BlogKakTri
Lifestyle Blogger, Talk About Blogging, Parenting,Traveling, Tips, Review, and Lifestory by Triyatni Ashari

NGEPET Ala Konten Kreator, Bisa Dapat Penghasilan Tanpa Ngantor

Menurut saya, menjadi konten kreator di media sosial kini merupakan salah satu pekerjaan yang cukup menjanjikan.

Pernah mendengar cerita tentang orang yang kerja di rumah malah dikira ngepet sama orang lain? Dulu memang pembicaraan ini sempat viral, hingga akhirnya banyak meme-meme lucu yang bertebaran di media sosial. 

Sebagai orang yang juga sedang tekun dalam bidang bloger dan konten kreator, saya pun merasakan hal yang serupa. Dari keluarga besar misalnya. Karena saya resign dari kantor sejak hamil besar (tahun 2017), saya sepertinya dianggap tidak bekerja atau tidak berpenghasilan. Jika berkunjung ke keluarga besar, biasanya saya hanya bisa jelaskan kalau saya menulis dan dibayar, hehe. 

Padahal bisa dibilang, penghasilan saya dari rumah cukup lumayan bahkan sesekali bisa lebih dari gaji saya sebelumnya (meski kadang down juga, namanya juga freelance ya kan?). Tapi setidaknya  ya mungkin sama saja ketika saya kerja full di luar rumah. 

Bedanya, kerja di rumah itu bisa sambil kerja yang lain juga. Emak-emak mungkin relate

Jadi Ibu Rumah Tangga tanpa sampingan pun sebenarnya sudah bekerja lho. Kalau seorang istri bekerja di luar, pasti akan mempekerjakan atau meminta orang lain untuk bersih-bersih maupun mengurus anak bukan? Jadi intinya, seperti yang pernah saya baca dalam salah satu buku parenting, kalau sebenarnya 'semua ibu itu bekerja'. 

Bukan hanya IRT yang kerja di rumah, beberapa juga bapak-bapak ada yang memilih bekerja di rumah, bahkan ibu-ibu atau bapak-bapak yang bekerja di luar (kantoran) pun masih banyak yang sambilan membuat konten atau menulis dari rumah. Hebat sekali mereka mengatur waktu. Salut! 

Enaknya kerja di rumah itu tidak ada lagi enggak enakan sama siapa, toh kita tinggal say no atau nolak kalau memang tidak cocok dengan klien. Ya meski ada juga kekurangannya. Misalnya harus nyuri-nyuri waktu nulis, rela begadang, penghasilan tidak menentu, dan lain sebagainya. 

"Saya sebenarnya memulai fokus untuk media sosial itu sendiri pada tahun awal 2020, tepat di saat pandemi baru masuk Indonesia. Konten Instagram saya yang dulu pernah berkonsep book reviewer, lalu ganti menjadi lifestyle. Namun setelah belajar dari ahlinya, akhirnya saya mengubah jenis konten yang saya tampilkan."

Sebelum kita cerita soal itu, mungkin kita perlu tahu dulu, kenapa sih kita harus mulai melek sama media sosial? Kenapa kita sebaiknya memanfaatkan media sosial khususnya di masa pandemi ini?

Meningkatnya Pengguna Internet

Kenapa sih kita harus belajar mendalami sosial media? Apa untungnya buat konten? Emang ada yang baca? Nah, kita tahu sendiri dong kalau pengguna internet itu tiap tahun meningkat alias selalu bertambah penggunanya. 

Khususnya di era pandemi ini. Sebagian besar orang berada di rumah untuk waktu yang cukup lama. Meski sekolah, kuliah atau kerja dari rumah, tentu kesempatan untuk berselancar di internet jauh lebih besar ketimbang berada di luar. 

Menurut artikel di indozone.id, pada bulan Januari dalam "Digital 2021: The Latest Insights Inti The State of Digital" yang diterbitkan pada 11 Februari 2021 oleh Hootsuite menyebutkan bahwa, pengguna internet di Indonesia tercatat mencapai 202,6 juta dengan penetrasi 73,7 persen. 

waktu yang dihabiskan di media sosial
Presentase rata-rata orang Indonesia menggunakan media (We Are Social)

Adapun dari total 202,6 juta pengguna internet di Indonesia, 96,4 persen di antaranya menggunakan smartphone untuk mengakses internet. Dulu yang zamannya harus ke warnet buat internet, sekarang mah lebih mudah bukan? Kelihatan tuanya ya? Apakah kita satu generasi? Hehe. 

