BlogKakTri
Lifestyle Blogger, Talk About Blogging, Parenting,Traveling, Tips, Review, and Lifestory by Triyatni Ashari

Pengalaman Ke Dokter Mata Banjarmasin, Bisa Pakai BPJS?

Maafkan vakum setelah sekian lama. Entah mengapa sejak hamil anak kedua dan rempong setelah lahiran, jadi malas nulis, malas ngonten dll. Huhu. Emang saya orangnya bosenen dan gak konsisten kayaknya. Ahhh, jangan ditiru!

Kali ini mau cerita soal mata. Mataku yang dulu jernih dan jelas kini tidak sama lagi hiks.

Sejak lahiran anak kedua tahun lalu, saya merasa mata mulai susah saat ingin melihat jauh. Saya sering mengetes penglihatan dengan pak suami, apakah tulisan di papan A bisa terbaca atau tidak misalnya. Mungkin suami saya juga bosan saking seringnya saya mengeluh penglihatan jadi blur hehe. 

Sempat waktu itu lagi makan bareng adek ipar, dan saya mencoba kacamatanya yang minus. Dan wow, amazing tulisan yang blur bisa dengan jelas terlihat. Rasanya menyenangkan jika bisa kembali normal hiks. 

Karena lumayan lelah dengan penglihatan blur ini, plus sering sakit kepala dan telinga, saya akhirnya mencoba konsultasi dengan dokter faskes 1 saya. Saya menjelaskan perihal mata dengan segala keluhannya. Syukurnya faskes 1 saya yang dokter praktik enak banget kalau mau minta rujukan. Beda banget pas faskes 1 puskesmas, mau minta rujukan dibilangnya kuota rujukan udah berlebih wkwk. Ada yang punya pengalaman sama ditolak rujukan? hehe. 

Dikasih Rujukan Dokter Mata BPJS Banjarmasin

Setelah konsul (via whatsapp) dan menentukan RS yang ingin dituju, surat rujukan akhirnya dijemput ke tempat praktik dokter. Saat itu saya ditawarkan 3 Rumah Sakit yang melayani BPJS dokter mata. Rumah Sakit TPT Banjarmasin, Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, dan Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin. 

Sepengalaman saya nganterin anak didik ke sana (non BPJS tapi ya), dokter di Sari Mulia cukup oke (secara umum ya). Tapi saya tidak mencari tahu dulu soal tata cara pendaftarannya untuk BPJS. Akhirnya saya memilih RS Sari Mulia. 

Ternyata setelah saya googling dan konsul ke teman yang pernah ke sana, saya cukup kecewa karena:

1. Untuk pasien BPJS, tidak boleh pendaftaran melalui online. Sedangkan pasien umum aja yang boleh.

2. Kata teman saya yang pernah ke sana sekitar 2 bulan lalu, antriannya panjaaaang banget. Beliau datang jam 8, sudah dapat antrian ke 100. Mana itu baru antrian BPJS-nya belum antrian dokternya. Jadi kita harus daftar BPJS dulu di pagi hari, lalu datang lagi di sore hari untuk bertemu dokter mata. 

Menceritakan hal ini pada paksu, saya langsung di-ulti ngapain pilih yang belum pernah dirasain. Saya harus mikir keras bagaimana caranya bisa ke sana dengan kondisi masih menyusui bayi. Ditinggal gak mungkin, dibawa kasian. Berhari-hari saya galau dan pusing sendiri. 

Emak-emak kayaknya emang gak boleh sakit ya? Soalnya kalau sakit harus mikirin banyak hal gak bisa dengan tenang sakit - periksa gitu aja haha. Padahal saya ini jarang sakit lho. Selama nikah 6 tahun, ke RS cuma saat hamil dan melahirkan doang. Giliran sakit mata, eh harus mikir panjang biar bisa berobat huhu. 

Setelah pertimbangan banyak hal, termasuk pengalaman dengan dokter obgyn BPJS di berbagai rumah sakit yang pelayanannya rata-rata kayak lagi lari sprint (gak semua ya), saya mikir gimana nanti mau konsul soal mata kalau buru-buru ya? Lagian cuma rencananya sekali ini aja sih. Bukan konsul rutin yang harus sering datang. Saya akhirnya memilih tidak menggunakan hak saya di BPJS, dan beralih ke klinik mata swasta Banjarmasin. Ya bakal keluar uang lagi sih. Tapi daripada pusing kan mikirin gak ada yang bantuin solusinya soalnya hehe. 

Review Klinik Mata Borneo Banjarmasin

Pilihan saya jatuh ke klinik mata Borneo Banjarmasin. Klinik ini terletak cukup strategis dan reviewnya paling banyak dan paling oke di Google (jadi review Google itu penting gaesss). Bisa dibilang, kesimpulannya ini dokter mata terbaik di Banjrmasin dari hasil Google Maps review ya. Paksu juga seingat saya pernah ke klinik ini waktu awal nikah. Tibalah saatnya ke sana. 

Waktu itu, paksu juga kebetulan ada konsul gigi di RS TPT dan izin kantor di weekday. Kami sama-sama ke RS TPT. Lalu dari sana sambil paksu menunggu antrian, saya menggendong si bayi menuju Klinik Mata Borneo. Si kakak ditinggal sama abinya. 

Ruang tunggu banyak dan nyaman

Tiba di sana, kita disambut customer service. Untuk yang baru pertama kali datang, harus menyerahkan KTP terlebih dahulu ya untuk pendaftaran. Untuk jam buka mulai dari 09.00-13.00 (tidak ada open di malam hari). Tapi pendaftaran dimulai pukul 09.00-10.30. 

