BlogKakTri
Lifestyle Blogger, Talk About Blogging, Parenting,Traveling, Tips, Review, and Lifestory by Triyatni Ashari

4 Langkah Strategi dalam Memilih Ide Bisnis

4 Langkah Strategi dalam Memilih Ide Bisnis yang mungkin bisa diterapkan sebelum memulai ide bisnis.

4 Langkah Strategi dalam Memilih Ide Bisnis – Gimana nih puasanya hari ini? Alhamdulillah sudah pertengahan jalan ya. Semoga selalu lancar dan kita bisa kembali Fitri di Hari Raya nanti, aamiin. 

O ya ada enggak di sini yang berniat untuk memulai bisnis? Atau memang sudah memiliki bisnis? Saya pribadi selama ini kan fokus jadi freelancer, nah dalam pemasarannya, kini saya mau mencoba mengembangkan hal lainnya. Salah satunya adalah saya menyesuaikan bisnis yang bisa saya tekuni sambil mengurus anak di rumah. Jadi lebih ke online bisnis. 

Katanya, sebelum menentukan strategi dalam memilih ide bisnis, coba dulu lihat keempat langkah di bawah ini. Siapa tahu bisa membantu.

Temukan Passion

Biasanya, bisnis banyak yang sukses ketika bisnisnya tersebut sesuai dengan passion, minat, keresahan, atau hobi si pebisnis tersebut. Sebut saja contohnya pendiri Flip. 

Kita tahu bahwa Flip adalah sebuah perusahaan yang bisa membantu kita agar bisa transfer beda bank secara gratis tanpa biaya admin. Siapa yang sangka ternyata bisnis ini bermula dari founder yang selalu resah dengan biaya admin 6.500 yang seharga dengan 1 porsi nasi telur di kampusnya. Sayang banget kan. Akhirnya dia membuat Flip hingga bisa sesukses sekarang. 

Lihat Peluang

Peluang pasar memang cukup banyak dan bahkan sekarang semakin unik. Semakin banyak bisnis yang sebelumnya tidak terpikirkan namun bisa menjadi primadona saat ini. 

Siapa sih yang dulu mikir kalau kita cukup tinggal di rumah, bisa mesan makanan secara praktis? Berbelanja di Mart juga tidak perlu lagi meninggalkan rumah. Pas sekali sebenarnya dengan situasi pandemi yang mana kita harus mengurangi mobilitas kita. 

Siapkaan Inovasi

Salah satu fokus saat ini adalah bagaimana sebuah bisnis terus bisa berjalan tanpa ketinggalan inovasi. Stagnan di konsep yang sama tidak akan menguntungkan. Seperti halnya Nokia yang dulunya menjadi hp sejuta umat, namun karena tidak mengikuti inovasi terbaru, akhirnya tertinggal dan sangat jarang yang menggunakan lagi hp tersebut. Blackberry juga pernah menjadi jaya namun kemudian tidak lagi.

Jangan Lupakan Pasar Online

Saat ini, bisnis tanpa pemasaran online seperti sayur tanpa garam. Memang, pasar offline masih sangat menjanjikan. Namun tidak ada salahnya bukan menambah jangkauan melalui pasar melalui online

Keuntungan jika menggunakan pasar online adalah:

1. Jangkauan bisnis lebih luas

Dengan pemasaran online, siapapun bisa menemukan bisnis kita. Saya pernah bekerjasama dengan salah satu brand percetakan misalnya. Dia memiliki situs web sendiri untuk mepermudah pelanggan memilih model atau inspirasi jersey yang diinginkan. 

Serunya lagi, bisa dikirim ke seluruh Indonesia. Berbeda jika percetakan hanya dalam bentuk offline, pemasaran hanya terbatas di kota tempat percetakan tersebut. Jadi kita bisa mengembangkan bisnis dengan membuat situs web, dengan cara membeli di penyedia web hosting. Selain itu kita bisa juga memasarkan di marketplace, sosial media, dan masih banyak lagi.

2. Branding lebih cepat

Keuntungan pemsaran online adalah branding yang lebih cepat. Tahu Scarlett? Mereka memanfaatkan influencer mulai dari nano influencer hingga blogger dan youtuber. Kini hampir seluruh orang Indonesia sudah tahu brand ini. 

3. Bisa go international

Dengan pemasaran online, kesempatan untuk bisa ekspor atau go internasional semakin banyak. Salah satu kawan yang berprofesi sebagai blogger dan Virtual Assistant membuktikan sendiri. Portofolio dalam Bahasa Inggris di salah satu situs perantara freelancer dan advertisers, bisa membantu dia menjangkau konsumen di pasar global. 

Penutup

Itu adalah 4 Langkah Strategi dalam Memilih Ide Bisnis yang mungkin bisa diterapkan sebelum memulai ide bisnis. Mungkin terdengar klise, namun jika konsisten dan serius insyaaAllah ada hasilnya. Yang pastinya banyak lagi kiat-kiat yang mana kita harus banyak belajar terlebih dahulu, sambil praktik di lapangan. Karena teori tanpa praktik apa jadinya? Terakhir, semoga sukses ya bisnisnya. 

Ilustrasi: unsplash.com

1 komentar

Jika Anda pengguna blogger, harap membuat publik profil blogger sebelum berkomentar agar tidak broken link ya.

Sebaiknya jangan anonim agar bisa saling mengunjungi ...

Komentar muncul setelah dimoderasi.
Terima kasih telah membaca dan berkomentar 😊

Salam kenal ...

  1. ide da, tapi eksekusi yang belum dilaksanakan sampai sekarang
    jadi masih sebatas angan-angan aja mbak
    niatnya kudu dikencengin lagi nih

    BalasHapus