Review Film "Perjalanan Pertama", Film Rekomendasi Keluarga

Hai, hai, kali ini mau share soal pengalaman nonton duluan (pre screening) sebuah film epik kerjasama dua sineas beda negara. Film ini berjudul "Perjalanan Pertama". Sebuah film keluarga yang mengangkat banyak nilai kemanusiaan, budaya, sejarah, kejujuran, dan masih banyak lagi. Paket komplit sih. Lantas, bagaimana sinopsis dan review film Perjalanan Pertama ini? 

Sinopsis Film

Film ini bercerita tentang seorang cucu bernama Yahya dan seorang kakek (dipanggil Pak Gae, panggilan eyang/kakek di daerah sana), di sebuah tempat/desa berlatar Minang. Di sini Yahya masih berusia sekolah dasar. Sedangkan Pak Gae adalah seorang pengrajin di salah saru toko pembuatan mahar terkenal bernama Warisan Chaniago.

Dalam satu scene diceritakan bahwa Yahya menang dalam turnamen futsal di sekolah. Kakak kelasnya tidak menerima kekalahan dan marah sama Yahya. Yahya, seorang yang pantang takut menasihati kakak kelasnya. Terdengar dewasa sih dia untuk seusianya. 

Pada saat salah seorang temannya lagi melerai, dia memberikan tantangan kepada Yahya dan lawannya. Diletakkan masing-masing satu batu di depan mereka. Diumpamakan bahwa batu itu adalah kepala ayah masing-masing. Yang berani menendang kepala ayah temannya, maka dia yang menang. Si lawan Yahya langsung ngomong “Gimana mau nendang, nama ayahnya saja kita gak tahu.”

Di situlah mulai ada konflik dalam antara cucu dan kakeknya. Si cucu penasaran siapa asli dirinya? Siapa orang tuanya? Dia sama sekali tidak tahu jawabannya. 

Singkat cerita mereka akhirnya bertualang bersama menggunakan vespa yang tidak pernah digunakan selama 50 tahun. Dari perjalanan pertama itu, dikuak lah banyak rahasia.

Penasaran bagaimana kisahnya? Akankan Yahya tahu siapa orang tua sebenarnya? Kenapa mereka tiba-tiba melakukan perjalanan dengan vespa? Nanti nonton sendiri ya hehe. 

Review Film

Filmnya seru! Ini film keluarga jadi aman buat anak-anak. Seperti yang saya katakan sebelumnya, kalau film ini kerjasama antara sineas dua negara lho. Yaitu Mahakarya Pictures Indonesia bekerja sama dengan D Ayu Pictures dari Malaysia.

Film Perjalanan Pertama yang disutradarai Arief Malinmudo ini sebentar lagi akan segera tayang di bioskop. Sekadar informasi, Arief adalah sutradara asal Minang yang sebelumnya sukses dengan film Surau dan Silek (2017) dan Liam dan Laila (2018) yang diputar di dua benua.

Film ini dibintangi dua aktor utama dari dua negara dan dari dua generasi. Kisahnya lucu, unik, bijak, ada sedih dan menegangkan juga. Cocok ditonton untuk liburan bareng keluarga.

“Harapannya film ini akan mengingatkan kita, kalau kita sebagai orang tua, kita tidak pernah bisa memilih bagian mana yang akan ditiru oleh anak cucu kita, dan kenangan dari cerita apa yang akan diingat oleh anak cucu kita nanti,” ujar Arief.

Kisah konyol kedua aktor beda generasi dan beda negara ini patut diacungi jempol. Apalagi akting si Yahya dapet banget. Jago akting deh! Penasaran? Yuk nonton film Perjalanan Pertama 🤩

Tips Sebelum Ke Bioskop Bersama Anak

Kebetulan kemarin itu kali pertama saya membawa si kecil ke bioskop, dan kali pertama juga ke bioskop selama pandemi ini. Alhamdulillah karena kasus sudah semakin turun akhirnya bioskop dibuka lagi. yang pasti, agak gugup juga sih bawa anak pertama kali ke bioskop. Dia soalnya anaknya susah diem. Kalau diajak acara pasti keliling-keliling gedung wkwk. 

Paling inget usia setahunan, pas naik kereta pulang pergi Malang-Surabaya-Jogja, dari awal perjalanan sampai akhir kerjaan dia bolak-balik di koridor kereta. Jadinya bolak-balik juga ngikutin dia di kereta udah kayak model lagi catwalk. Dia duduk kalau pas lagi makan/tidur aja (itupun jarang) wkwk.

Nah, sekarang udah gedean nih. Pas sebelum masuk bioskop, udah diwanti-wanti, udah dilihatin di Google contoh penampakan bioskop, dijelasin kalau bioskop itu tempat nonton dengan layar besar.

Jadi tidak boleh lari-lari, harus duduk di tempat sampai film habis. Alhamdulillah dia anteng. Nah secara lengkap, berikut tips saat mengajak anak balita ke bioskop:

  • Pilih film keluarga alias ramah bagi anak.
  • Bagi muslim, pilih jam nonton yang tidak bertabrakan/mepet dengan waktu salat. Biasanya antara ashar dan magrib adalah waktu yang paling pas. 
  • Pastikan anak dalam keadaan kenyang.
  • Pastikan anak sudah buang air terlebih dahulu (si kecil sebelum berangkat, di rumah sudah buang air).
  • Jelaskan kondisi dan situasi di dalam bioskop, kalau perlu berikan gambaran nyata sebelum masuk, buat perjanjian tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di dalam sana. 
  • Pastikan sudah bisa check in menggunakan aplikasi Peduli Lindungi
  • Cari tempat duduk yang nyaman untuk anak saat di dalam, jaga jarak dengan penonton lain.

Penutup

Itu dia pengalaman kami saat akan ke bioskop di masa pandemi ini. Alhamdulillah meski tidak seramai dulu, tapi cukup banyak juga kini orang-orang yang datang ke bioskop. 

Untuk film perjalanan pertama ini sendiri, sangat saya rekomendasikan sebagai film keluarga yang cocok ditonton bersama anak-anak. Terakhir, Pastikan dalam keadaan sehat saat memasuki bioskop ya. Jaga jarak dan gunakan masker. 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url