Pengalaman Menyapih Anak Pertama (Sudah Weaning with Love atau Belum?)

Pengalaman Menyapih Anak Pertama (Sudah Weaning with Love atau Belum?)

Konten [Tampil]

weaning with love
image source : muslimgo.co.id

MasyaaAllah Tabarakalah
 
Menyapih wwl (Weaning With Love) ternyata tidak mudah. Apakah ada bedanya cara menyapih anak perempuan dalam Islam dengan laki-laki? 
Si kecil udah 2 tahun. Masih ingat awal-awal nyusuin yang enggak bisa bangun dari tempat tidur kecuali pipis dan mandi 🀣. Sempat 12 jam lebih nempel yang kalau disimpan di tempat tidur pasti kebangun πŸ˜„. MasyaaAllah Alhamdulillah.


Pengalaman menyapih ini sekitar sebulan lebih yang lalu. Saya sempat share di akun instagram saya. Sebenarnya kalau baca-baca pengalaman tiap orang, kata metode weaning with love (menyapih dengan cinta), masih agak buram menurut saya pribadi.

Dulu saya mengambil pengertian bahwa weaning with love (WWL) adalah metode yang berbeda dengan metode menyapih orang-orang dulu. Yaitu jika orang-orang dulu, contoh terdekat Mama saya, memberi tambahan rasa pada puting agar kita berhenti menyusu (yang pahit seperti kopi, pahit ikan, dan lain-lain), saat ini metode WWL lebih megutamakan tidak memberi hal seperti itu agar anak tidak merasa trauma dan dibohongi. 

Setelah membaca lebih dalam lagi, syarat kedua WWL berarti tanpa pemaksaan pada anak, tanpa rasa bersalah pada Ibu, dan berjalan alami. 

Nah, untuk syarat kedua tersebutlah saya sepertinya tidak lulus. Karena pada praktiknya, kami memang tidak menggunakan apapun pada puting, tapi kami langsung melepas si kecil begitu saja. Tentu dengan drama yang luar biasa.

Perlu diketahui sebelumnya, anjuran menyusui selama 2 tahun terdapat di dalam Al Qur'an. 

Hal ini sebagaimana firman Allah SWT, QS al-Baqarah [2] ayat 233 yang artinya: "Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya".


Namun, tak ada salahnya jika si ibu tak sampai dua tahun dalam menyusui bayinya. Menyusui sampai bayi berumur dua tahun hanyalah sebatas anjuran, bukan kewajiban. Ini diterangkan dalam penghujung ayat tersebut.


Menyusui selama dua tahun disebut sebagai bentuk maksimalnya perhatian orang tua kepada bayinya. "Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun." (QS Luqman [31]: 14). (gomuslim.co.id)

Jadi saya sempat membaca pada sebuah artikel bahwa dia menyusui anaknya hingga 3 tahun demi WWL yang benar seperti menyesuaikan kebiasaan lepas ASI dengan pelan-pelan (proses panjang). Prinsip orang tersebut, menyusui adalah hal yang membahagiakan, melepaskan juga harus dengan rasa bahagia tanpa paksaan. Saya tidak menyalahkan hal tersebut, tapi saya hanya mengikuti anjuran Al-Qur'an yang disesuaikan. Kebetulan adik bungsu saya juga sempat 3 tahun ASI karena memang dia sangat susah lepas ASI sampai Mama saya tidak tega. Ada juga cerita dari kawan bahwa dia masih memberi ASI anaknya yang 3 tahun karena suaminya tidak tahan mendengar suara tangisan (Ya Allah ini betul-betul luar biasa si Ibu).

