Click to Translate

[BOOK REVIEW] Bokis 2 : Potret Para Pesohor, dari yang Getir Sampai yang Kotor




Penulis : @kangmaman1965
Tebal : 153 hal
Terbit : 2013 (@penerbitkpg)

BLURB 

Dunia hiburan Indonesia tidak hanya menyimpan cerita serba gemerlap dan glamor, tapi juga kisah getir dan penuh tipu-tipu.

Bagaimana demi popularitas orang rela mengorbankan bukan hanya seluruh harta, tapi juga harga diri bahkan organ tubuhnya? Atau, orangtua yang mau melakukan apapun agar sang anak tampil di panggung hiburan? Juga, bagaimana pihak-pihak yang berkuasa ikut menentukan dan tampil sebagai pemenang dalam dunia yang karut-marut seperti itu?


Maman Suherman, jurnalis infotainmen kawakan yang punya hubungan luas di kalangan pesohor, menyingkap betapa eratnya harta, seks, dan kekuasaan dalam dunia hiburan kita.
 


"Yang menyumbang besar, akan jadi pemeran utama. Yang sumbangannya lumayan, jadi pemeran pembantu. Yang paling sedikit, ya ... diminta untuk tahu diri. Perlu dicatat, peran maupun skenario disusun bukan berdasarkan atas kemampuan akting ataupun kebutuhan cerita, melainkan "kulik-kulik" sedemikian rupa disesuaikan dengan nilai sumbangan peserta. Sinetron pun muncul di stasiun TV. Cuma satu episode. Film layar lebar yang dijanjikan tidak terwujud. "Tidak ada modal," kata panitia. Alhasil, para pemimpi itu kembali ke tanah kelahiran masing-masing dengan membawa impian yang memudar, dan kantong yang menipis" (kutipan Bokis 2).


REVIEW 

Setelah melahap buku pertama bokis yang bikin sport jantung, buku kedua ini tidak kalah mengejutkan. Untuk yang sedang atau pernah bekerja sebagai jurnalis, mungkin akan mengangguk-ngangguk kepala tanda setuju atas segala fakta-fakta yang diangkat Kang Maman di buku ini. 

Tidak tanggung-tanggung, kasus-kasus yang terjadi pun bisa dibilang menyentuh hingga ranah kriminal. Ranah yang seharusnya ditindak pihak aparat, namun karena sudah menjadi rahasia umum para pesohor, akhirnya menajdi ranah pemakluman.

Tahukan anda kalau ternyata ada orang yang "jual anak dan diri mereka sendiri" agar bisa menjadi artis?

Gak semua audisi itu "resmi"! Ada audisi lomba "asal-asalan"!

Ada penyanyi donor ginjal agar bisa membayar rekaman musik?

Gratifikasi model baru yaitu gratifikasi 'seks' oleh pejabat kementerian?

Cerita di atas adalah bagian-bagian judul beberapa kisah "unik bin aneh" yang baru dalam buku lanjutan Maman Suherman dalam serial BOKIS.

Buku kedua ini (BOKIS 2 : Potret Para Pesohor, dari yang Getir Sampai yang Kotor) memaparkan sejumlah kisah dan fakta "gelap" lainnya

Sekali lagi, membaca buku "kisah nyata" ini membuat saya sekali-sekali menarik napas dalam-dalam, mengingat "kotornya" dunia persilatan para pesohor, artis, pejabat, maupun pengusaha
Bagaimana mungkin semuanya terlihat aman-aman dan baik-baik saja?
Lagi-lagi, rahasia umum dibuat maklum. 
Juga rasa malu yang seolah tidak perlu. 
Meski memang tidak semua, tapi apa yang diceritakan Kang Maman di buku ini memaparkan hal yang seolah hal "luar biasa" bagi kita, menjadi "biasa saja" bagi mereka.

Siap-siap menjadi orang yang tidak percaya "berita sensasional" lagi dengan mudah begitu saja.
Karena bisa jadi itu adalah sebuah rekayasa belaka 😐 .

Baca buku melalui @ipusnas.id (ebook gratis oleh Pemerintah)
@pohontomat | Triyatni Ashari
ɪɴᴅᴏɴᴇꜱɪᴀɴ | ᴍᴜꜱʟɪᴍᴀʜ | ᴀ ᴍᴏᴍ | ᴄᴏᴍᴘᴜᴛᴇʀ ɴᴇᴛᴡᴏʀᴋɪɴɢ ᴠᴏᴄᴀᴛɪᴏɴᴀʟ ʜɪɢʜ ꜱᴄʜᴏᴏʟ ɢʀᴀᴅᴜᴀᴛᴇ | ᴊᴀᴘᴀɴᴇꜱᴇ STUDY ɢʀᴀᴅᴜᴀᴛᴇ | ʟᴏᴠᴇ ᴛᴏ ʀᴇᴀᴅɪɴɢ ᴀɴᴅ ꜱʜᴀʀɪɴɢ | ᴄᴏɴᴛᴀᴄᴛ ᴍᴇ ꜰᴏʀ ᴍᴏʀᴇ pohontomat.com@gmail.com ɪɴꜱᴛᴀɢʀᴀᴍ : @ᴘᴏʜᴏɴᴛᴏᴍᴀᴛ

Related Posts

Posting Komentar

Recent

Masukkan Email untuk Langganan Gratis