Review Riliv, Aplikasi Kesehatan Mental Keren dan Mudah Diakses

“Ini yang saya cari sejak dulu!”

Itu adalah respon pertama kali ketika saya tahu bahwa ada aplikasi sekeren ini untuk membantu memberi asupan pikiran dan mental kita. Ini beneran saya jujur dari hati yang terdalam ya hehe.

Sebagai seorang yang jarang curhat kepada orang lain, plus suka memendam perasaan sampai overthinking, akhirnya nemu aplikasi yang bener-bener komplit yang bisa bantu kita lebih sehat secara mental dan bisa lebih fokus. 

Mungkin masih banyak yang mikir kalau datang ke psikolog itu bakal dikatain aneh dan (maaf) gila sama orang lain, akhirnya dibiarin aja berlarut-larut sampai bingung sendiri. Ada juga yang memang enggak punya waktu untuk ke tempat-tempat seperti itu karena kondisi full time di rumah sama anak seharian atau full time kerja di luar? 

"Now, Riliv app could help you guys!"

Sebagai istri atau sebagai seorang ibu, biasanya di 5 tahun pertama memang cukup berat. Melihat berbagai cuitan dan curhatan di media sosial maupun aplikasi parenting, emang paling banyak yang curhat itu pasti ibu-ibu hehe. Jarang banget bapak-bapak curhat. 

Ada yang punya masalah dengan keluarga besar, dengan mertua, dengan suami, dengan ipar, dengan ekonomi, bahkan adaptasi menjadi ibu untuk bayi yang baru lahir bisa menjadi masalah besar dari baby blues hingga postpartum depression. Karena anak kita memang benar-benar butuh pengasuhan tidak hanya soal kita ada secara fisik, tapi kita ada secara jiwa. 

Namun, kondisi-kondisi kaget, tidak siap, lelah, tekanan, dan masih banyak lagi problema-problema ibu-ibu menjadikan mereka terkadang hanya bisa memendam dan stres sendiri. Ujung-ujungnya pelampiasan marah sama anak, curhat di media sosial, tiap hari cemberut, dan masih banyak lagi. 

"Enggak mau kan gini terus hidup kita hingga akhir hayat? Enggak kangen hidup tenang? hehe"

Di sini, saya mau infoin, kalau ternyata sekarang ada aplikasi yang namanya Riliv, sebuah aplikasi lengkap untuk membantu kesehatan mental kita. Siapapun kita, apapun status kita, mau anak muda, remaja, udah punya anak, dan masalah apapun yang menjadi beban pikiran kita, klaimnya Riliv akan berusaha membantu meringankan semua itu. 

Saya pribadi sudah unduh dan registered di aplikasinya, kesan pertama pas registrasi itu kita sudah disambut dengan kalimat yang menyenangkan. Setelah itu, karena saya masih pakai versi gratis, saya akan coba review menunya yang bisa saya akses ya.  

aplikasi kesehatan mental

Menu Home

Sebelumnya sekadar informasi, aplikasi ini bisa diakses secara gratis kalau misalnya teman-teman perlu percobaan dulu sebelum memutuskan mencoba versi bayarnya. Jadi bagus sih buat permulaan. 

Di menu home kita akan langsung disambut dengan pertanyaan bagaimana perasaan kita hari ini. Kita bisa memilih emoticon yang tepat untuk menggambarkannya. Selain itu, di menu home juga seperti biasa adalah rangkuman dari semua kegiatan kita. Secara keseluruhan, tampilannya sangat user friendly dan ringan sih. Cantik juga desainnya. 

Menu Mindful

Di menu ini, kita bisa mendapatkan audio-audio meditasi dengan berbagai tema. Seperti untuk tidur lelap, agar tenang di rumah, untuk stress dan kecemasan, untuk produktivitas, dan masih banyak lagi. saya baru mencoba versi gratis di audio tenang di rumah. Enak banget dengerinnya, apalagi ada pilihan beragam backsound yang menenangkan (hujan, pantai, dll.)