Baca juga : Tempat Tidur Box Bayi Desain Eropa Aman Pilihan Ibu Hamil, Claire et AgnΓ©s & Luniklo

Jadi buat siapapun, semua berhak menentukan waktu dan tahu mana yang terbaik untuk si kecil. Anak siap, ibu siap, itu poin penting dari menyapih kata orang.


menyapih
Kami tetap sayang Aurora meski gak mimi lagi kok, MasyaaAllah Tabarakallah
Awalnya saya berencana menyapih saat suami liburan akhir tahun semester di rumah mertua. Namun menurut suami, harus sebelum liburan karena takut tidur Eyangnya si kecil terganggu karena masih sering bekerja shif-shift-an. Saya pun sepakat untuk memulai lebih cepat.
Kami waktu itu bersepakatan dengan suami bahwa akan mulai menyapih si kecil dengan serius. Di umur 2 tahun 16 hari, suami sudah bertekad membantu untuk begadang agar si kecil betul-betul bisa lepas ASI. Meski sudah disounding sejak umur setahun, tetap saja praktik ternyata tidak semudah harapan πŸ˜†. 

Contoh Sounding yang bisa dilakukan yaitu :

"Desek udah setahun, 12 bulan lagi berhenti mimi ya, pas umur 2 tahun sudah besar" (tiap bulan disounding)
" Kata Allah di Al-Qur'an, mimi itu cuma sampai 2 tahun, jadi Dedek nanti 2 tahun udah stop mimi ya"
"Dedek udah 24 bulan, nanti kalau haus minum air putih ya, kalau lapar makan"

Sebenarnya kalau bisa memilih, saya sih tidak apa si kecil mimi terus sampai bosan. Soalnya lebih enak tidurin dia, tinggal mimi, joss langsung terlelap. Saya juga bisa ikutan tidur, atau melakukan kegiatan lain seperti menulis.

Selain itu, saya juga sebenarnya yang belum siap dengar teriakan rewel, atau  enggak mau mengganggu tidur abi yang masih harus kerja. Rencananya nunggu liburan semester aja. Tapi abi saranin lebih cepat. Kita akan lihat sampai jam berapa begadang? 🀣 

O ya sekadar informasi, anak saya tipe yang harus mimi dulu baru bisa tidur. Enggak kebayang bisa enggak ya disapih? Soalnya ada juga anak yang meski ASI masih bisa tidur tanpa mimi. Tapi tetap harus mencoba, yakin pada anak juga kata orang, hehe.


Ini dia tahap-tahap perkembangan menyapih anak saya. Cara menyapih anak perempuan dalam Islam semoga sesuai. Entah ini dikatakan menyapih wwl atau bukan, semoga bisa membantu buat Ibu-ibu yang akan menyapih dalam waktu dekat.


14/12/19

🎢Malam minggu malam terakhir bagi kita. Hayuu siapa yang nyanyi? Awalnya kami sempat siapkam dot berisi air putih dan susu. Dia sempat suka, tapi hanya bertahan beberapa menit. Setelah itu dia tidak ingin lagi mencoba.

Malam mulai kami menyapih si kecil. MasyaaAllah. Dramanya luar biasa. Si kecil yang tidak biasa tidur tanpa mimi, malam itu harus berpisah selamanya. Masih terbayang ketika dia minta dipangku, lalu menatap mata umi sambil ngomong "mimi 😟". Dan itu berulang-ulang 😭 Sempat gak tega, huhu. Abi menguatkan tekad. Abinya ambil alih gendong. Sekitar jam 1 malam, dia berhasil tidur. Mungkin karena melihat kami berdua juga sudah tidur duluan 🀭🀣.

15/12/19

Malam senin. Abi besok mau kerja. Sejak pagi sekitar jam 10 kami jalan-jalan. Balik mau magrib. Dan tibalah malam, masih drama nangis kenceng. Sempet down minta diundur aja nanti pas liburan bulanan abi bisa libur 3 harian. Tapi abi tetep yakin lanjut. Karna kaki umi sakit jd gak bisa gendong. Dia juga masih memelas ingat mimi. Abi sempat udah tidur duluan jadi gantian. Akhirnya dia bobo sendiri (lagi).

