BlogKakTri
Lifestyle Blogger, Talk About Blogging, Parenting,Traveling, Tips, Review, and Lifestory by Triyatni Ashari

Jadi Penyiar Radio, dari Cari Berita Hingga Jemput Marshanda

Kisah menyiar di EBS FM Unhas
ANNOUNCER
Rasanya kalau mengingat masa lalu itu cukup menyenangkan. Selain bisa bikin senyum-senyum sendiri, nostalgia juga bisa jadi ajang seru buat mengobrol dengan teman lama. Apalagi nostalgia waktu masih lajang, masih muda. 


Kali ini pengen cerita soal pengalaman jadi penyiar radio kampus semasa kuliah. Sebuah pengalaman yang luar biasa menurut saya. Dari situ, saya belajar banyak hal. Karena memang salah satu manfaat dari mengikuti sebuah kegiatan ekstrakurikuler adalah pengalalaman dan pembelajarannya bukan? Hihi.


Nah kita mulai dari awal mau masuk kuliahnya ya …


Awal Masuk Kuliah

Menjadi mahasiswa baru di Universitas Hasanuddin Makassar tahun 2010 adalah salah satu momen membahagiakan di hidup saya.


Meski masuk di jurusan yang bukan tinggi peminat, jurusan Sastra Jepang, tapi waktu menyandang sebagai mahasiswi universitas Negeri yang cukup terkenal ini rasanya cukup bangga.


Apalagi saya pribadi lulusan SMK. Sebuah sekolah kejuruan yang tidak fokus pada IPA maupun IPS. Bisa dibilang mungkin keberuntungan aja lulus SNMPTN wkwk.


Waktu itu berpikir, wah gimana ya rasanya kuliah. Pakai baju bebas, terus pindah-pindah kelas. Jalan di lorong-lorong kampus kayak di sinetron-sinetron di TV, haha.


Saat menjadi mahasiswa baru, kan ada tuh momen penyambutan mahasiswa baru. Di mana ada stand-stand UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang berjajar. 


Banyaaaak banget ternyata UKM-nya. Kalau pas sekolah istilahnya ekskul kan ya. Nah kalau kuliah ini UKM.


Saat itu baru tahu ternyata UKM di sebuah kampus itu banyak banget, Ya wajar sih, masahasiwa baru yang diterima tiap tahun juga banyak. 


Sekitar 5 ribuan kalau tidak salah jumlah kami semua satu angkatan. Pas SMA kan paling cuma mentok ratusan sampai seribuan siswa. 


Nah, melihat banyak UKM, saya tipe orang yang selalu pengen nyobain hal baru (tapi skill yang lama enggak sampai ahli dan enggak tuntas, wkwkw). Jangan ditiruin ya, hehe. Sekarang eh udah tua baru mulai mau fokus akan sesuatu.


radio announcer

Waktu itu saya langsung mencoret dari daftar beberapa kegiatan tambahan yang sudah pernah saya rasakan selama di sekolah. Seperti pramuka, English Club, juga Taekwondo. Ngeband juga sempat, tapi saya sadar enggak ada bakat, hehe.


Nah, saat itu lihat UKM Radio. Langsung tertarik. Pengen banget rasain yang namanya jadi penyiar radio, dan di sinilah petualangan dimulai ...

Mendaftar UKM RADIO Kampus

Lupa kapan tepatnya, tapi sekitar tahun 2010 akhir, saya mulai mendaftar di sebuah UKM Radio. UKM yang letaknya tepat di bawah rektorat ini memiliki tempat yang tidak terlalu besar. 


EBS FM UNHAS


Ada formulir pendaftaran, dan saat itu ternyata prosesnya juga sama seperti ospek-ospek lainnya. Serunya dari awal ospek pun sudah banyak ilmu yang kita dapat.


Bahkan dalam proses ospek menuju pemilihan akhir (screening), banyak sekali hal yang harus kami lalui. Mulai dari rajin bersih-bersih, rajin nongkrong, mengikuti semua kelas latihan penyiaran, hingga siap untuk mengikuti screening yang akan dilakukan di outdoor dan menginap semalam.



Masih ingat kala itu saat semacam uji nyali di malam hari, dalam gelap gulita, kami ditanya secara pribadi bagaimana praktek penyiaran yang sudah kami pelajari. Apa saja yang harus dilakukan saat ada pendengar yang iseng nelpon hehe.


