Tips Cari Kost Murah Yang Asyik dan Anti Menyesal, Wajib Tahu!

Tips Cari Kost Murah Yang Asyik dan Anti Menyesal, Wajib Tahu!

Konten [Tampil]
cari kost

Kamar kost yang terletak di sudut paling dalam itu seperti lama tidak dihuni. Kasur yang dibiarkan sembarangan, banyaknya ‘hiasan’ spider not man, juga jendela yang “rada” terbuka dengan jaring-jaring dan kaca yang tidak begitu menutup sempurna. 

Kami kemudian melangkahkan kaki ke ruang utama untuk mendiskusikan dengan pemilik kost, kami berencana hanya menginap 2 bulan. 

“Harga kostnya 2 juta, belum termasuk wifi” kata seorang Ibu kost yang telah sepuh tersebut. 
“Kamar mandinya di mana Bu? Di informasi internet katanya kamar mandi di dalam kamar?”
“O ini ada di tengah bagian luar, make bareng-bareng aja ya”. 

Saya dan suami hanya bisa saling berpandangan.

Kebayang enggak sih? Bakal tinggal di rumah kost yang seperti tempat enggak pernah ditinggali itu? πŸ˜–Ah, untungnya saat itu survei dulu jadi enggak nyesel

Soalnya beda banget sama yang ada di foto internet. Tapi sedikit memaklumi, mungkin karena pemiliknya sudah agak sepuh makanya jarang dibersihkan.

Ada baiknya memang pengelolaan kost seperti ini diberikan khusus pada yang lebih muda. Sayang banget padahal posisinya cukup strategis lho! Semoga saja kost tersebut bisa sedikit berbenah dan kembali mendapat banyak pelanggan, aamiin.

Sejarah Kost di Indonesia ...

Dalam sebuah artikel di pustakadunia.com, disebutkan bahwa pemondokan pelajar dan mahasiswa atau yang biasa disebut indekost/kost di kota-kota besar ternyata sudah ada sejak zaman Hindia-Belanda lho! 

Tepatnya yaitu sejak peralihan dari abad 19 ke abad 20, bersamaan dengan awal sejarah pendidikan kita di Indonesia. 

Nah, di sinilah mulai muncul wacana penampungan tempat tinggal siswa dan mahasiswa pendatang tersebut, karena pemondokan khusus di sekolah yang disebut dengan internaat atau kostschool, katanya memiliki kapasitas sangat terbatas untuk menampung jumlah pemondok yang semakin bertambah.

Kemudian barulah bermunculan rumah-rumah keluarga yang diberalih fungsi sebagai rumah kost (kosthuis), dengan suasana yang tidak seketat aturan di asrama / kostschool.

Perantau dan Kehidupan Kost

Sebagian besar siswa atau mahasiswa bahkan pekerja kantor yang merantau, biasanya akan memilih kost sebagai jalan mudah untuk mendapatkan tempat tinggal. 

Selain lebih murah, juga lebih efisien. Tidak memerlukan perjanjian yang rumit dan pembersihan yang menyeluruh seperti halnya rumah kontrak. Selain itu, kost biasanya sudah difasilitasi barang-barang di dalam kamar. Tidak perlu beli barang lagi seperti halnya di rumah kontrak.

Tentu, banyak cerita dalam proses memilih kost tersebut. Mulai dari lelahnya mencari, hingga plus minus yang bikin bingung. 

Jadi di sini saya ingin berbagai pengalaman cari kost agar teman-teman yang ingin cari kost kedepannya bisa memetik hikmah dari kejadian-kejadian yang saya alami ini. 

Pengalaman Kost Sewaktu Kuliah

Sebenarnya, sewaktu kuliah, saya biasanya berangkat pulang pergi langsung dari rumah menggunakan motor selama kurang lebih 30 menit. Namun pernah suatu saat, saya juga pernah uji coba menginap di kost selama kurang lebih 3 bulan.