16/12/19

Hari Senin. Hari ketiga. Siang hari dia gak bisa bobo sama sekali. Beda waktu masih mimi pasti ada bobo siang. Kemarinnya bobo di jalan waktu keluar. Malamnya berharap cepet bobo karena gak bobo siang. Tapi nasib dia masih sedikit drama. Umi & abi Langsung mengambil posisi tidur. Dia ikut tidur minta dielus. Kali ini udah lupa minta mimi dia. Hanya susah tidur. Akhirnya dia tertidur dielus-elus.

17/12/19

Siangnya dia gak bobo siang lagi. Malamnya kami belanja. Pas di jalan cepet bobo. Sampai di rumah berharap pas naruh di kasur tetap lanjut bobo. Ternyata bangun pemirsa! Masih nangis-nangis. Sempet gantian 2 x gendong sama abinya. Akhirnya sekitar 15-20 menit dia mau diletakkan di kasur. Dalam waktu 2 menit dielus langsung tidur! Yeaay. Pukul 21.30 waktu tercepat saat ini!

Yang beda adalah biasanya sering bangun mimi, ini bobonya udah lama. Hari 1 & 2 aja yang bangun sekali rewel. Selanjutnya paling sekali bangun minta minum. Kadang si kecil jika sudah tidur malam malah gak bangun sama sekali (dulu pas masih ASI sering kebangun).

Alhamdulillah, di hari ketiga dia tidak minta mimi sekalipun. Dia seperti sudah lupa. Kadang dia bisa tidur malam dengan mudah, kadang dia masih tetap susah untuk tidur (masih rewel).

Sekarang, sudah sebulan lebih kami menyapih, si kecil pernah saya jahilin ngasih mimi lagi. Tapi dia menolak sendiri dan berkata "tidak", hihi jadi lucu. Sayangnya, proses tidur siang yang saat ini masih belum menemukan ritmenya. Si kecil jadi jarang tidur siang, tidur malam pun sering larut. Meski pernah juga tidur dari magrib hingga subuh, namun itu terjadi hanya sekali. Dia lebih sering tidur siang di jalan saat naik motor. Atau tidur sore secara tiba-tiba. Kadang dibawa naik sepeda juga bisa tidur.

Sudah banyak cara dilakukan agar dia tidur siang, tetap saja susah. Jika saya mengajaknya tidur dan baring di kasur, dia akan menangis dan meminta saya bangun hingga saya duduk baru berhenti menangis. Jadinya juga saya tidak pernah lagi tidur siang seperti biasa, tidur malam pun larut. Waktu untuk membaca dan menulis juga semakin berkurang. Tidak apa, semoga seiring waktu si kecil bisa tidur siang lagi. Alhamdulillah si kecil tetap aktif dan semakin rajin makan setelah disapih, itu salah satu efek positifnya.

Hal yang cukup terlihat berbeda adalah si kecil yang semakin manja sejak disapih. Selalu minta gendong tiba-tiba, atau saat ingin tidur. Alhamdulillah dukungan suami sejak awal yang menjadi penguat. Sering bantu juga nidurin si kecil. Yang biasanya tidur hanya bisa dengan uminya, kini si kecil bisa tidur dengan abinya Alhamdulillah.

Itu dia sharing saya tentang menyapih wwl. Mungkin ini bisa menjadi acuan cara menyapih anak perempuan dalam Islam. Semoga bermanfaat πŸ€—


Tapi ya emang benar rasanya ada yang hilang si kecil enggak mimi lagi. Jadi umi yang kangen saat ingat matanya menatap dengan polos sambil mimi 😭


Baca Juga

16 komentar

  1. Mbak, aku terharu bacanya. Sedrama itu ternyata. Semoga aku juga nanti bisa merasakan weaning with love dengan lancar. Ibu senang, bayi senang, ayah senang. Rasa sayang orangtua memamg setinggi itu.

    BalasHapus
  2. Anak yang disapih itu emang jadi nggak tidur siang lagi ya? Anak saya sejak nggak menyusu juga nggak lagi mau tidur siang. Cuma memang tidur malamnya jadi lebih lelap dan panjang sih.