Dirangkum dari We Are Sosial, Selasa (23/2/2021), adapun waktu yang dihabiskan orang Indonesia untuk mengakses internet per hari rata-rata yaitu 8 jam 52 menit. Kalau berdasarkan aplikasi yang paling banyak digunakan, secara berurutan posisi pertama adalah YouTube, WhatsApp, Instagram, Facebook, lalu Twitter. Bisa dibilang mayoritas dikuasai media sosial. Itulah mengapa penting untuk bisa melek dan memanfaatkan media sosial dengan baik. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton bukan?

Peran Sosial Media Masa Kini

Masih menurut laporan sebelumnya, rata-rata orang Indonesia menghabiskan tiga jam 14 menit sehari untuk mengakses media sosial. Wow, banyak sekali ya? 

Dari total populasi Indonesia sebanyak 274,9 juta jiwa, pengguna aktif media sosialnya mencapai 170 juta. Artinya, jumlah pengguna media sosial di Indonesia setara dengan 61,8 persen dari total populasi pada Januari 2021. Angka ini juga meningkat 10 juta, atau sekitar 6,3 persen dibandingkan tahun lalu.

Di sini kita sudah mulai ada gambaran bagaimana populernya media sosial masa kini. Bukan hanya sebagai media hiburan, tapi menjadi ladang penghasilan untuk beberapa orang.


waktu digunakan untuk media sosial
Media sosial yang paling sering digunakan di Indonesia (We Are Social)

Alasan orang mengakses media sosial juga berbeda-beda. Ada yang sekadar pengisi waktu luang, untuk memperluas pertemanan, nyari jodoh, ingin jadi konten kreator, sebagai ladang komunitas, menggalang bantuan, ladang jualan, dan masih banyak lagi. Kalau teman-teman sendiri, apa nih alasannya?

Munculnya Para Konten Kreator

Dengan berkembangnya kepopuleran internet khususnya media sosial, akhirnya kini ada sebutan untuk selebgram (seleb Instagram), influencer, buzzer, konten kreator dan masih banyak lagi. Secara umum, semua yang membuat konten bisa dibilang sebagai konten kreator. Kini, siapa saja bisa menjadi konten kreator. Mau kita emak-emak, di rumah saja, atau punya profesi lain sekalipun, media sosial tetap mampu menjadi tempat menumbuhkan branding dengan pesat.

Lebih singkat, menurut ekrut.com, Konten Kreator merupakan sebutan bagi orang yang bekerja dengan menciptakan konten atau media untuk dibagikan secara online. Saat ini, pekerjaan konten kreator semakin popular di dunia kreatif.

Tips NGEPET Ala Konten Kreator 

Dari judulnya, mungkin sebagian bertanya-tanya apa maksud dari NGEPET? Sebelumnya saya mau tanya nih, teman-teman mungkin sudah banyak yang kenal dengan Khaby Lame?

Yes, Khaby Lame, seorang pria berusia 21 tahun dari Afrika selatan yang membuat konten dengan topik “menantang” isi konten life hack populer, dengan cara yang lucu dan menghibur. 

Konten tersebut akhirnya viral dan membuat pemuda tersebut menjadi terkenal hampir di setiap negara. 

Saking populernya, dalam satu bulan saja, Khaby berhasil meraup penghasilan hingga US$200 ribu atau setara dengan Rp2,8 miliar. Kabarnya, hingga kuarter ketiga tahun 2021 ini, Khaby memiliki pendapatan bersih US$2 juta atau setara dengan Rp28 miliar.

Luar biasa juga ya penghasilannya dari media sosial? Jujur, saya pun suka dengan konten-kontennya. Saya tidak tahan dengan ekspresi mukanya yang “unik” saat menjelaskan sesuatu tanpa kata. Ya konsepnya mirip Mr. Bean mungkin? Tapi dalam versi millenial. 