Kenapa ujicoba? Kebetulan saat itu motor saya rusak, jadi ingin dijual. Motor milik adik pun masih dipakai bergantian. Daripada saya harus naik angkutan umum sampai 3 kali, saya akhirnya memutuskan menginap di rumah kost. Saat itu sedang di akhir-akhir perkuliahan.

Jarak dari kost ke kampus memang dekat saja. Bisa ditempuh jalan kaki lewat jalan pintas bagian belakang. Jadi kalau ada kegiatan ekstrakurikuler atau himpunan jurusan, bisa dengan mudah bolak balik kampus. Saat itu, saya kost bareng teman jadi dapat harga setengah. Meski sulit, tapi cukup seru juga.

πŸ‘‰πŸ‘‰Bukan Hanya Soal Jarak

Memang kost dan kampus dekat. Namun jika ditempuh dengan jalan kaki, ternyata memakan waktu yang sama saja dengan naik motor dari rumah.

Lalu terkadang, karena menganggap kost dekat dengan kampus, waktu untuk bersiap-siap jadi lebih santai. Padahal, belum beli sarapan dan lain sebagainya. 

Ya, kendala kost di kampus memang bukan hanya soal jarak, tapi masih banyak lagi. Maklum, sejak TK hingga kuliah selalu tinggal bareng keluarga. Jadi segala macam persiapan sarapan dan masih banyak lagi, bisa dibantu orang tua.

πŸ‘‰πŸ‘‰Plus Minus Ngekost Bareng

Berbicara tentang ngekost bareng pasti ada plus minus. Salah satu kelebihannya adalah kita bisa saling membantu kalau memang lagi kurang. Jadi enggak meringkuk sendirian di kamar, hehe.

Pernah suatu kali saya sakit, teman kost saya membuatkan nasi goreng dan merawat saya. Dia baik banget. Padahal dia adalah kakak senior di kampus. Kami beda 2 tahun.

Minusnya mungkin jadi semakin banyak barang dalam satu kamar. Karena ada 2 orang yang menempati. Biasanya satu kamar satu orang aja sudah sesak, apalagi 2 orang.

Jadi harus pintar-pintar cari tahu bagaimana menyimpan barang yang tepat agar tidak terlalu “berantakan”, wkwk. Harus pintar-pintar bagi giliran juga dalam membersihkan maupun memasak. 

Nah, mengenai ngekost yang hanya 3 bulan itu memang masih cukup membekas di ingatan. Banyak hal seru tentunya apalagi berkaitan dengan memasak bareng atau membeli makan di warung. Yang pasti, anak kost itu biasanya berusaha hemat jajan agar cukup bertahan di akhir bulan, hehe.

Kendala Cari Kost Saat Menemani Suami Kuliah

Setelah wisuda, saya langsung diterima bekerja di luar pulau alias merantau. Tanpa disangka 2 tahun bekerja, saya akhirnya mendapatkan jodoh di tempat bekerja. Kami tinggal di kompleks sekolah (rumah dinas) setelah menikah. Ya, profesi suami adalah guru. Saya pun dulunya bekerja sebagai guru asrama, namun memilih berhenti bekerja setelah hamil.

Pada usia pernikahan yang ketiga (2019 tahun lalu), suami Alhamdulillah dapat rezeki pelatihan guru ke luar kota. Semacam kuliah singkat selama 2 bulan di Surabaya. Setelah berdiskusi cukup alot dan panjang (soal kami, istri dan anaknya ikut atau tidak hihi), akhirnya saya ikut menemani suami (yeaay) πŸ˜†

Mengajak anak dan istri untuk menemani “kuliah lagi” selama 2 bulan, suami menjadi satu-satunya yang membawa keluarga saat itu di kelasnya. Katanya di kelas lain, ada juga guru perempuan yang bawa anaknya saja bersama pengasuh karena masih menyusui. 
Tentu PR selanjutnya adalah kami harus mencari tempat untuk menginap sementara sembari mencari kost-kostan atau kontrakan untuk 2 bulan. Apalagi belum ada kendaraan, pada akhirnya semakin tinggi ujian. Beberapa kendala selama mencari kost yaitu :

πŸ‘‰πŸ‘‰ Lelahnya Berkeliling

O ya kami kan rencana akan tinggal di Surabaya, Jawa Timur, tepatnya di dekat kampus Unesa. Ya, seperti yang saya katakan sebelumnya, kami belum memiliki kendaraan.