Menu Konseling

Di menu ini, ada disediakan topik-topik konseling yang ingin kita fokuskan. Misalnya pekerjaan, percintaan, pendidikan dll. Di halaman ini juga sudah ditampilkan profil-profil konselor yang ada, tentunya di sini harus membayar sejumlah biaya ya jika ingin konsultasi langsung. Sama saja dengan konsul psikolog secara offline. Bedanya ini kita bisa lakukan kapan saja dan dimana saja, dan lebih terjangkau alias lebih hemat. Cukup atur waktunya. 

Menu Journal

Di sini kita diarahkan untuk mencatat hal-hal yang ingin kita ceritakan. Metode jurnal digital sih konsepnya. Cocok bagi yang butuh bimbingan pelepasan dengan jurnal.

Menu Journey

Di sini seperti gabungan dari semuanya. Jadi misalnya kita ingin mencoba fokus penyembuhan overthinking, di sana ada menunya, kita akan diarahkan pelatihan penuh selama 3 hari misalnya, agar bisa melalui pelatihan dengan komplit.

Riliv

Kelebihan Riliv

Selain kesemua menu di atas, ada juga di bagian profil yang cukup unik dengan adanya lencana. Jadi lencana-lencana tersebut menggambarkan sejauh apa progress kita dalam mengakses atau menggunakan fitur di aplikasi. Selain itu, sejauh ini, kelebihan yang ada pada Riliv menurut saya banyak sekali, di antaranya:

1. Aplikasi mudah diakses (user friendly)

2. Bisa melakukan percobaan aplikasi dan fasilitas dengan versi gratis

3. Ada pengingat meditasi dan pelatihan lainnya (set timer sendiri)

4. Cukup murah dengan kelas premiumnya (baik audio berbayar maupun harga konselingnya)

5. Menu lengkap (saking lengkapnya, banyak banget yang pengen dicobain rasanya)

6. Konselor berasal dari background pendidikan yang mumpuni

Saran untuk Riliv

Adapun kalau saran mungkin untuk yang bisa diakses free, diberi tanda logo free gitu, atau yang hanya bisa diakses premium juga diberi tanda premium. Agar tidak perlu membuka menu yang memang tidak bisa dibuka dalama kondisi versi free.

Kesimpulan

Sejak lama saya ingin mencari cara bagaimana agar bisa konsultasi atau memberi nutrisi bagi kesehatan mental saya tanpa harus mengenal atau bertemu orang, dan tanpa harus meninggalkan rumah. 

Ternyata semua bisa dilakukan di aplikasi Riliv. Aplikasi untuk kesehatan mental ini bisa membantu teman-teman yang mungkin saat ini membutuhkan bantuan karena gangguan kecemasan, tidur tidak nyenyak, sering merasa tidak produktif, dan segala macam gangguan lainnya.

Jangan ragu dan malu untuk konsultasi selama itu untuk kebaikan diri kita. Ingat, bahwa sebagian besar penyakit berasal dari pikiran kita sendiri. 

Yuk jaga kesehatan baik fisik maupun mental kita! O ya aplikasi ini tersedia di PlayStore dan AppStore. Jadi baik pengguna Android maupun Iphone bisa merasakan manfaatnya. Cek di link https://riliv.co untuk unduh aplikasinya ya!

Next Post Previous Post
2 Comments
  • Prim
    Prim 30 Agu 2021 00.34.00

    Siapa bilang bapak-bapak jarang curhat, curhat kok, pake akunnya si ibu hahahaha.

    Sekilas kok mirip sama aplikasi Journal dan Daybook ya. Cuman emang kalo dua aplikasi itu lebih condong ke aplikasi journaling sih. Nggak ada fitur-fitur audionya gitu.

    Aku bintangin dulu deh, siapa tau tar mau nyoba.

    Yes, memang kesan dan pesan orang yang berusaha mencari pertolongan karena masalah mental itu like ackward gitu. Jadi better dipendem sendiri. Ya walaupun nggak selesai juga sih masalahnya.

  • Lintang
    Lintang 7 Sep 2021 06.29.00

    Banget nih, jadi ibu harus menjaga kesehatan mental. Biar tetep stay waras. Untung bisa meditasi pake Riliv ya

Add Comment
comment url