Di saat terakhir, ada momen kami dijatuhkan di kolam renang. Yang pasti, senior yang sudah lulus pun ikut andil dalam upacara penerimaan anggota baru di UKM radio ini. Jadi susasana kekeluargaanya betul-betul terasa.


Dapat Jadwal Siaran

Yeaay siaran!

Awal-awal siaran, kami masih didampingi para senior. Setidaknya melatih penggunaan beberapa hal yang harus dikuasai. Seperti mixer (pengatur lagu dan suara), microfon, juga PC (yang daftar lagunya banyak banget!)


Enggak berlangsung lama, kami langsung dipercaya untuk siaran sendiri. Intinya tiap ada jadwal kosong, kami bisa mengambil jadwal siaran dan melaporkan pada Broadcasting Manager. 


Nanti nama kami akan ditulis di papan jadwal siaran yang ditulis menggunakan spidol non-permanent. Jika terkendala, kita bisa saling mengganti.


radio announcer


Saat itu saya pernah dapat jadwal siaran EBS Calling (request lagu saat istirahat mulai dari jam 12 sampai jam 2 siang). EBS Rilex Time (membicarakan informasi dengan santai di sore hari~~~semoga enggak salah~~ haha). 


Juga EBS Opini (berdiskusi berita yang lagi hangat pada jam 8 hingga 10 pagi). Terkadang ambil EBS Headline di jam-jam tertentu untuk membaca berita singkat, juga EBS Morning tiap jam 7 pagi baca berita terbaru.


Kalau siaran malam sebenarnya sampai jam 2 malam. Tapi itu khusus cowok semua. Cewek dilarang nyiar, apalagi wilayah kampus cukup rawan karena luas sekali dan penduduk umum bisa bebas keluar masuk.

Kecelakaan Saat Mau Siaran

Demi bakti pada UKM, saya pernah mengambil siaran Good Morning yang dimulai jam 7 pada hari Minggu. Saya berangkat dari rumah yang jauhnya sekitar 30 menit dari kampus. 


Saya berangkat pagi agar tidak telat. anmun apesnya saya malah tabrakan dengan salah satu motor dari arah berlawanan. Ya jadi pengalaman sih. Untungnya enggak terlalu parah cuma lecet aja hehe.

Belajar Mencari Berita

Selain dilatih kemampuan menyiar, kami juga dilatih kemampuan jurnalisnya. Mulai dari bagaiamana menyususn dan menulis berita, live event report, membuat jingle radio, dll.


Dalam mencari berita, kami dibebaskan dan dipercaya untuk bergerak sendiri atau pun minta didampingi juga boleh. Yang penting kartu identitas penyiar kami bawa, kami bisa dapat akses ke mana saja termasuk bertemu artis. 


Kalau di Jakarta ketemu artis mungkin udah biasa mungkin, tapi kalau di Sulawesi mah lumayan jarang. 


Beberpa jingle iklan lewat yang ada di radio komunitas kami bahkan diisi oleh artis-artis yang di mana didapatkan oleh para senior secara gratis. Sebut saja D'massiv, Adera, dll. (lupa sebenarnya wkkw).


Saya pribadi pernah menunggu Rio Febrian yang lama banget di balik panggung. Tapi ujung-ujungnya enggak ketemu karena buru-buru. Emang susah nyari artis hihi (atau kurang usaha? 😁)


Foto bawah kanan waktu dapat penghargaan penyiar terbaik kedua di EBS FM periode itu

Menjemput Marshanda di Bandara

Waktu itu, kami ada event kerjasama dengan Brand Wardah. Nama acaranya "The Miracle In You by Rendy Saputra & Marshanda".


Sebuah event motivasi yang menghadirkan bintag tamu 2 motivator. Saat itu Marshanda masih berhijab dan belum bercerai. Nama Msrshanda juga dicatut sebagi Motivartist saat itu di beberapa pamflet yang disebar. Marshanda memang mulai bangkit waktu itu saat mulai berhijab dan baru menikah.


Sebagai panitia, meski bukan panitia utama, saya dan salah satu junior EBS diminta menjemput Marshanda di Bandara.


Deg-degan dong. Apalagi ini pertama kali. Saat itu Marshanda keluar jalannya cepet banget. O ya aslinya emag cantik banget hehe. Kami kawal dari belakang. Ada 2 mobil yang digunakan. 

marshanda
Flyer Universitas lain (roadshow gitu)


Kebetulan junior satunya yang semobil dengan Marshanda. Uniknya dia memanfaatkan momen tersebut untuk meminta Marshanda rekaman video selamat hari ibu (atau ucapan ulah?) buat ibunya dia. Marshanda saat itu welkam banget dan menyetuji permintaan junor tersebut. 