Untuk menjadi viral seperti halnya Khaby Lame, tentu ada beberapa tips yang bisa kita tiru. Dari hasil belajar sana-sini, saya mencoba merangkumnya dalam sebuah kata NGEPET. Adapun kata NGEPET adalah singkatan dari:



1. Ngonten yang Unik & Original

Tips agar bisa mendapatkan reach maksimal seperti Khaby Lame adalah bagaimana kita membuat konten yang unik dan pastinya original. 

Dewasa ini, mungkin repost postingan orang lain yang viral juga akan membantu reach lebih banyak, tapi jangan sampai itu dijadikan konten utama. 

Cobalah sesuatu yang unik, yang mungkin belum terpikirkan oleh yang lainnya, sehingga bisa memperbanyak like, views, dan sebagainya. Bisa juga buat konten yang membuat orang tertarik untuk saved. Pelajari juga beberapa hal yang bisa membuat konten naik, misalnya konten menggunakan tagar tertentu, konten kolaborasi, dll. 



2. Gaskan Branding

Saya melihat, setiap konten kreator memang memiliki ciri khasnya masing-masing. Hal itulah yang bisa menjadi personal branding. Personal branding berkaitan dengan bagaimana kita mau dikenal, kemampuan apa yang kita tawarkan, dan sebagainya.



3. Engagement itu Penting

Salah satu yang bisa membuat konten terkenal adalah karena masuk dalam explore Instagram, trending twitter, direkomendasikan di beranda, atau FYP di Tiktok. 

Nah, bagaimana caranya agar konten viral? Salah satu faktornya yaitu algoritma Instagram menilai dari engagement konten kita. Berapa lama orang stay di postingan kita, sesering apa orang putar ulang konten kita jika dalam bentuk video, sebanyak apa share, save, like dan komen. Jadi memang sebuah engagement sangat penting untuk membantu kepopuleran atau membawa konten kita jadi naik.  



4. Pantau Tren

Tiap tahun, biasanya ada tren yang berbeda. Dulu misalnya tren orang-orang yang populer lewat konten prank, tahun ini konten lebih ke animasi, dan masih banyak lagi. Biasanya juga berita-berita tertentu bisa dijadikan konten. 

Contohnya kerjasama BTS dan McD yang sempat viral. Akhirnya beberapa konten kreator membuat berita berkaitan hal tersebut dengan berbagai sudut pandang. Ada yang bahas tentang kalori meal McD, tentang strategi marketing, dll.

Apalagi konten Squid Game yang baru saja viral, juga banyak yang buat konten bahas film tersebut. Tapi bukan hanya tren soal konten, kita juga harus amati tren soal musik yang sering digunakan, soal jenis konten misalnya reels, itu semua dipelajari ya. 



5. Earn and Share

Earn di sini bisa menjadi menghasilkan konten maupun materi berupa cuan. Salah satu yang mungkin membuat banyak konten kreator betah dalam profesi tersebut adalah karena dari media sosial juga bisa menghasilkan sekaligus bermanfaat untuk orang lain. 

Cobalah mencari informasi penghasilan yang bisa dilakukan. Misalnya dengan membuka jasa kelas belajar, menjual produk, endorse, afiliasi, dll. Jangan lupa untuk terus berbagi karena berbagi akan semakin membuka pintu rezeki. Biasanya ketika konten kita semakin dikenal, tawaran bekerjasama juga akan datang sendiri. 



6. Terus Konsisten

Ini nih yang berat. Saya mengakui konsisten adalah salah satu hal paling penting, namun paling banyak diabaikan. Apalagi kalau udah punya sejuta alasan. Kalau kata orang, seorang pecundang akan punya 1000 alasan untuk tidak melakukan apa-apa, dan seorang pemenang hanya cukup 1 alasan untuk melakukan sesuatu. 

Tipe-tipe Konten Hits

Di paragraf awal saya sempat bercerita, kalau saya pertama kali memulai aktif membuat konten di media sosial itu saat di awal-awal tahun 2020, sekitar bulan April, tepat sebulan sejak pandemi 'kenalan' dengan Indonesia. Waktu itu saya mengikuti kelas tentang media sosial dengan pemateri Mas Fardi Yandi, seorang expert di bidang digital marketing. Saya akhirnya mengubah konsep Instagram saya menjadi lebih informatif. 

