Pengalaman Pindah Rumah Baru, Ini 10 Hal yang Harus Diperhatikan

Daftar Isi [Tampil]
pindah rumah
Sebagai pengantin baru, tentu ada keinginan agar bisa tinggal mandiri di rumah sendiri. Mau itu kontrak atau beli, setidaknya bisa mengatur segalanya sendiri. Selain ini merupakan salah satu tuntunan agama Islam, tinggal di rumah sendiri secara psikologi juga lebih baik daripada tinggal bersama orang lain. Bisa mengurangi konflik-konflik yang setidaknya tidak perlu terjadi.

Saya pribadi setelah nikah, karena kami memang kerja di rantau, kami langsung timggal di rumah berdua. Meski belum rumah sendiri, tapi di rumah dinas di sebuah komplek sekolah asrama.

Padahal sebelum nikah sebenarnya kami sudah mencicil rumah dengan KPR Syariah (uang suami sih hehe, tapi saya sudah tahu). Namun karena setelah menikah kami langsung ditawari untuk tinggal di rumah dinas oleh Direktur, akhirnya kami tidak menempati rumah dulu. Lagian belum ada perabotnya juga sih, masih kosong melompong, wkwkw.

Nah, setelah 3 tahun di rumah dinas sejak Januari 2017, sekitar Januari 2020 kami akhirnya harus pindah dari rumah dinas. Cukup excited tapi sedikit khawatir, soalnya baru pertama kali. Lalu apa saja yang harus diperhatikan saat ingin pindah rumah baru? Kita mulai sebelum memilih rumah ya :

1. Alasan Beli Rumah

Harus tentukan dulu alasan beli rumah. Apa memang urgent atau tidak. Kalau setelah belajar sana-sini, katanya mending sebenarnya beli tanah lalu cicil sendiri bangun rumahnya. Karena meski Syariah, KPR itu pasti tetap menjual harga rumah berkali-kali lebih mahal dari harga cash. Jangan sampai kredit macet di tengah jalan. Atau justru terseok-seok dalam melunasi cicilan. Jika masih belum ada tabungan banyak, bisa kontrak dulu mungkin lebih aman.

2. Tujuan Menetap Lama atau Tidak

Sebagai orang rantau, kami sebenarnya tidak berencana tinggal lama. Jadi kalau memang berencana tidak menetap lama, bisa jadi rumah yang dibeli nanti akan dijual kembali. Pastikan membeli rumah yang strategis dan komersil untuk dijual kembali.

Selain itu, jika memang tidka berniat untuk menetap lama, bisa juga membeli perabot-perabot bekas. Sekarang ini sudah banyak jual beli barang bekas seperti baru, biasanya mereka menjual perabotnya jika ingin pindah rumah. Nah daripada nanti harga jualnya lebih murah saat pindah rumah lagi, lebih baik beli bekas sekalian. Harga barang bekas biasanya hingga 80% lebih terjangkau dari harga barang baru bahkan bisa lebih murah lagi. Kondisinya padahal ada yang mencapai 80% dari kondisi barang baru lho. Jadi tidak seperti barang bekas. Tinggal pintar-pintar memilih barang.

3. Lokasi Rumah

Sebelum pindah rumah dan membeli rumah, perhatikan lokasi. Sebaiknya cari lokasi yng dekat dengan pasar atau minimal ada penjual sayur yang lewat di depan rumah. Pasar sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Lebih bagus lagi jika tanpa perlu naik kendaraan, bisa berjalan kaki. Kebetulan rumah yang kami beli sangat dekat dengan pasar. Berjalan kaki pun bisa.

4. Ukuran dan Harga Rumah

Sesuaikan ukuran rumah yang akan dibeli dengan kebutuhan keluarga dan budget yang ada. Pas hunting kemarin, dengan ukuran rumah yang sama, suami menemukan harga yang lebih mahal juga, namun akhirnya suami memilih rumah yang kami tempati sekarang lebih murah. Dengan bahan-bahan material yang kurang lebih sama padahal. Jadi lihat baik-baik kalau memang ingin beli rumah di perumahan, hunting dulu ya hehe.

Kebetulan karena kadang bapak ibu mertua dan ipar menginap pas bapak mertua cuti kerja, kami memesan rumah dengan 2 kamar. Padahal desain awal hanya satu kamar. Kami juga menambahkan sedikit renovasi dapur agar lebih luas. Tapi semua tergantung kebutuhan ya.

5. Waktu Pindah Rumah

Perhatikan waktu akan pindah rumah. Sebaiknya di saat suami libur atau ada orang yang bisa bantu di saat luang. Saat pandemi kan lebih sering di rumah tuh, cukup bisa menjadi pilihan waktu pindah rumah. 

6. Barang-barang yang Harus Dibawa

Saat pindah rumah, kami menyusun barang sekitar beberapa hari sebelumnya. Caranya dengan seperti berikut :

  • Sekitar 2 minggu sebelumnya, bawa barang perabot cicil ke rumah, agar sewa pickup bisa sekali jalan, dan tidak repot di hari H.
  • Semingguan sebelumnya, masukkan barang ke kardus yang bisa tidak digunakan beberapa hari, seperti buku, baju jalan dll.
  • Beberapa hari sebelumnya, pilah-pilah barang yang kemungkinan tidak dipakai lagi selama setahun, seperti tempat-tempat makanan, atau barang elektronik yang rusak. Segera buang atau sumbangkan jika masih layak. Termasuk baju-baju yang jarang dipakai, aksesoris, pernak-pernik dan lainnya
  • Sekitar 3 sampai sehari sebelumnya, jangan belanja bahan masakan yang berlebihan. Cukup untuk masak sehari dua hari.

