BlogKakTri
Lifestyle Blogger, Talk About Blogging, Parenting,Traveling, Tips, Review, and Lifestory by Triyatni Ashari

Hindari 7 Hal Ini, Agar ASI Tidak Seret!

Faktor pertama yang dapat menyebabkan ASI seret adalah kurangnya frekuensi menyusui.

Bisa memberikan nutrisi terbaik untuk sang buah hati adalah dambaan semua ibu. Namun, terkadang tidak semua ibu mengalami kelancaran dalam menyusui. Salah satu masalah yang sering dihadapi adalah produksi ASI yang seret. Hal ini dapat menimbulkan kecemasan bagi ibu dan berdampak pada kesehatan dan perkembangan bayi. Lantas, apa saja penyebab ASI seret? Yuk, simak artikel selengkapnya di sini!

Faktor Penyebab ASI Seret

Produksi ASI yang sedikit bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Berikut ini beberapa penyebab ASI seret yang ibu perlu tahu:

1. Kurangnya Frekuensi Menyusui 

Faktor pertama yang dapat menyebabkan ASI seret adalah kurangnya frekuensi menyusui. Perlu Anda tahu jika payudara ibu memproduksi ASI berdasarkan prinsip persediaan dan permintaan. Semakin sering bayi disusui, semakin banyak ASI yang dikeluarkan dan semakin banyak pula ASI yang diproduksi. Sebaliknya, jika bayi jarang disusui, sinyal untuk memproduksi ASI akan berkurang, sehingga produksi ASI pun menurun.

2. Peletakan yang Tidak Efektif Saat Menyusui

Faktor yang kedua yaitu pelekatan yang tidak efektif saat menyusui. Hal ini dapat menjadi hambatan besar dalam produksi ASI. Bayi yang tidak menyusu dengan benar pada payudara tidak dapat menstimulasi produksi ASI secara optimal. Sehingga menyebabkan ASI seret dan ketidaknyamanan bagi bayi.

3. Dehidrasi

Dehidrasi merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan ASI seret. Ibu menyusui membutuhkan lebih banyak cairan untuk memproduksi ASI dibandingkan wanita yang tidak menyusui. Kurang minum air putih dapat menyebabkan dehidrasi, yang berakibat pada penurunan produksi ASI. 

4. Stres dan Kelelahan

Stres dan kelelahan merupakan dua faktor yang sering diabaikan, namun dapat memberikan dampak signifikan pada produksi ASI. Saat ibu mengalami stres atau kelelahan, tubuhnya akan memproduksi hormon stres seperti kortisol. Hormon ini dapat mengganggu keseimbangan hormon lain dalam tubuh, termasuk hormon prolaktin dan oksitosin, yang berperan penting dalam produksi dan pengeluaran ASI.

5. Konsumsi Obat Tertentu

Mengonsumsi obat tertentu saat menyusui dapat memengaruhi produksi ASI dan membahayakan bayi. Obat-obatan seperti KB hormonal, antidepresan, dan obat tekanan darah tinggi dapat menekan hormon prolaktin dan mengganggu refleks pengeluaran ASI. Beberapa obat bahkan dapat membahayakan bayi. Untuk itu, berkonsultasilah dengan dokter sebelum minum obat apa pun saat menyusui.

6. Kondisi Medis Ibu

Beberapa kondisi medis, seperti gangguan tiroid, diabetes, dan PCOS, dapat memengaruhi produksi ASI dan mengganggu keseimbangan hormon. Kondisi kronis, infeksi, dan operasi juga dapat melemahkan tubuh ibu dan membuatnya sulit untuk memproduksi ASI yang cukup. Oleh sebab itu, konsultasikan dengan dokter atau ahli laktasi untuk mendapatkan informasi dan dukungan yang sesuai dengan kondisi Anda.

7. Pemberian Susu Formula yang Berlebihan

Faktor terakhir penyebab ASI seret adalah pemberian susu formula secara berlebihan pada bayi. Hal ini dapat menurunkan produksi ASI ibu karena berkurangnya stimulasi menyusui. Jika terus dibiarkan, dapat menyebabkan ASI seret, bengkak, dan nyeri pada payudara. Konsumsi susu formula berlebihan juga berisiko menyebabkan obesitas, alergi, infeksi, diabetes, dan gangguan pencernaan pada bayi.

Belajar Stimulasi ASI di Kelas ASI Mastery

Nah, itulah beberapa hal yang menyebabkan ASI seret. Perlu diingat bahwa setiap ibu mungkin mengalami kondisi yang berbeda-beda. Jika Anda mengalami ASI seret, berkonsultasilah dengan ahli laktasi atau dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat dan sesuai dengan kondisi Anda.

Selain itu, Anda juga bisa mengikuti Kelas Laktasi ASI Mastery dari Tanya Ners. Di kelas ini, Anda akan belajar tentang teknik menyusui yang benar, cara menstimulasi ASI, kapan waktu yang tepat untuk perah ASI, dan masih banyak lagi. Kelas ini dapat diakses secara online, jadi Anda dapat belajar kapanpun dan dimanapun. Cukup mudah, bukan?

1 komentar

Jika Anda pengguna blogger, harap membuat publik profil blogger sebelum berkomentar agar tidak broken link ya.

Sebaiknya jangan anonim agar bisa saling mengunjungi ...

Komentar muncul setelah dimoderasi.
Terima kasih telah membaca dan berkomentar 😊

Salam kenal ...

  1. aku juga perlu pengetahuan lebih tentang ini, jadi pengen ikut kelasnya :D

    BalasHapus