Saat itu saya sudah sampai sekitar pukul 09.30 dan dapat antrian nomor 4. Sambil menunggu, saya ajak si kecil makan cemilan dan bermain di kolam ikan agar tidak bosan. Setelah itu, saya dipanggil ke ruang tes mata.

Di sana ada asisten yang bertugas mengecek kondisi minus/plus mata dengan alat yang tersedia (mesin dan manual). Sebelumnya sebulan lalu, saya sekali iseng-iseng ngecek mata gratis di salah satu optik Mall Banjarmasin, dan mendapati minus mata saya di sekitar 1,5 jika tidak salah (lupa karena memang catatannya gak boleh dibawa pulang dan gak boleh difoto, namanya juga gratis hehe). Meski sudah pernah cek, saya ragu dengan hasilnya. Karena saat itu kepala seperti puyeng dan baca cerita orang, hasil tes minus bisa berbeda.

Nah kembali ke ruang pemeriksaan. Saat itu ada 2 asisten laki-laki yang bertugas. Karena sambil gendong bayi, saya akhirnya mendudukkan si kecil di lantai sambil diberi mainan. Untungnya sempat anteng beberapa saat. Sampai akhirnya dia mulai menangis hihi. 

Saya sempat tanya ke asisten tersebut, apa sih yang menyebabkan mata minus? "Karena usia", jawab mas-masnya. Seketika jleb merasa tua sekali haha. Padahal ngomongin usia itu sensitif sekali sebenarnya. Uh dasar mas-mas gak peka XD

Btw adek dan kakak saya sudah pakai kacamata sejak SMP/SMA rasanya. Ayah saya juga minus. Jadi saya kira karena keturunan atau karena proses lahiran (baca beberapa artikel). Ternyata usia 30 ini termasuk salah satu faktor mata minus gaes huhu. 

Setelah periksa, saya mendapati munus saya masih di kisaran 0.25 dan 0.5 dan sylinder keduanya. Kaget sih karena hasilnya beda dan ternyata ada sylinder. 

Saya pun kembali ke ruang tunggu. Saya sempet pesen makanan online. Saat itu sudah banyak pasien yang antri. Gak lama saya dipanggil lagi konsul ke dokter mata.

Ada musholla dan toilet yang bersih.

Beliau menjelaskan bahwa saya diberi antrian cepat soalnya orang sebelum saya bakal lama nantinya. Mungkin karena saya megang bayi juga kali ya hehe. Alhamdulillah deh. 

Dokternya mengarahkan saya untuk foto mata. Sambil mangku si kecil yang lagi tidur, saya duduk depan sebuah alat foto. Diminta melirik kiri dan kanan. Setelah itu terlihat jelas kondisi mata saya. 

Jadi mata saya memiliki semacam "kapalan" yang berwarna kuning di bagian putihnya. Memang udah lama sih kondisi ini. Kata dokternya itu karena mata kering, jadi saya direkomendasikan salep.

Selain itu, saya menceritakan keluhan lainnya, dokternya baek banget jelasin secara detail dan sederhana. Dikatakan juga kalau cek mata itu minusnya bisa berubah. Kalau malam itu bisa tinggi karena lelah, jadi lebih akuratnya pagi. Padahal saya belum tanya soal perbedaan minus, tapi udah dapat jawabannya. Saya mengangguk paham. Untuk kondisi telinga berdengung katanya saya mungkin jarang olahraga. Dan saya akui itu hehe. Untuk kacamata saya disarankan yang anti radiasi karena profesi saya di depan laptop dan anti UV kalau sering sakit mata lihat silau matahari. 

Akhirnya selesai konsultasi saya menuju CS untuk tebus obat. O ya, kita bisa memilih menebus obat yang mana ya. Saat itu karena baru awal saya sudah diresepin 3 obat, saya akhirnya cuma memilih satu. Waktu itu saya menghabiskan total sekitar 370 ribuan dari kwitansi sebelumnya 600 ribuan (jika mengambil semua obat). Itu termasuk pemeriksaan mata minus, konsultasi dokter dan obat. 

Akhirnya selesailah prosesnya, dan kebetulan juga bang gopud udah datang. Saya pun bersiap-siap menuju ke RS TPT kembali. Di sana ternyata dokternya paksu belum datang. Memang paling enak ke dokter non BPJS ya lebih cepet wkwkw. 

Kesimpulan Review Klinik Mata Borneo

✅ Pelayanan oke, cek minus ditanya sedetil-detilnya
✅ Fasilitas cukup lengkap (di sana ada jualan cemilan juga btw)
✅ Dokter ramah
✅ Harga lumayan terjangkau

❌ Belum bisa daftar online, harus langsung ke klinik

Info dan Alamat Klinik Mata Borneo Banjarmasin

Klinik Mata Borneo dr.Hasna Retnawati ,S.p.M
Jalan Letjen Jl. S. Parman No.74/21, Belitung Utara, Kec. Banjarmasin Bar., Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70123

No. Wa: 0853-8600-9968

Kesimpulan

Pengalaman ke dokter mata Banjarmasin ini semoga menjadi kali terakhir yang saya lakukan. Semoga tidak ada lagi masalah mata yang harus saya alami. Saya akhirnya yakin untuk menggunakan kacamata setelah banyak pertimbangan. Tapi kacamatanya saya gunakan biasanya untuk perjalanan jauh agar bisa melihat tulisan atau petunjuk di jalan lebih jelas. Semoga review ini membantu ya. Nanti saya akan ceritakan pengalaman ke dokter BPJS saat hamil. See you next story ...

Posting Komentar

Jika Anda pengguna blogger, harap membuat publik profil blogger sebelum berkomentar agar tidak broken link ya.

Sebaiknya jangan anonim agar bisa saling mengunjungi ...

Komentar muncul setelah dimoderasi.
Terima kasih telah membaca dan berkomentar 😊

Salam kenal ...