Dalam webinar itu, saya mendapatkan pelajaran bahwa kita tuh bisa betah scrolling di media sosial karena konten-konten yang ditawarkan sesuai dengan apa yang kita cari. Coba deh bayangin, konten apa yang membuat kita mantengin sebuah postingan cukup lama?

Nah, saya pernah mengulasnya di salah satu artikel di blog ini sebelumnya tentang bagaimana mendapatkan followers dari konten. Kali ini saya akan bahas secara khusus tipe-tipe konten yang sering disukai pengguna media sosial, sekaligus bisa membantu kita mendapatkan reach yang lumayan, yaitu:

1. Konten Inspirasi

Jenis konten selanjutnya yang disukai banyak orang adalah mengenai konten inspirasi. Tidak jarang kita melihat di explore Instagram, trending topic twitter, atau FYP Tiktok, tentang kisah-kisah inspirasi yang membangkitkan motivasi. Bisa berupa inspirasi kebaikan, inspirasi dekor, dan masih banyak lagi. 

2. Konten Hiburan

Bisa dikatakan, 2021 ini adalah era di mana banyak konten kreator berbasis hiburan animasi yang telah lahir. Bermula dari sebuah animasi sederhana namun sarat makna dengan kehidupan sehari-hari, kini konten-konten hiburan semakin variatif. 

Konten hiburan tidak melulu harus bisa melawak, kemampuan akting, bernyanyi, maupun make up transisi yang saat ini sedang populer juga bisa menjadi konten hiburan yang memiliki banyak peminat. 

3. Konten Tutorial/Tips

Siapa yang tidak tahu konten life hack? Konten yang berisikan tips-tips atau tutorial yang katanya bisa mempermudah hidup. Terkadang, saya butuh konten-konten seperti ini seperti cara cepat dan efisien melipat pakaian, cara cepat mengupas bawang, tutorial bermain dengan anak, dll. Ada yang suka juga?

4. Konten Informasi

Zaman ini, berita ibukota bisa sampai dalam waktu beberapa detik saja setelah sebuah video viral di media sosial. Kalau dulu, kita perlu menunggu koran terbit esok hari untuk tahu perkembangan. Namun kini, semua bisa digenggam dalam satu alat yang bernama gawai. Hampir semua kalangan usia menyukai konten informasi. Yang ingin serius dan selalu update berita, boleh nyobain kategori konten ini. 

Contoh Inspirasi Akun-akun di Instagram

Di atas sudah kita bahas mengenai rahasia  NGEPET para konten kreator juga jenis-jenis konten yang  bisa hits. Mungkin ada rahasia-rahasia lainnya, namun sejauh yang saya tahu, beberapa hal di atas kalau dilakukan terus-menerus akan membantu kita agar mendapatkan reach banyak di media sosial. Adapun beberapa contoh akun yang bisa kita amati untuk belajar agar konten viral yaitu:

1. Contoh Konten Inspirasi: @cabin.by.vero

inspiratif konten

Akun ini sering sharing mengenai tips dekor minimalis. Para penyuka dekor biasanya demen nih konten kayak gini, termasuk saya hehe. Yang unik dari desainnya adalah kebanyak konsepnya lebih ke bahan atau warna kayu, jadi terlihat sejuk dan alami. 

2. Contoh Konten Hiburan: @tekotok.official

konten hiburan tekotok

Salah satu konten hiburan yang lagi viral di awal tahun 2021 adalah animasi. Tekotok salah satunya. Mereka menawarkan animasi yang cerdas dan menghibur. Dalam waktu hanya berselang sekitar beberapa bulan, mereka sudah memiliki 1 juta lebih pengikut di Youtube. 

3. Contoh Konten Tutorial: @montessoriaktiviteleri

tutorial bermain

Bagi yang memiliki anak, konten tutorial bermain di akun ini bisa sangat membantu orang tua yang biasanya buntu atau bingung mau ajakin si anak main apa. Enak banget sih tinggal nyiapin bahan aja. 

