Tambal Gigi di Dokter Gigi BPJS Banjarmasin Saat Pandemi

Tambal Gigi di Dokter Gigi BPJS Banjarmasin Saat Pandemi - Hai pembaca pohontomat 😁 Semoga sehat-sehat selalu ya. Maaf ya lama banget update tulisan organik wkwk. Saya kali ini mau cerita soal pengalaman suami tambal gigi di salah satu dokter gigi BPJS Banjarmasin.

Lubang Gigi yang Baru

Beberapa minggu lalu suami mulai melihat lubang baru (lagi) di giginya. Waduh, padahal kemarin udah nambal gigi di salah satu dokter Gigi Swasta. Waktu itu berhubung dokter Gigi BPJS kami (Drg. Wahyu Machyuni) masih tutup (pandemi masih awal-awal), akhirnya memang kantor memberikan kebijakan untuk boleh ke dokter gigi lain, nanti direimburse (uangnya diganti).

Nah, karena sekarang dokter BPJS faskes kami udah buka, akhirnya kami memutuskan untuk ke sana saja. Terakhir kali ke sana lama banget antrinya. Mungkin ada 2 jam. Berbeda dengan sistem dokter swasta yang sebelumnya yang bisa book via whatsapp, jadi gak perlu antri (jam datang sudah diatur dokternya langsung dengan memperkirakan waktu penanganan), tulisannya bisa baca di sini). Di sini memang kita ambil nomor antrian di tempat.

Akhirnya untuk mengatasi hal tersebut, kami berusaha berangkat secepat mungkin. Katanya buka jam setengah 5 sore, tutup jam 6 sore. Saat itu, sekitar waktu Ashar, suami ambil nomor antrian terlebih dahulu. Dapat nomor 8. Katanya sih dibatasi cuma 10 orang per hari. 

dokter gigi BPJS banjarmasin
ilustrasi, unsplash.com


Cara Mengetahui Dokter Gigi BPJS Kita

Nah, mungkin masih banyak yang belum tahu siapa sih dokter Gigi BPJS kita. Teman-teman bisa cari tahu melalui aplikasi BPJS. Di sana ketika kita sudah login, kita akan menemukan informasi di mana faskes (fasilitas kesehatan) kita. 

Teman-teman juga bisa cari tahu dengan cara bertanya kepada HR atau pegawai yang mengurus BPJS di kantor untuik tahu nama faskes dokter gigi BPJS kita. Saran saya sih cari dokter gigi BPJS terdekat. Dan ingat, meski banyak BPJS, tidak semua bisa kita datangi. Hanya sesuai dengan faskes kita yang terdaftar. Ribet? Ya begitulah …

Telat Datang

Karena kami mengira antrian masih lama, kami sempat bersantai dulu. Kami makan kue serabi di samping dokter gigi. Btw kuenya enak banget. Diolahnya pas kita order aja jadi masih panas.

Asik-asik makan eh ternyata pas suami cek, antriannya udah lewat. Jadilah konsekuensinya suami harus menunggu 2 orang, agar bisa masuk lagi. Jadi gak bisa asal masuk gitu. Bagus sih antriannya begini.Tapi lebih bagus lagi kalau pasti-pasti aja wkwkw.

Update: pada kunjungan kedua, sudah tidak menggunakan nomor antrian karena banyak yang langsung pergi. Sehingga ketika dipanggil akan sulit karena tidak stanby.  
animasi antri
ilustrasi antri, canva.com

Suami Periksa Gigi

Mungkin ada sekitar sejam suami menunggu. Rasanya lebih 2 nomor sebelum suami baru bisa masuk. Waktu itu udah azan Magrib. Aku salat lebih dulu, si kecil ngikut suami periksa. 

Pengalaman suami sih katanya itu tanpa ba bi bu, tanpa dibersihkan, langsung aja ditambal. Belum lagi suami sempat bilang ada 2 lubang, kata dokter giginya cuma 1 lubang. Suami gak enak juga mau berdebat soalnya beliau udah cukup berumur, yah mau tidak mau harus sabar menerima cuma 1 yang ditambal hehe. Mungkin untuk mempercepat antrian juga udah seharusnya ditutup.

O ya selain itu, sebelum tambal juga tidak ada tindakan pembersihan dan penghilangan gigi yang hitam terlebih dahulu. Padahal dulu pengalaman kami sebelum pandemi, ada pembersihan gigi yang hitam (tahap pertama gigi berlubang). Mungkin karena memang dokternya masih belum berani berlama-lama kontak dengan pasien. 

Informasi yang saya dapat kata suami tempat ini awalnya emang gak mau buka, akhirnya dipaksa minta buka dan sekarang mau tidak mau buka. Makanya hanya dibatasi 10 orang dengan tindakan yang terbatas (sudah ada pengumuman juga kalau hanya konsultasi tertentu yang dilayani).

