliknya sehingga pembaca berimajinasi sendiri. Ditunggu cerpen berikutnya.

    BalasHapus
  18. wah, keren, endingnya tak saya duga akan seperti ini.

    Kalau di dunia nyata ada nggak ya profesi confloct maker corporate ini.

    BalasHapus
  19. Wah, mirip2 karya Bang Tere nih, pembuat konflik. Hehe.. Eh ternyata endingnya bikin kaget juga. Lantas, bagaimanakah kelanjutannya? hehe

    BalasHapus
  20. oalahh ternyata cerpen, baru ngeh saya mba wkwkw. Kirain cerita pengalaman pribadi based on true story haha

    BalasHapus
  21. Waduh, endingnya bikin deg-deg syerrr. Dilema euy, ternyata oh ternyata, beneran bikin mikir macem-macem. Kira-kira gimana nasib laki-laki itu. Lebih parah lagi, gimana sang Istri? Gemess

    BalasHapus
  22. Cara membuka cerita dengan dialognya bagus
    Langsung masuk ke persoalan

    Lanjutkan kak

    BalasHapus
  23. Wahhhh keren sekali ceritanya. Jadi penasaran nih bagaimana konflik selanjutnya hehe

    BalasHapus
  24. aduhhh wkkw baca ini imajinasiku lari kemana mana mbak,, wkkw, keren nih mbak tri bisa menuliskan cerpen gini

    klo aku berimajinasi hanya dinikmati sndiri, wkwkw

    BalasHapus

Jika Anda pengguna blogger, harap membuat publik profil blogger sebelum berkomentar agar tidak broken link ya.

Sebaiknya jangan anonim agar bisa saling mengunjungi ...

Komentar muncul setelah dimoderasi.
Terima kasih telah membaca dan berkomentar 😊

Salam kenal ...