BlogKakTri
Lifestyle Blogger, Talk About Blogging, Parenting,Traveling, Tips, Review, and Lifestory by Triyatni Ashari

Wisata Alam Seru Bersama Orangutan di Bukit Lawang

Meskipun lahir dan besar di Sumatra Utara, tepatnya di kota Berastagi, saya belum pernah singgah ke salah satu objek wisata paling terkenal di provinsi ini Bukit Lawang. Saya sendiri sudah menjelajah ke lebih dari 50 negara, tapi kalau di tanya objek wisata di daerah saya, saya sering kagok. Oleh karenanya akhir tahun 2019 yang lalu, saya putuskan untuk mengeksplor lagi daerah asal saya.

Meskipun lahir dan besar di Sumatra Utara, tepatnya di kota Berastagi, saya belum pernah singgah ke salah satu objek wisata paling terkenal di provinsi ini Bukit Lawang. Saya sendiri sudah menjelajah ke lebih dari 50 negara, tapi kalau ditanya objek wisata di daerah saya, saya sering kagok. Oleh karenanya akhir tahun 2019 yang lalu, saya putuskan untuk mengeksplor lagi daerah asal saya. 

Saya berangkat dengan kendaraan umum untuk menempuh rute Medan ke Bukit Lawang yang jaraknya 90 Km. Saya sempat transit di  Binjai untuk naik mini bus, karena frekuensinya lebih sering dibanding bus langsung dari Medan ke Bukit Lawang. 

Durasi Perjalanan

Durasi perjalanan dari Medan ke Bukit Lawang totalnya sekitar 3 setengah jam termaksud transit waktu tunggu. Jalan umum dari Binjai ke Bukit Lawang yang masih berlubang membuat perjalanan menjadi lebih lambat.

Tentang Bukit Lawang

Bukit  Lawang termasuk ke dalam lingkup Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang merupakan daerah konservasi Orangutan. Memang tujuan utama saya ke Bukit Lawang adalah untuk melihat satwa berbulu orange yang keberadaaannya dilindungi negara ini.

Untuk bisa masuk ke area Gunung Leuser, pengunjung wajib membayar izin masuk ke polisi hutan (ranger). Namun untuk alasan keamanan, saya memilih untuk ikut tour guide resmi dimana biaya yang saya bayarkan sudah termaksud biaya masuk ke Taman Nasional Gunung Leuser juga.

Pengalaman Melihat Orangutan Langsung di Alam

Karena waktu terbatas, saya hanya ambil tur 3 jam di Bukit Lawang. Untungnya meskipun sebentar, saya bisa ketemu 4 orangutan lho! Senang banget karena pertama kalinya saya liat Orangutan di alam. Pengalaman luar biasa sekali bisa mengamati kegiatan hewan yang genetiknya 97 persen sama dengan manusia ini.

orang utan

Selain orangutan, hewan lain yang sangat mengesankan di daerah ini adalah monyet ekor panjang yang dinamai Thomas oleh penduduk setempat. Monyet berjambul ini sangat ramah dan berparas imut. Hewan pemakan rumput ini pun sangat kalem ketika saya mencoba mengamatinya lebih dekat lagi. 

Pengalaman Seru Lainnya

Selain mengobservasi orangutan dan hewan langka, trekking di Bukit Lawang juga membantu saya untuk mengenal alam lebih dekat lagi. Banyak pohon besar dengan diameter di atas 1 meter yang megah. Beberapa jenis tumbuhan yang ada di hutan hujan tropis ini antara lain  pohon kayu jeni damar, meranti, dan kayu raja. Jalur trekking juga lumayan terjal. Saya kerap naik dan turun bukit sambil memegang erat akar dan batang pohon disambil mencoba menyeimbangkan badan.

bukit lawang

wisata alam

Perjalanan trekking di Bukit Lawang ditutup dengan aktivitas yang seru, tubbing! Dengan menggunakan ban, saya diajak melakukan arung jeram di arus sungai Bahorok. Ban diikat dengan tali timba untuk bentuk jaring-jaringnya untuk saya bisa duduk di antara jaring tersebut.Sangat sederhana namun metodenya efektif. Air sungai Bahorok yang jernih dan dingin terasa segar di wajah yang kelelahan setelah menjelajah hutan.

Video perjalanan saya di Bukit Lawang bisa di lihat di link Youtube ini :

Kesimpulan

Walaupun keseluruhan perjalanan saya di Bukti Lawang hanya dua hari, namun pengalaman tersebut cukup berkesan. Perjalanan ini, mengingatkan saya bahwa banyak sekali obejk wisata alam dan budaya di tanah kelahiran sendiri yang masih perlu saya jelajahi.

Olivia Purba

Tentang Penulis:

Olivia Purba adalah seorang travel addict yang sudah keliling ke 52 negara di 6 benua. Pengalaman travelingnya sudah dibukukan oleh Gramedia di buku “Traveling Aja Dulu: Jalan-jalan Gratis ke 35 negara”. Ikuti update perjalanannya di www.travelingajadulu.com atau Instagram www.instagram.com/traveling.aja.dulu 


1 komentar

Jika Anda pengguna blogger, harap membuat publik profil blogger sebelum berkomentar agar tidak broken link ya.

Sebaiknya jangan anonim agar bisa saling mengunjungi ...

Komentar muncul setelah dimoderasi.
Terima kasih telah membaca dan berkomentar 😊

Salam kenal ...

  1. Waaah mirip aku nih. Kalau ditanya orang : apa wisata Tulungagung, ya kagok.
    Akhirnya selama 1 tahun ini memutuskan untuk menceritakan kota sendiri. Serunya malah nemu jejak kerajaan Majapahit.
    Btw aku jadi penasaran mau main ke Bukit Lawang ini.

    BalasHapus