BlogKakTri
Lifestyle Blogger, Talk About Blogging, Parenting,Traveling, Tips, Review, and Lifestory by Triyatni Ashari

Review Buku peREmpuan: Dari Kisah (Nyata) yang Berlanjut Penuh Haru Kang Maman

REVIEW BUKU PEREMPUAN MAMAN SUHERMAN


Penulis :Maman Suherman
Tebal : 199 Hal
Penerbit : Pop Icecube

BLURB 

Dua puluh enam tahun setelah kematian Re:, Melur kembali ke tanah airdengan gelar PhD tersandang di belakang namanya.

Sejumlah tanya ia bawa pulang: Siapa sebenarnya ibu kandungnya?Betulkah ibunya diperjualbelikan, dipaksa menjadi pelacur lesbian?Apa penyebab kematian ibunya yang teramat tragis itu?

Herman menyambut kedatangan Melur dengan risau. Haruskah rahasia yang ia pendam lebih dari seperempat abad itu diungkap? Tidakkah hal itu akan memicu Melur untuk membalas dendam?

Mengapa buku kehidupan perempuan harus sarat seloka luka?

. . . . . . . .

peREmpuan adalah sekuel novel RE: yang diangkat dari kisah nyata.

REVIEW

"Saya bukan pintar, juga tidak cerdas, jawab ibumu. Tapi itu karena saya selama ini berada di tempat gelap. Terbiasa dalam gelap. Melihat dalam kegelapanlah yang membuat semuanya menjadi jernih, menjadi terang. Apa yang semula tak terlihat menjadi nyata. Setitik cahaya di kejauhan pun, menjadi terlihat seperti pendar cahaya berlian. Beda kalau saya melihat di tempat yang terang. Silau, sampai-sampai benda yang di depan mata pun bisa tidak terlihat."

Nangis. Sesenggukan. Sakit hati!

Tiga hal yang menggambarkan saya ketika membaca novel peREmpuan karya Kang Maman tersebut (sekuel novel RE:)

Novel ini tetap menyuguhkan kisah nyata meski beberapa adalah fiktif, namun keseluruhan cerita masih tetap membuat saya kagum terhadap sosok RE:, yang telah meninggal namun masih menyisakan pelajaran hidup yang berarti. 
Di Novel kali ini fokus beralih ke Melur. Anak RE:. Bagaimana kehidupan Melur?

Yah, Melur berhasil membantah peribahasa "Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya". Dia berhasil menjadi wanita luar biasa dan meraih gelar doktor di Jepang, meski kita tahu sendiri bahwa dia adalah seorang anak dari Wanita Tuna Susila khusus lesbian (baca kisah di buku Re:). 
Herman (Kang Maman) juga menyuguhkan wawancara terbaru mengenai dunia pelacuran. Dimana latar belakang bukan hanya karena masalah "terpaksa", tapi juga untuk sekedar senang-senang. Saya kaget, begitu tahu ternyata seorang kakak adik mahasiswi dari keluarga berada (ayahnya seorang pejabat negara) berprofesi seperti itu di kota besar. Belum lagi gigolo (sebutan untuk pemuas nafsu oleh pria) yang bisa melayani 2-4 wanita setiap harinya, sampai dia "eneg" sendiri dan bahkan bisa bosan. Kisaran usia pelanggan wanitanya adalah 17-65 tahun. Gila? Yes, begitulah dunia saat ini.

Sebelum membaca peREmpuan, saya sempat penasaran bagaimana kondisi Herman sekarang. Apakah masih patah hati ditinggal RE: atau sudah menikah dengan wanita lain, ternyata jawabannya ada di buku ini. 😊 Baca yuk! 😍

Ebook by @ipusnas.id app

Posting Komentar

Jika Anda pengguna blogger, harap membuat publik profil blogger sebelum berkomentar agar tidak broken link ya.

Sebaiknya jangan anonim agar bisa saling mengunjungi ...

Komentar muncul setelah dimoderasi.
Terima kasih telah membaca dan berkomentar 😊

Salam kenal ...