4. Contoh Konten Informasi: @indozone.id

konten informasi indozone

Siapa sih yang tidak kenal @indozone.id? Akun  dengan pengikut sekitar 4,3 M ini selalu update setiap hari. Akun ini memiliki tagline #kamuharustahu dimana membahas segala hal dari seluruh dunia. Berita-berita terkini disajikan dengan cara menarik. 

Meski dengan konsep desain yang sama, hal tersebut justru membuat followers menyukai kontennya karena sederhana, mudah dibaca, namun informatif. 

Bukan hanya berita, tapi @indozone.id juga memiliki akun-akun yang khusus membahas bola, game, film, kesehatan, musik dll. Sekadar informasi, di profil Instagramnya kita bisa lihat kalau @indozone.id mendapat gelar sebagai #1 Indonesia Instagram Account (2017-2019 Best Nine)

Bagi yang menyukai membaca berita via browser, indozone.id juga menyediakan situs yang tentunya selalu update. Tidak ada lagi alasan ketinggalan berita ya ...

Saya dan Dunia Konten Kreator

Seperti yang saya sempat sampaikan kalau saya ini baru saja memulai dunia konten kreator saat awal-awal pandemi. Alhamdulillah meski pandemi, justru job-job berdatangan semakin banyak. 

Selama 2 tahun terakhir, saya mulai belajar banyak hal soal media sosial khususnya Instagram. Saya membuat konten informasi di tengah konten keseharian saya. Saya mempelajari bagaimana cara mendapatkan reach agar konten saya bisa dijangkau banyak orang. Selain ada kepuasan tersendiri, kita juga senang kalau akhirnya konten kita bermanfaat.

Salah satu contoh konten saya yang masih sering dicari orang dengan tagar #olshoppenipu contohnya. Banyak yang akhirnya terbantu untuk mengetahui bagaimana ciri-ciri akun olshop milik penipu. 

Saya juga ikut beberapa platform yang menjembatani antara influencer dan advertiser. Jadi dengan cara itu, saya bisa menambah portofolio kerjasama. Sesekali juga ada yang mengirim direct message (DM) untuk mengajak kerjasama. 

Alhamdulillah pernah diundang juga sebagai pemateri IG Live juga webinar beberapa kali. Ada yang dibayar ada yang gratis. Meski belum banyak ilmu, saya mencoba berbagi ilmu yang saya tahu.

Pada bulan Juni 2021 kemarin juga dipercaya teman bloger dari belahan pulau lain untuk mengisi pelatihan blog di pulau Laskar Pelangi, Bangka Belitung. Meski fokus pada pelatihan blog, di sana saya juga berbagi soal bagaimana memanfaatkan media sosial bukan hanya untuk konsumtif tapi juga produktif. Karena blog sangat erat kaitannya dengan media sosial. 

Branding saya sebagai pohontomat mulai merangkak perlahan. Meski pada awalnya bingung mau dibawa kemana, akhirnya saya mulai tahu skill apa yang bisa saya bagi dan konten apa yang bisa saya buat. Tips buat teman-teman, cobalah mulai mengenali apa potensi kita. Siapa tahu bisa menjadi personal branding di media sosial. 

Saya dan kawan saya, Mbak Putri, juga bersama-sama merintis sebuah lembaga yang akan memfasilitasi perempuan millenial maupun emak-emak secara gratis agar bisa melek dengan literasi digital dan syukur-syukur bisa berpenghasilan. Nama lembaga tersebut adalah @sekolahmamak. Do'akan ya!

Penutup

Tidak ada yang menginginkan adanya pandemi, yang membuat kita banyak kehilangan orang-orang yang kita cintai.

Namun kejadian ini sudah diizinkan Tuhan untuk terjadi. Kita tidak bisa berbuat apa-apa maupun protes ketika sesuatu terjadi di luar kehendak kita bukan?

Kita hanya bisa merespon dengan cara berbeda atas ujian ini. Apakah mengutuk keadaan, atau mencari hikmah di balik kejadian.

Pandemi ini membawa banyak berita buruk bagi sebagian orang. Beberapa yang terdampak akhirnya  ada yang di-PHK, ada yang penghasilannya menurun, juga ada yang tidak lagi bisa membuka toko atau jasanya. 

