Review Buku Disleksia : "Kelainan" Unik yang Menjadikan Anak Bisa Berbakat Luar Biasa

Review Buku Disleksia : "Kelainan" Unik yang Menjadikan Anak Bisa Berbakat Luar Biasa

Konten [Tampil]

Halaman : 168
Penulis : Olivia Boby dkk.
Penerbit : Gramedia

Ebook by Ijak

BLURB

Pada umumnya penderita disleksia kesulitan mengeja kata, membaca, menulis, berbicara, serta mendengarkan suara orang lain. Mereka kurang mampu menganalisis maksud keseluruhan kata-kata dan mencampurkan bunyi/suara dalam kata-kata. Dalam buku ini akan dijelaskan penyebab terjadinya disleksia, cara mengenali ciri-ciri anak yang menderita disleksia, serta cara mengatasinya. Penanganan yang cepat dan tepat akan membuat anak dapat mengikuti kegiatan belajar sebagaimana layaknya anak normal. Semoga buku ini dapat mengubah pandangan masyarakat tentang disleksia serta membangun kesadaran berbagai pihak untuk peduli pada penderitaan anak disleksia dan potensi yang mereka miliki. Cinta tulus orangtua dan bimbingan lingkungan terdekatnya adalah hal yang paling berperan dalam menajamkan intuisi dan mengeluarkan semua potensi pada anak disleksia hingga dapat mencapai kesuksesan.
 
REVIEW
Sewaktu saya menonton video YouTube Deddy Corbuzier dan anaknya, saya cukup kaget dengan pengakuan mereka bahwa mereka mengidap disleksia. Disleksia yang mereka alami adalah sulitnya membaca, mengingat nama orang, dan sebagainya. 
Melihat ebook ini di Ijak (Aplikasi penyedia layanan ebook gratis oleh Pemerintah Jakarta, bisa download di PlayStore bagi yang belum tahu), saya langsung tertarik untuk membacanya. Dan benar saja, saya dibuat terperangah dengan apa yang saya baca.

Disleksia sebenarnya terbagi tiga. Tapi buku ini lebih fokus pada disleksia yang umum yaitu disleksia visual (sindrom Irlen). Semua yang diutarakan penulis lebih kepada pengalaman pribadi.

Bukunya sangat menarik dengan aturan layout yang lain dari biasanya (2 kolom) dan warna-warna dan jenis font yang beragam. Buku ini sangat enak dibaca dan menambah pengetahuan baru, bahwa anak disleksia bukan malas belajar atau membaca. Tapi mereka memang kesulitan karena sampai harus melihat huruf bergoyang dan keluar dari buku. Hal itulah yang membuat mereka pusing. Namun sudah ada pengobatan dengan menggunakan kacamata berwarna.  Yang uniknya, mereka ternyata memiliki kelebihan lain, karena susunan otak kanan yang lebih besar. Makanya banyak orang jenius dan sukses adalah pengidap disleksia. Seperti Albert Einstein, Thomas Alfa Edison, Pelukis Monalisa, dsb. Pokoknya hampir semua penemu dan penulis terkenal yang kita tahu ternyata mengidap disleksia. Wauu bukan? Padahal mereka di sekolah dulu ada yang tidak bisa menyelesaikan sekolah, dianggap  malas belajar dsb. 
Pokoknya buku ini wajib untuk dibaca, apalagi banyak solusi untuk mengembangkan bakat anak pengidap disleksia. Karena ibarat 2 mata pisau, salah penanganan justru mereka bisa menjadi anak "nakal" yang rendah diri, dan menjadi masalah untuk lingkungan sekitar.

Baca Juga

1 komentar

  1. aaya baru tahu disleksia banyak jenisnya dari aa gym, yg mana beliau jg mengidap disleksia warna.
    rupanya saya jg disleksia. suka bingung nulis dan kadang huruf dan susunan katanya kebalik. ngomong jg gitu, susunan katanya kebalik-balik. tp alhamdulillah gak parah sih.
    paling berasa kalau belajar bahasa asing. sayanya suka, udah belajar berbagai cara tp otak ni macam nggak mau diajak kompromi. bingung banget gitu sampai sakit kepala. hihihi

    BalasHapus

Jika Anda pengguna blogger, harap membuat publik profil blogger sebelum berkomentar agar tidak broken link ya.

Sebaiknya jangan anonim agar bisa saling mengunjungi ...

Komentar muncul setelah dimoderasi.
Terima kasih telah membaca dan berkomentar 😊

Salam kenal ...