5 Tips Menghadapi Kecewa & Patah Hati #BukanAlaPsikolog

September 16, 2019


Kisah 1

Alkisah ada seorang pria yang suka sama seseorang. Si pria bertekad buat ngelamar si wanita suatu hari nanti.  Sayangnya si wanita tiba-tiba sudah nyebar undangan. Apa yang harus dilakukan si pria?

Kisah 2

Ada juga cerita seorang wanita. Yang udah pengen nikah sama seseorang. Tapi karena adat yaitu uang 'panai' yang tidak bisa dipenuhi si calon, akhirnya lamaran sang pria ditolak oleh keluarga. Apa yang akan dilakukan si wanita? 

Kisah 3
Seseorang yang pengen banget lulus di jurusan favorit di sebuah Kampus. Sayangnya dia selalu gagal. Padahal dia sudah belajar dengan sebaik-baiknya. Lantas apa akhirnya dia lakukan?

Siapa sih yang enggak pernah kecewa? Coba kita pikirkan apakah ada orang yang hidupnya selalu bahagia? Pasti jawabannya tidak ada bukan? Jadi kita enggak sendiri kan? Yes, karena semua pernah merasakan kekecewaan.

Menurut KBBI sendiri, kecewa berarti kecil hati. Kecewa juga berarti tidak puas (karena tidak terkabul keinginannya, harapannya, dan sebagainya). Kecewa juga berarti tidak senang

Jadi kecewa timbul ketika ada suatu keadaan yang tidak sesuai harapan atau keinginan. Lalu apa yang harus kita lakukan?

Kalau bicara tentang patah hati juga sebelas dua belas ama kecewa. Namun patah hati lebih ke hubungan dengan seseorang.

Patah hati dalam wikipedia adalah metafora umum yang digunakan untuk menjelaskan sakit emosional atau penderitaan mendalam yang dirasakan seseorang setelah kehilangan orang yang dicintai, melalui kematian, perceraian, putus hubungan, terpisah secara fisik atau penolakan cinta.

Kecewa adalah sebuah kata sifat, sedangkan patah hati adalah sebuah kiasan yang menggambarkan keadaan seseorang karena seseorang #uhuk

Kecewa dan patah hati sama-sama peristiwa yang tidak mengenakkan, tidak membahagiakan, bahkan bisa menghancurkan. Lho kok?

kecewa
source : idntimes.com

Dari 3 kisah di atas adalah kisah yang cukup sering terdengar. Namun akhir dari segala kisah tersebutlah yang menjadikannya beda. Berapa banyak kondisi kekecewaan yang berakhir dengan bunuh diri? Berapa banyak kondisi patah hati yang berakhir dengan balas dendam? Tapi tidak sedikit juga yang mengatasi kecewa dan patah hatinya dengan cara yang lebih "elegan" bukan?


Berikut 5 tips untuk mengatasi kecewa dan patah hati #BukanAlaPsikolog ya. Karena aku belum bijak untuk memberi nasihat. Aku nulis ini buat jadi pengingat juga, ehe.

1. Anggap bahwa hidup ini seperti cerita di film
kehidupan
source : posbagus.com

Pernah enggak kalian berjalan di tengah keramaian, dan melihat begitu banyak manusia di sekitar kita, dan untuk apa kita dan mereka diciptakan? Nah, perasaan-perasaan seperti itu yang kadang bisa membuat kita berpikir lagi tujuan hidup kita apa sih? Percaya enggak kalau kita yang bahkan enggak saling kenal pun bisa menjadi terikat paling dekat? Seperti halnya seseorang dari negara A kemudian menikah dengan seorang dari negara B yang beribu-ribu kilometer jauhnya. Kok bisa? Yes, itulah skenario. Tepatnya skenario Tuhan. Yakinkan diri bahwa semua sudah diatur sang Pencipta laiknya sebuah film. Mau nerima atau mau protes tetap hasilnya akan sama. Bedanya kalau nerima ikhlas dapat pahala, kalau protes bisa jadi dosa. Mending dapat pahala kan? Yakinlah bahwa kejadian yang di luar kendali kita (seperti kejadian mendadak, rintangan alam, dsb.) Adalah sesuatu hal yang harus kita lewati agar dapat menjalani ujian hidup dan menjadi lebih hebat lagi.  Jadi buat apa berlama-lama sedih untuk sesuatu yang pasti terjadi?

