#FBBKolaborasi : Semua Tentang Ayah, Selamat Hari Ayah!

November 09, 2019

Bismillahirrahmanirrahim.
Hari ayah nasional
pixabay.com

Kurang lebih 3 Minggu bergabung di Female Blogger Banjarmasin (FBB Community). Ternyata di komunitas ini banyak sekali kegiatan yang seru. Mulai dari giveaway (yang Alhamdulillah aku menang XD), ada kegiatan blogger gathering dengan brand, hingga kegiatan FBB Kolaborasi. 

Apa itu FBB Kolaborasi?
FBB Kolaborasi adalah sebuah kegiatan Blog Collaboration  antara member yang ingin ikutan, dengan menentukan sebuah tema yang dibahas bersama. Nah kali ini, secara perdana aku mengikuti kegiatan FBB Kolaborasi untuk menulis dengan tema Hari Ayah. Tanggal 12 November ternyata dicanangkan menjadi Hari Ayah Nasional lho!

Oleh karena itu, kali ini aku akan bercerita semua tentang Ayah. Ada cerita tentang Papa, Bapak, dan Abi.

Dulu, di sekitarku, aku mengenal hanya seorang Ayah. Aku memanggilnya Papa. Seorang pria yang aku tahu selalu ada untuk kami. Seorang pria yang selalu mendukung apapun yang ingin kami lakukan. Seorang pria yang rela menghabiskan uang berapa pun agar kami bisa mencoba segala macam permainan, hiburan, dan makanan.

Papa adalah lelaki pertama dan yang paling sering mengatakan aku cantik dan pintar. Padahal orang lain tidak beranggapan demikian. Menurutku Papa seorang yang mengerti akan hasrat wanita yang haus pujjan, hoho.

Papa adalah orang yang senang melihat aku maju. Aku pengen ikut ekskul ini, oke. Butuh biaya berapa? Baju seragam harus ada? Pulang jam berapa? Bisa dikatakan aku adalah anak yang paling jarang dimarahin. Malah lupa kapan Papa marah soal kesalahan yang aku buat, ya karena aku anak baik-baik, wkwk. Fix ini lebay 🤣. Papa memang seorang bijaksana.


Papa juga adalah orang yang pertama peduli akan pubertas aku. Aku anak cewek tertua di rumah. Di saat aku butuh seseorang yang mengenalkan pakaian dalam wanita, papa yang membelikan karena aku belum tahu belanja. Papa yang menyuruh memilih bedak padat mana yang ingin aku pakai. Sepatu mana yang ingin aku kenakan. Papa seorang pengertian.

Papa itu selalu mendukung keputusan apapun yang aku buat. Pengen sekolah di mana. Mau kemping di mana. Jalan ke mana. Pengen kerja di mana. Pengen ikut lomba apa. Papa jarang banget bilang NO. Sekali lagi aku lupa kapan Papa nolak. Pas aku bilang mau nikah aja, Papa belum tahu asal-usul calonnya, belum pernah ketemu calonnya pun, Papa iya-iya aja. Papa bener-bener percaya banget sama keputusan yang aku ambil.

Masalah teknologi ini yang baru, gadget itu yang oke, berita sana yang populer, restauran itu yang viral, Papa biasanya yang paling tahu. Papa senang banget membaca. Saking senangnya membaca, Papa sewaktu masih kecil dan kekurangan, selalu memungut koran bekas untuk dibaca (aku juga menuangkan cerita ini dalam sebuah buku antologi pertamaku). Makanya aku juga suka baca.


 Alhamdulillah sejak kecil Papa sering dapat beasiswa hingga lulus STM. Tidak ingin anaknya mengalami serupa, sejak kami masih anak-anak, Papa tidak segan untuk berlangganan banyak majalah. Mulai majalah Bobo kesukaanku, majalah wanita milik Mama, majalah Komputer, hingga majalah Handphone yang sering aku baca juga. Memang prinsip Papa : jangan sampai ketinggalan! Papa memang paling update.

Papa yang dulu pernah menyelamatkan aku dari arus deras air terjun, padahal Papa gak bisa berenang.

Papa, yang dengan enteng mengiyakan untuk aku mencoba permainan gokart yang cukup laki.

Mencoba ekskul taekwondo dan band yang lebih laki lagi.

Papa yang mengizinkan aku bermain tornado di Dufan berkali-kali, meski Papa malah gak ikutan karrna takut.

Papa selalu berusaha untuk membantu anak-anaknya, membahagiakan  anak-anaknya. Itu yang aku lihat. Untuk orang lain pun demikian.

Terima kasih tak terhingga Papa :)

Walau sejak SMP Papa dan Mama telah berpisah, hal tersebut tidak mengurangi kasih sayang Papa kepada kami meski tinggal berbeda rumah. Meski banyak momen bersama yang hilang, seperti sahur dan buka bersama, salat Id bersama, jalan-jalan bersama, hal tersebut kadang dibayar Papa dengan mengajak kami jalan yang terkadang dengan tiba-tiba. Papa juga tetap berusaha berkumpul di momen-momen penting anaknya seperti wisuda dan pernikahan kami. 