Jadi saat hari H, bisa hanya skeali proses pindah. Itu mungkin karena jarak pindah kami cukup dekat, sekitar 10 menitan saja. Beda lagi jika pindah rumah hingga berjam-jam naik mobil atau lintas pulau, bisa mengirimkan barang-barang via kargo ya agar lebih efektif. Yang dibawa jalan hanya secukupnya saja. Lebih lengkap ada tulisan menarik dari teman saya tentang Pengalaman Pindah Rumah Antar Pulau

7. Tentang Memesan Kendaraan dan Menyewa Jasa Orang, Hati-hati!

inget banget dulu pas kecil sering pindah rumah karena Papa pindah dinas. Tapi karena masih kecil seingat saya enggak ada bantuin wkwkw. Yang ingatnya lagi pas pindah rumah dulu, kata Mama ada aja barang yang hilang. Mungkin pas istirahat di jalan, atau lagi lengah. Kebetulan paling sering memang pindahan dengan truk gitu. Bisa dipalak juga lho di jalan, huhu.

Jadi hati-hati dalam menyewa kendaraan ya. Pastikan ikuti sejak awal berangkat hingga mengawasi saat pengangkatan barang.

8. Perlukah Minta Bantuan?

Kebetulan dulu kami hanya bertiga, saya suami dan si kecil yang masih berusia 2 tahun. Saat pindah perabot, suami minta bantuan teman kantor laki-lakinya untuk bantu mengangkat perabot, enggak mungkin saya kan hehe. Namun saat setelah selesai pengangkatan semua barang, semua urusan beres-beres kami lakukan berdua. Jika ada kerabat dekat, mungkin akan minta bantuan, sayangnya tidak ada. Jadi sebenarnya jika memang perlu minta bantuan, tidak apa mengingat proses pindahan ini cukup menguras tenaga.

9. Beberapa Jam Sebelum Pindah Rumah

Beberapa jam sebelum pindah rumah, saya sudah membereskan makanan-makanan dari kulkas. Sebaiknya pesan makanan saja agar tidak repot lagi memasak. Lalu pastikan pilah-pilah barang sesuai tempatnya. Jangan sampai nanti lupa barang A ditaruh di kardus mana seperti yang saya hadapi dulu, kirain hilang eh ternyata ada aja hihi. Hampir suudzon lagi.

10. Setelah Pindah Rumah, Haruskah Beres Segera?

Karena sebelum pindahan kami sudah menyicil barang saat renovasi rumah, kami sekalian bersih-bersih. Jadi saat ditempati, rumah sudah cukup bersih untuk sekadar tidur dulu. Sebaiknya, susun barang-barang dicicil saja, bisa sampai 3 hari. Yang penting tenaga harus dihemat karena urusan bukan hanya soal pindah rumah. Banyak hal yang harus diurus apalagi jika suami sudah sibuk kerja, dan sebagai blogger ada deadline sama klien, wkwk.

Nah itu dia 10 hal yang haru diperhatikan berdasarkan pengalaman saya pindah rumah. Cerita pindah rumah ini semoga ada yang bisa diambil hikmahnya, yang burukya dibuang saja, hehe. Soalnya ini pengalaman pertama kali, tentu ada kurangnya. Salah satunya dalam pengemasan barang yang sampai lupa jadinya hehe.

Terakhir, jangan lupa berdo'a agar dilancarkan. Karena semua terjadi atas kehendak-Nya. Yang mau pindah rumah semoga dilancarkan ya 😆. Semangat! 💪



Baca Juga :
@pohontomat | Triyatni Ashari
ɪɴᴅᴏɴᴇꜱɪᴀɴ | ᴍᴜꜱʟɪᴍᴀʜ | ᴀ ᴍᴏᴍ | ᴄᴏᴍᴘᴜᴛᴇʀ ɴᴇᴛᴡᴏʀᴋɪɴɢ ᴠᴏᴄᴀᴛɪᴏɴᴀʟ ʜɪɢʜ ꜱᴄʜᴏᴏʟ ɢʀᴀᴅᴜᴀᴛᴇ | ᴊᴀᴘᴀɴᴇꜱᴇ STUDY ɢʀᴀᴅᴜᴀᴛᴇ | ʟᴏᴠᴇ ᴛᴏ ʀᴇᴀᴅ ᴀɴᴅ ꜱʜᴀʀᴇ | ᴄᴏɴᴛᴀᴄᴛ ᴍᴇ ꜰᴏʀ ᴍᴏʀᴇ pohontomat.com@gmail.com ɪɴꜱᴛᴀɢʀᴀᴍ : @ᴘᴏʜᴏɴᴛᴏᴍᴀᴛ

Related Posts

2 komentar

  1. Kesepuluh hal tersebut memang harus diperhatikan ya ketika memutuskan pindah rumah. Saya dulu di awal pernikahan sempat pindah rumah beberapa kali dan sekarang dengan orang tua hehe. Soalnya dua adik saya di kota lain dan orang tua sudah sangat sepuh.

    BTW ada award buat Tri di blog saya ya, saya publish tulisannya tanggal 31 Mei, sila disimak.

    BalasHapus
  2. pernah merasakan moving out begini, rempooong. apalagi sampe antar provinsi beda pulau. nge-pack barang-barang & ngirim pake cargo. Inget waktu aku SMA kan ikut tante di Tangerang, berasa banget malah pas pulang ke Banjarmasin kok nambah banyak barang-barangku.

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih telah membaca dan berkomentar 😊

Komentar muncul setelah dimoderasi.

Salam kenal 😆

Recent

Masukkan Email untuk Langganan Gratis