Tibalah saatnya kami memulai acara. Kami juga di akhir acara melakukan foto bareng Marshanda. Kalau tidak salah waktu itu November 2013. Saya menemukan tanggal ini di salah satu catatan blog teman saya namanya Uci hehe (Saya dipanggil Kakak karena masuk di EBS lebih dulu).


Sering Ada Undangan Acara Pemerintahan

Sebagai salah satu yang "bekerja" di media penyiaran (meski hanya komunitas), kami juga tidak lepas dari berbagai kegiatan pemerintah yang sering mengundang kami secara resmi.


Mulai dari Dinas Pariwisata, KPID, Diskominfo, dll. Biasanya, jika ada peluncuran program terbaru, kami akan diundang. 


EBS FM UNHAS EVENT
Foto 1: EBS Crew With Adera, Foto 2: Ikut acara KPID Award


Saya sering ikut mewakili radio karena kebetulan kalau lagi free hehe. Dan sempat juga sebagai Public Relation alias Humas. Selain dapat berita, juga makan gratis, trus pulang-pulang dapat uang transport lagi (ya uang pajak kita sih hahah). 


Karena pernah jadi Public Relation juga, saya sempat melakukan berbagai program kerja. Di antaranya mengurus beberapa hal ke Dinas pendidikan, Diskominfo juga KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) terkait perizinan radio. 


Ya, kalau bisa dibilang cukup serius sih radio itu. Di kepengurusan saya belum sempat berhasil mengurus perizinannya (yang sudah diurus bertahun-tahun sebelumnya). 


Alhamdulillah baru baca berita, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Radio Kampus EBS FM Universitas Hasanuddin akhirnya berhasil  mendapatkan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) yang berlangsung di Kantor Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan pada tahun 2019 (saya mengurus sekitar tahun 2012-2013).

EBS merupakan radio komunitas pertama yang mendapatkan Izin Penyelenggaraan Penyiaran di Indonesia lho!

 

Jadi Senior  (Katanya)

Uniknya masuk UKM ini, tidak mesti jadi mahasisawa baru. Bahkan ada seangkatan kuliah namun masuk UKM EBS lebih telat setahun dari saya. Mau tidak mau dia malah menganggap saya senior di EBS.


Kami pun yang sudah masuk lebih dulu, malekukan tandem (siaran bareng) agar yang baru masuk bisa langsung belajar. Seru sih, hehe.


Tiba di saat KKN dan proposal saya mulai mengurangi waktu siaran (bahkan saat KKN kosong sbeulan karena berada di sebuah desa terpencil nan jauh).


Sehabis skripsi kalau misal pengen masih lanjut siaran sebenarnya boleh banget. Udah lulus pun kalau kangen siaran dateng aja. Meski udah menikah tapi pengen ikutan ospek anggota baru juga sangat diizinkan. Pokoknya di sana itu meski ada sistem organisasi, tapi rasa kekeluargannya tinggi sekali.  Semuanya merasa memiliki. 


Meski udah lama enggak muncul tiba-tiba mau datang juga boleh banget. Terkadang kami mengadakan EBS Award, EBS Anniversary yang mengundang anak yatim, Raker, Mube,s dan masih banyak kegiatan besar lain. Saat tersebut juga saat paling tepat berkumpul dengan para senior yang sudah lulus.


Terakhir mau terima kasih untuk semua senior-senior dan rekan-rekan kru lainnya di EBS yang sudah sangat banyak membagi ilmu. Terima kasih untuk adek-adek yang masih menjaga EBS dan terus mengembangan EBS saat ini juga. Kalian semua hebat!! Salam dari angkatan 2010 wkwk.


Sehabis skripsi pengen sih nyiar lagi. Namun saat itu saya langsung diterima bekerja di Banjarmasin sehari setelah wisuda. Jadilah habis itu enggak ada lagi nengok-nengok EBS. Hhuhu jadi kangen ...