Di sisi lain, pandemi ini membawa kreatifitas beberapa orang lainnya. Mulai dari  membuka jasa kegiatan berbasis virtual, berjualan online, membuat konten, dan masih banyak lagi. 

Salah satu pekerjaan yang saya tekuni, yaitu sebagai freelance blogger dan konten kreator, Alhamdulillah bisa menjadi jalan saya menambah penghasilan tanpa ngantor. Bahkan bisa dibilang, semakin banyak berkah di pandemi ini berkat media sosial dan tentu juga atas izin Allah. Itu dikarenakan dewasa ini banyak UKM dan brand besar yang membutuhkan promosi lewat media sosial. 

Menurut saya, menjadi konten kreator di media sosial kini merupakan salah satu pekerjaan yang cukup menjanjikan. Ketika kita serius belajar ilmunya, kreatif membuat konten, update algoritma Instagram, update dengan berita terbaru dan konsisten, maka kita setidaknya bisa tetap bertahan meski hanya kerja dari rumah. Tentunya, usaha selalu dibarengi dengan do'a dan jangan lupa untuk menyerahkan kepada Tuhan mengenai hasilnya.

Terakhir mau tanya nih, ada yang sudah menekuni dunia konten kreator? Atau sudah siap menjadi konten kreator? Jangan lupa NGEPET ya hehe …

Sumber tulisan:
https://www.indozone.id/news/ers7nRX/jumlah-pengguna-internet-indonesia-tembus-202-juta-ini-yang-sering-dilakukan-netizen
https://www.ekrut.com/media/cara-menjadi-content-kreator
Youtube Live "Bagaimana Mendapatkan 10k Followers Pertama di Instagram?" oleh Mas Fardi Yandi

Ilustrasi & foto:
Diagram dari We Are Social
Dokumen pribadi
Diedit di canva.com

11 komentar

Jika Anda pengguna blogger, harap membuat publik profil blogger sebelum berkomentar agar tidak broken link ya.

Sebaiknya jangan anonim agar bisa saling mengunjungi ...

Komentar muncul setelah dimoderasi.
Terima kasih telah membaca dan berkomentar 😊

Salam kenal ...

  1. wah mantul nih Kak Tri :) ngepet yang berfaedah ya hehe.. kerja di dunia digital sekarang suah bisa menjanjikan hasilnya, Alhamdulillah bisa jadi pilihan para ibu-ibu hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi iya bener Kak. Jadi salah satu sumber penghasilan emak-emak selain gaji bulanan wkwk

      Hapus
  2. Wakakak auto ngakak baca judulnya. Bener banget kk buat orang yang gak ngerti pasti nyangka konten kreator itu punya duit hasil ngepet

    BalasHapus
  3. Aku sejak pandemi ini juga nggak sengaja terjun belajar dunia konten kreator, masih newbie banget nih untuk bikin konten di instagram dan blog, pelru banyak belajar dari kak tri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat Kak, aku juga masih belajar 😆

      Hapus
  4. Bener yg mb, pandemi ini memutar otak kita utk lebih kreatif. Saya pun merasa karir blog agak menanjak ketika pandemi karrna sya menekuninya pelan pelan

    BalasHapus
  5. Menjadi konten kreator memang luarbiasa ya mba. Aku masih merambah-rambah nih. Belum bisa konsisten aja nih.

    BalasHapus
  6. Hahaha lucu kak Tri ilustrasinya. Aku sudah masuk ke content creator sejak 2018 sih wkwk masih anak bawangg dan masih harus banyak belajar dari kak Tri nih biar bisa optimal

    BalasHapus
  7. Wah, noted banget nih, tipsnya bisa dipraktikkan. Bermanfaat banget buat pemula kayak aku. Makasih sharingnya ya, Mbak.

    BalasHapus
  8. ngepet setujuuu mba, asalkan ngepetnya bener ya hehe
    kayaknya point terakhir "konsisten" ini yang suka aku langgar, kadang kalau rajinn bener, pengen bisa begini begitu secara rutin, ehh yang ada malah banyak melesetnya

    BalasHapus