Memang pengalaman ke dokter gigi Banjarmasin swasta kemarin lebih baik meski pandemi. Dokternya tetap menggunakan APD dan tetap berusaha untuk membersihkan sebaik mungkin. Dokter gigi BPJS di sini tidak menggunakan APD, jadi kurang leluasa (saya paham sih bagaimana panasanya pakai APD itu, hehe).
Pengalaman pergi kedua kalinya suami sudah berangkat cepat, ternyata dokternya libur. Adapun saat datang ketiga kalinya, dokter agak terlambat datang. Sistem nomor antrian dihapuskan. Mungkin agar tidak ada lagi yang ketika dipanggil malah hilang hehe.
dokter gigi bpjs terdekat
google maps

Kemajuan BPJS & Saran untuk BPJS

Sebagai pelanggan BPJS, saya senang jika saat ini proses perpindahan faskes sudah bisa lebih mudah menggunakan aplikasi. Jadi meski ke luar kota, kini tidak harus bingung lagi mau berobat ke mana. Bisa pindah faskes dengan mudah.

Namun ini cocok untuk yang hanya sekali-sekali keluar kota. Jika rutin misal tiap minggu, BPJS tidak bisa digunakan karena proses pergantian minimal sebulan dan bisa ganti lagi setelah 3 bulan
(terakhir peraturannya gini, kalau sekarang ada info lagi?)

Sebenarnya kalau mau diibaratkan, BPJS ini bukan bantuan pemerintah lho. Bpjs itu sama dengan asuransi kebanyakan, bedanya dikelola sama pemerintah. Uang yang diputar ya memang uang kita semua. Jadi gak ada istilah pengobatan gratis. 

Karena kami bayar sekitar 450 ribu per bulan (kalau kami bertiga), tapi beberapa pelayanan kurang maksimal. Padahal meski gratis pun, harusnya semua pelayanan disamakan bukan?

Tapi saya lihat memang pelayanan tiap dokter di tiap kota berbeda. Waktu saya hamil misalnya. Dulu pas hamil, make BPJS gak bisa kalau bukan faskes yang ditunjuk. Misalnya faskes saya Banjarmasin, kalau saya berobat di Tanjung rumah mertua, (6 jam dari Banjarmasin). Waktu itu ditolak, jadinya harus nambah bayar sendiri lagi.

Tapi cuma selang beberapa minggu, saya cek kehamilan di Maros Sulsel, bisa saya gunakan BPJS meski berbeda pulau. 

Untuk fasilitas, puskesmas di Surabaya keren sekali. Di sana saat mengantre untuk ke Dokter, ada tempat bermain anak. Selain itu semua ruangan juga menggunakan pendingin udara. Ya seperti halnya rumah sakit yang bagus. Pelayanannya teliti dari awal sampai akhir kita bisa nanya apa saja.

Menurutku dengan iuran segitu. Kalau bisa milih sih mending bayar pribadi aja dokter umum. Tapi ya karena BPJS ini wajib, kalau gak dimanfaatkan sayang. Toh uang kita.

Ingat ini bukan pengobatan gratis ya. Tetap aja uang kita yang dipakai. karena sebenarnya juga dalam prinsip agama yang saya percaya, kesehatan itu menjadi tanggung jawab negara. Bagaimana caranya negara menghasilkan pendapatan dari pengelolaan sumber daya alam dan sebagainya (nah jadi ceramah ya? hehhe).

Kelebihan dan Saran untuk Drg. Wahyu BPJS

- Daerah dekat dengan keramaian, sambal nunggu bisa belanja dulu atau makan dulu. 
- Proses kerja masih tidak maksimal, mungkin bisa lebih baik lagi
- Tidak ada pengumuman tutup dan buka, alangkah baiknya memanfaatkan sosial media Instagram seperti story
- Proses antrian masih belum baik, sehingga bisa menunggu terlalu lama. Mungkin bisa dimaksimalkan konsultasi via whatsapp untuk mengatur antrian. 

Kesimpulan

Punya penyakit yang timbul saat pandemi memang membingungkan. Kadang merasa jadi takut ke dokter. Namun kalau memang sudah terasa sakit, sebaiknya tetap periksa apalagi berkaitan dengan gigi yang tidak bisa kita atasi sendiri.

Sebelum ke dokter gigi BPJS erdekat di kota teman-teman, pastikan dulu prosedurnya bagaimana. Jika perlu, cari tahu mengenai apa-apa saja yang bisa diperiksa dan tidak.

Dokter kemarin (baca: Drg. Wahyu Banjarmasin) dalam pengumuman selebaran kertas di depan tempat praktek beliau tertulis, bahwa hanya melayani beberapa tindakan tertentu yang urgent. Sebenarnya mungkin beberapa dokter ada yang tetap melayani konsultasi biasa. Jadi coba cari tahu saja ya.

Sekian pengalaman suami tambal gigi di dokter gigi BPJS Banjarmasin. Semoga bermanfaat ya. Sehat selalu dan stay strong ...

dokpri

Drg. Wahyu Machyuni

Alamat: jl. HKSN Komplek Ruko AMD Jalur 10 A3 No. 4, Alalak Selatan, North Banjarmasin, Banjarmasin City, South Kalimantan 70126
Jam:
Tutup ⋅ Buka pukul 16.00
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url