    BalasHapus
  3. MasyaAllah sudah gede artinya, siap dengan menu hidangan yang akan variatif (selain ASI), makin pinter dan juga pastinya siap-siap deh sudah dewasa (wkwkwkw emak mellow kadang ya, biasanya diasiin per berapa jam), sehat selalu ya, Nak.

    BalasHapus
  4. Menyapih ini tantangan tersendiri buat tiap ibu selain toilet training ya. Semangat mbak, semua atas nama cinta ibu insyaallah baikkkkk endingnya

    BalasHapus
  5. Jadi kangen Ibrahim mimi juga huhu, terpaksa menyapih karena lagi hamil adiknya :')
    Tapi bener tuh poin menyapih ada di kesiapan ibu dan anaknya, kalau anaknya udah siap tapi ibunya belum jadinya ya susah juga gituu

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah aku menyapih ketiga anakku sekitar 2thn an lebih sedikit. Pakai metode jaman dl. .kalau gak salah pakai odol aja letakin di sekitar payudara. Alhamdulillah sukses dan nggak ada trauma2an haha

    BalasHapus
  7. Jadi melow, baca paragraph Terakhir aaah sudah 5 tahun Aku meninggalkan masa masa bertatapan mata saat proses mimi

    BalasHapus
  8. Masyaa Allah tabarakallah jadi si adek sekarang sudah gak mimik lagi ya mbak? aku jadi ingat adikku dulu juga suka digituin sama ibuku mbaa dibohongin terus dikasih apa biar gak mimik lagi

    BalasHapus
  9. banyak ya cerita seputar menyapih ini. kalau anak pertamaku kemarin dia malah berhenti sendiri pas aku hamil lagi. katanya sih asi ibu hamil itu nggak enak lagi di lidah bayi entah benar apa nggak

    BalasHapus
  10. Wah keren sampai inget tanggal2nya dan kejadiannya apa aja. Kalau anak pertamaku lbh mudah krn waktu itu hamil anak kedua jd kyknya dia ngrasa Asinya dikit dan lepas sendiri. Yg anak kedua lbh sulit dan butuh sounding lbh lama. Plus krn emaknya melow gk siap2 kalau mau lepasin hihihi

    BalasHapus
  11. Barakallah mom. Ah jadi ingat proses menyapih 5 Bulan lalu. Semua berlalu begitu cepat, padahal rencananya nunggu sepakat lagi tapi aku nekat aja pas suami Dinas. Tega ngga tega sih :')

    BalasHapus
  12. wah hebat Bun :') tetap sehat selalu untukmu dan si kecil ya :D

    BalasHapus
  13. Mba, aku 3 bulan lagi mau menyapih hehehe aku deg2an karena dari sekarang udah sounding anaknya ga mau mau nyenyen wkwkwk...duh semoga selancar ini nih Bismillah

    BalasHapus
  14. Anak saya udah 2 tahun dan saya belom menyapih dong hahaha.
    Kadang kesal juga, pengen tidur dengan nyaman, nggak terus menerus nyusuin sampai pegal, tapi selalu saja sikon belum memadai hiks

    BalasHapus
  15. waaa ternyata memang tantangan banget untuk melakukan WWL ini dan butuh pendekatan yang lebih dan lebih banget nih terutama bonding ibu dan anak juga ya. Alhamdulullah bermanfaat banget mba postingannya, jadi aku bisa belajar

    BalasHapus
  16. Rasa ada yg hilang ya mbak soalnya kan udah kayak kebiasaan ya terus tiba-tiba di rumah, pasti ada rasa itu sih. Btw, poin anak siap dan ibu siap itu bener banget sih ya, harus siap keduanya.

    BalasHapus

Jika Anda pengguna blogger, harap membuat publik profil blogger sebelum berkomentar agar tidak broken link ya.

Sebaiknya jangan anonim agar bisa saling mengunjungi ...

Komentar muncul setelah dimoderasi.
Terima kasih telah membaca dan berkomentar 😊

Salam kenal ...