Meski tentu ada kekurangan, ya manusia memang punya kekurangan, itu tidak menghapus semua kenangan-kenangan indah yang pernah Papa berikan.

Aku telah menikah pun, Papa tetap seperti dulu. Berusaha membuat kami senang saat bertemu. Kali ini ditambah bertemu cucu tentunya. Papa tidak pernah ikut campur keputusanku. Tapi Papa selalu memberi saran bahwa agar dalam rumah tangga harus ada yang mengalah. Itulah Papa. Sehat terus ya Pa. Semoga Tri nanti bisa membawa Papa ke Baitullah, aamiin.

O ya, kini sekarang ada tambah 2 Ayah lagi di sekitarku. Ayah mertua dan Ayah anakku. Mereka adalah orang yang baru mengisi hari-hariku selama 3 tahun terakhir ini. Ayah mertuaku, seorang yang suka bercanda, tegas, namun rajin luar biasa. Kursi kayu di rumah dibuat sendiri, dan rumah batu dibangun sendiri tanpa tukang lho! Salut! Belum lagi jika berkunjung ke rumah, beliau tidak segan untuk membantu bersih-bersih rumah yang notabene tugas menantunya ini, hehe. Kadang nyapu, ngepel, bersihin wc, apa aja dikerjain deh sama Bapak mertuaku ini. Pantas anak Bapak juga rajin. Anak Bapak ya suamiku.

Suamiku, ayah anakku. Kami memanggil beliau, Abi. Kalau ada barang rusak enggak langsung dibuang atau cari tukang. Tapi percaya diri buat benerin sendiri barang. Paling out of the box itu perbaikin baterai laptop sendiri yang awalnya udah enggak bisa dipakai jadi bisa. Abi ini juga enggak segan turun tangan langsung bantuin nyuci baju, nyuci piring, ngurusin anak dan berbagai hal lainnya. Love you Abi 😘.

Mereka semua Ayah yang hebat. Beban untuk menjaga kelangsungan hidup istri dan anaknya terus mereka bawa hingga akhir hayat. Bahkan beban tersebut terbawa hingga akhirat. 

Para Ayah akan diminta pertanggungjawaban bagaimana mereka mendidik istri dan anak mereka. Bagaimana dosa-dosa yang dilakukan istri dan anak mereka. Bagaimana mereka menafkahi keluarga mereka. Adakah hal-hal yang membuat sumber nafkah menjadi haram? Berat. Berat menjadi Ayah.

Doaku tetaplah kuat para Ayah kita. Tetap kuat menjadi pelindung dan pengayom dalam keluarga. Dari dunia, hingga akhirat sana.

Terkhusus Papa. Aku kangen Papa. Terima kasih atas semuanya. Semoga Allah membalas kebaikan Papa kelak dengan SurgaNya. Aamiin.

Tertanda : dari anak Papa yang cantik dan pintar XD.



Hari ayah nasional

Karena katanya 12 November menjadi Hari Ayah Nasional, aku mau ngucapin Selamat Hari Ayah! Tetaplah menjadi yang terbaik para Ayah di seluruh Indonesia. Selalu tersenyum dan menjadi sumber tuntunan dalam keluarga. Aamiin. 

But we love Ayah every single day 🤗!

You Might Also Like

6 comments

  1. Waaah, beruntungnya bisa dikelilingi oleh ayah ayah yang hebat. Semoga bisa menjadi anak/istri/mantu yang hebat juga untuk mereka ya. Selamat hari ayah 😊

    ReplyDelete
  2. Yep, ayah pasti selalu bilang cantik ke anak perempuannya ya mbak haha.
    Alhamdulillah sekarang saya jg sama sdh punya 3 sosok ayah di kehidupan

    ReplyDelete
  3. Ngga sebooming hari ibuk sih, tapi, yaaaa, ayhah emang patut diapresiasi :D

    selamat hari ayaaaah :')

    ReplyDelete
  4. Benar-benar semuanya tentang ayah ya. Siapapun ayah kita, kita harus hormat kepadanya karena perannya dalam kehidupan kita juga tidak kalah pentingnya dari seorang ibu.

    ReplyDelete
  5. Amiiinnnn.. semoga semua ayah bisa terus kuat untuk jadi pelindung dan pemimpin bukan hanya di dunia tetapi juga di akherat kelak,,,,

    ReplyDelete
  6. Menarik nih kisahnya. Punya para ayah yg luar biasa dalam hidup. Wht a bless..

    ReplyDelete

Terima kasih telah membaca dan berkomentar :)
Komentar akan muncul setelah dimoderasi
Untuk komentar berisi link mohon maaf tidak akan dipublikasikan
Salam kenal :D