Sumber bacaan:

https://identitasunhas.com/ebs-fm-unhas-radio-komunitas-pertama-dapat-izin-penyelenggaraan-penyiaran/

https://www.ebsfmunhas.com/evaluasi-dengar-pendapat-edp-izin-penyelanggaraan-penyiaran-ipp-lembaga-penyiaran-komunitas-jasa-penyiaran-radio-ukm-radio-kampus-ebs-fm-unhas/

http://chichimudesign.blogspot.com/2011/09/sejarah-zaman-kuliahan-sejarah-d-fkm.html

Sumber gambar:

Website EBS

freepik.com

dokumen pribadi & dokumen foto temaa-teman EBS yang masih ada di harddisk 😂





14 komentar

Jika Anda pengguna blogger, harap membuat publik profil blogger sebelum berkomentar agar tidak broken link ya.

Sebaiknya jangan anonim agar bisa saling mengunjungi ...

Komentar muncul setelah dimoderasi.
Terima kasih telah membaca dan berkomentar 😊

Salam kenal ...

  1. Wah keren dong mba tri... eny jadi kangen masa kuliah juga nih hihi

    BalasHapus
  2. Wah keren Tri nih ternyata penyiar di radio kampus ya. Siapa tau nanti FBB diundang siaran lagi selain di MY radio, bisa Tri nih yg masuk ruang siaran.

    BalasHapus
  3. wah serunya ada ukm radio ya di kampusnya. aku dulu pas kuliah nggak ikut kegiatan apa-apa. hihi

    BalasHapus
  4. Jadi inget jaman kuliah aku juga pernah siaran mbak, tp bukan ikut UKM d undanv sebagai blogger waktu itu.

    Keren banget sih orang orang yg siaran di radio suaranya asik, pantes pas ultah fbb suara mbak tri renyah sbg MC 😁

    BalasHapus
  5. Waaa seru banget masa-masa di kampus pas siarannya ya mbak. Aku flat banget sih di kampus hehe

    BalasHapus
  6. Wah Mbak Tri pernah jadi penyiar ya. Di Banjarmasin aja Mbak lanjutkan karir sbg penyiar radionya. Keren ih jurusan Sastra Jepang. Pasti susah ya kuliahnya.

    BalasHapus
  7. Wah, keren nih mbak Tri pengalaman jadi penyiar saat kuliah pasti berkesan dan gak akan terlupa ya mbak.

    BalasHapus
  8. Wah. Dulu emang penyiar radio diburu banget. Sempet sepi sih, tapi sekarang, semenjak poadcast up, penyiar radio juga up lagi. Keren Mba, ternyata penyiar radio

    BalasHapus
  9. Mengenang masa-masa kuliah jadi merindu ya, mbak. Dan UKM nya memang kompak di kampus Mbak Tri. Dulu saya tahun 93 kuliah di Trisakti Jakarta hanya ikut foto dan itu tidak lama

    BalasHapus
  10. Keren banget aktivitasnya di Kampus mba... Jadi penyiar dan aktif di kampus pasti butuh skill banget. Mantul deh.
    Membaca cerita ini, aku ngambil hikmah nih.. Harus aktif dalam kegiatan positif. Apapun peran kita sekarang. Betul Nggak?

    BalasHapus
  11. Jadi teringat waktu masa magang penyiar radio, pengalaman berkesan waktu ngisi jadwal siaran jam 5 pagi trus harus nyalain mesin genset, ampun dah itu haha

    BalasHapus
  12. Mba Tri ini emang penuh kejutan yaaaa. Banyakkk pengalamannya. Jadi penyiar radio itu paling seru ya mba. Saya pas SMA juga pernah jadi penyiar radio setahun pas kelas II SMA. Begitu udah kelas III SMA disuruh ayah berhenti karena harus fokus ke belajar untuk ujian akhir. Menariiiik banget jadi penyiar itu ya mba, karena bisa dengerin lagu sepuasnya. Bisa pilih lagi sendiri malah kalo gak ada request. Hehehe.

    BalasHapus
  13. Jadi inget dulu saya pernah jadi penyiar radio dan MC, kadang kangen ya mbak pas nerima telepon, ngbrolin soal musik dan cuap2 bareng pendengar. Baca ginian, jadi pengen balik jadi penyiar.

    Deg-degan nggak tuh mbak pas ketemu Marshanda? Yuk jadi penyiar lagi, haha

    BalasHapus
  14. Pengalaman yang sangat berharga dan sulit dilupakan sekali ya mbak. Saya juga punya teman penyiar radio, suaranya memang enak didengar, kalau suara saya sih enggak. Cempreng soalnya

    BalasHapus