Review Buku BOKIS : Kisah Gelap Dunia Seleb (Kisah Nyata Para Ahli Peran Karya Kang Maman)

Daftar Isi [Tampil]

BOKIS (Kisah Gelap Dunia Seleb) .
Penulis : @kangmaman1965
Tebal : 143 hal
Penerbit : @penerbitkpg (2012)
.
***

BLURB

Dengan empati dan rasa humornya, Maman Suherman, seorang jurnalis infotainment kawakan, menyingkap kisah mencengangkan, menyedihkan, bahkan cerita konyol di balik gegap gempita panggung hiburan Indonesia. Siapa sangka orangtua menghalalkan segala cara demi popularitas anaknya? Anda yakin suara penyanyi yang Anda dengar adalah suaranya sendiri? Bagaimana pula seorang jurnalis menghadapi rayuan manis narasumbernya? Dalam 33 artikel yang ditulisnya dengan gaya santai dan kocak di buku ini, kita akan diajak menatap apa yang selama ini tidak kita lihat dan menyimak apa yang belum pernah kita dengar.

“Di balik gemerlap dunia infotainment ter-sem bunyi aneka kisah menyesakkan calon artis dan keluarganya. Di tengah industri hiburan media yang masif, ter jadi per se kong-kolan agen artis, biro iklan, pejabat, politisi, sang artis, ter ma suk war tawan. Semuanya dikupas cer das oleh Maman Suherman.”
Eko Maryadi, Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI)

“Buku ini bisa dinikmati dalam berbagai perspektif. Bokis bisa menghibur karena penuh dengan anekdot lucu dan persepsi orisinal, tapi juga bisa menambah ilmu, karena tanpa disadari pembaca, Maman Suherman tidak per nah lepas dari intelek-tuali tasnya sebagai sarjana sosial. Dalam ka-rier yang penuh warna, kedua sifat Maman Suherman selalu bersandingan. Entertaining, analytical.”
Wimar Witoelar

“Menghadapi seorang ibu yang menjual anaknya agar menjadi selebriti mungkin hal biasa bagi sebagian orang dalam dunia hiburan. Namun, bagaimana Maman mengendalikan diri untuk tidak mudah menjual profesionalismenya belum tentu dapat dilakukan jurnalis media hiburan lainnya. Begitu juga ketika Maman memutuskan untuk tidak menggunakan video aborsi artis muda sebagai bahan berita. Keputusan yang menurut saya sangat meng harukan.”
Ezki Suyanto, Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia

“… terbius dan tercengang….”
Donna Agnesia, Artis

“Beranikah kita menatap cermin ini?”
Sakdiyah Ma?ruf, Feminis


REVIEW 

"Saya berharap Bapak bisa memuat anak saya di media yang Bapak pimpin ini. Syukur-syukur jadi sampul. Tolong anak saya, Pak. Ini demi karier dan masa depannya. Saya tinggal anak saya di sini. Terserah, anak saya mau diapain aja. Mau dibawa ke mana aja, yang penting dia masuk di media bagus. Sore nanti saya jemput."
***
.
Baca cerita di buku Kang Maman ini membuat saya tidak berhenti geleng-geleng kepala dan istighfar. Entah karena saya yang kampungan atau memang hidup di kota besar yang berlebihan, tidak mampu membuat saya bisa mengubah kata "heran" menjadi "maklum". 
Apalagi kisah potongan di atas, yang mana ibu sendiri "menjual" anaknya demi fatamorgana popularitas. Dan anaknya? Hanya bisa pasrah dan menangis! 😩

Belum lagi kisah-kisah tentang pengusaha yang menghabiskan milyaran rupiah agar anak terkenal. Sampai rela membeli penghargaan platinum palsu?

Ada juga suami artis yang ingin menjual video aborsi istrinya?

Ada kasus artis yang mana "lain suara", "lain penyanyi", alias pinjam suara?

Juga kisah miris, kalau prestasi penghargaan (award) yang bisa dibeli?

Dan masih banyak kisah-kisah "bokis" lainnya. Kang Maman sebagai jurnalis sangat pandai meramu buku "aib" ini menjadi lebih ringan dan sarat humor. Saya sempat terbersit bahwa ternyata jadi jurnalis itu berat, gak banyak orang yang kuat. Yang ada malah ikut terjerat. 😿

Jangan heran jika setelah baca ini, nonton berita tentang artis atau pejabat jadi punya persepsi berbeda 😹. Karena buku ini semua berdasarkan kisah nyata. Dan benar adanya. Tapi tak berhenti disitu. Yang ingin saya tanyakan adalah sampai kapan seperti ini? 😧😨😰 .
@pohontomat

Baca buku di aplikasi @ipusnas.id
Baca Juga :
@pohontomat | Triyatni Ashari
ɪɴᴅᴏɴᴇꜱɪᴀɴ | ᴍᴜꜱʟɪᴍᴀʜ | ᴀ ᴍᴏᴍ | ᴄᴏᴍᴘᴜᴛᴇʀ ɴᴇᴛᴡᴏʀᴋɪɴɢ ᴠᴏᴄᴀᴛɪᴏɴᴀʟ ʜɪɢʜ ꜱᴄʜᴏᴏʟ ɢʀᴀᴅᴜᴀᴛᴇ | ᴊᴀᴘᴀɴᴇꜱᴇ STUDY ɢʀᴀᴅᴜᴀᴛᴇ | ʟᴏᴠᴇ ᴛᴏ ʀᴇᴀᴅ ᴀɴᴅ ꜱʜᴀʀᴇ | ᴄᴏɴᴛᴀᴄᴛ ᴍᴇ ꜰᴏʀ ᴍᴏʀᴇ pohontomat.com@gmail.com ɪɴꜱᴛᴀɢʀᴀᴍ : @ᴘᴏʜᴏɴᴛᴏᴍᴀᴛ

Related Posts

Posting Komentar

Recent

Masukkan Email untuk Langganan Gratis