2. Yakin bahwa semua duka pasti berlalu

Coba hitung ada berapa banyak kondisi kekecewaan dan patah hati yang pernah kita alami? Sebanyak apapun masalah yang pernah lewat di hidup kita tapi intinya itu sudah "lewat". Artinya sudah expired kan?
Karena apa yang terjadi hari ini akan menjadi kenangan pada esok lusa. Itu pasti!

bersyukur
source :posbagus.com

3. Sibukkan diri dengan hal atau seseorang yang baru (yang halal ya) dan cari dukungan!


Ini adalah hal yang paling ampuh menurut saya. Jika kita telah sibuk, biasanya untuk mikir makan apa pun malas. Pengennya nyelesain apa yang sudah jadi deadline. Betul apa benar? Nah mengobati kekecewaan dan patah hati cukup mencari kesibukan yang mengalihkan perhatian. Coba cari hobi yang lama ditinggalkan. Atau baca buku juga asyik lho! Selain itu ingat cari dukungan orang-orang positif yang sejalan sama kita. Jangan sampai teman-teman 'negatif' malah bikin tambah drop. Hindari dulu deh sesuatu hal yang bisa bikin inget atau bikin jatuh. Percayalah, otal kita juga butuh nutrisi akan sesuatu yang positif agar tetap waras yes!

4. Lihat ke bawah

bersyukur
source : posbagus.com

Mari melihat kondisi orang-orang yang bahkan untuk makan sehari pun harus berjuang keras. Atau mereka yang untuk mandi harus berjalan berkilo-kilo jauhnya. Atau mereka yang bahkan belum pernah menyentuh yang namanya Mall atau KFC. Banyak lho! Kita kadang terlalu fokus kepada masalah kita, padahal nikmat yang kita dapatkan jika tiba-tiba hilang akan menjadi musibah berat bagi kita. Namun ternyata banyak yang belum pernah merasakan nikmat yang kita rasa sederhana namun anugerah bagi mereka. Lantas kenapa kita masih mengeluh?

5.Tuhan mungkin sedang cemburu
source: yulindashari.wordpress.com

Anggap saja kamu seorang Ibu. Namun anak yang kausayang dan kaurawat bahkan tidak ingin mengakuimu sebagai ibu-lagak malinkundang-dan lebih memilih hanya bersama wanita yang baru dikenalnya. Lantas kamu cemburu, marah, dan memberinya pelajaran. Nah, bisa jadi Allah yang menciptakan kita, rindu akan lantunan do'a kita padaNya. Cemburu akan perhatian kita yang lebih kepada makhlukNya saja. Ingin agar kita kembali mengingatNya. Ingin agar gita kembali ke jalanNya. Hidayah melalui kecewa dan patah hati juga banyak terjadi. Mungkin  itu jalan yang Allah siapkan agar kita tidak lagi mendua.

Nah itu dia 5 tips menghadapi kecewa dan patah hati #BukanAlaPsikolog. Tapi yang saya betul-betul tekankan adalah bahwa ubah tujuan hidup kita. Seperti kata Pak Dedy Susanto, seorang psikolog yang mengatakan bahwa Jangan pernah memiliki tujuan hidup bahagia. Karena kita tahu itu 'imposible'. Kita harus yakin bahwa ada saatnya hidup kita kecewa. Agar jika saat itu terjadi, kita siap dan mampu menahan luka. Ceilaaaa ...
Terakhir jangan lupa senyum :)
Senyum efektif membuat mood jadi lebih baik (apalagi ditambah coklat, waaahhh), eh eh jangan senyum-senyum sendiri tapi :D.
Sekian.

Let's support each other,

You Might Also Like

1 comments

Terima kasih telah membaca dan berkomentar :)
Komentar akan muncul setelah dimoderasi
Untuk komentar berisi link mohon maaf tidak akan dipublikasikan
Salam kenal :D