Di hari pertama dan kedua kami banyak berkeliling dengan jalan kaki. Udara di Surabaya cukup berbeda dari kota asal kami. Anginnya berhembus kencang, namun agak panas. Mungkin karena memang juga lagi musim kemarau.

Untungnya, kami bertemu temannya teman yang bersedia meminjamkan motor. Beberapa hari lagi kebetulan dia mau pulang kampung dan menjual motornya, kami pun membeli motornya. Rencana akan kami jual kembali setelah suami selesai kuliah. Lelahnya berkeliling untung hanya sementara saja, hehe.

Foto di atas adalah foto kami berada di gang-gang kumpulan kost di dekat kampus. Habis keliling-keliling hehe. Saat itu suami dan si kecil yang cukup kelelahan dan akhirnya duduk dulu untuk istirahat. Saya pada posisi itu juga sedang membeli makanan di salah satu warung. 

πŸ‘‰πŸ‘‰ Banyak Ditolak

Beberapa persayaratan kost adalah hanya menerima perempuan saja, atau hanya menerima laki-laki saja. Memang hampir sama sekali tidak menemukan kost campuran. Rata-rata pasti khsuus putra atau putri. 

Sangat jarang ada kost yang menerima keluarga apalagi hanya 2 bulan. Jikapun ada, pasti letaknya jauh dari kampus padahal kami sangat butuh yang dekat dengan kampus. Juga beberapa kali menemukan rumah kontrak, nemu ya itu, kondisi rumahnya cukup jauh. 

Kami banyak ditolak juga karena beberapa kost juga sudah penuh karena pas banget tahun ajaran baru. Beberapa kost keluarga juga sudah dipesan sama teman-teman dari kota lain yang sama-sama bawa keluarga. Namun kami terus berusaha mencari kost di dekat kampus,

Salah satu inisiatif saya akhirnya mencoba saja menawarkan diri di beberapa kost putri agar mau menerima kami dengan menawarkan harga khusus. Ada yang ditolak, dan ada juga yang akhirnya menerima untuk disurvei dulu.

πŸ‘‰πŸ‘‰ Harga yang Tidak Sesuai

Untuk menginap 2 bulan, seharusnya bisa mendapat harga terjangkau dari harga biasa. Rata-rata untuk harga menginap, mahasiswa dibebankan harga 1 semester ke depan. Paling akhir, kami mendapat salah satu kost diberi harga 1 semester seperti mahasiswi lainnya (meski hanya memerlukan 2 bulan).     Untung harga 1 semester tersebut sebenarnya jauh lebih murah dibanding lainnya.

πŸ‘‰πŸ‘‰ Fasilitas yang Kurang Memadai

Karena sudah mepet, butuh tempat yang dekat, dan bisa menerima kami sebagai keluarga dengan 1 balita yang lagi aktif-aktifnya, kami akhirnya mendapat kamar yang memang agak jauh dari fasilitas. 
Kamar ini berada di lantai 1 di mana tempat keluarga tersebut juga tinggal. Kamar kost yang sebenarnya di lantai 2. Untungnya ada 1 kamar mandi khusus tepat di depan kamar yang kami bisa gunakan sebebasnya. 

Pemilik kost sendiri mengakui bahwa ini bukan kamar yang biasa dibuat kost, hanya kamar tamu, karena ukuran kamar yang kecil, tanpa fasilitas seperti biasa dan tidak ada ventilasi cukup.

Hanya bermodal pintu untuk keluar masuk udara. Untungnya kamar ini terletak di belakang yang jarang dilalui anggota keluarga pemilik kost. Sehingga jika malam tiba, kami memilih membuka pintu setengah dengan memberi gorden sebagai penutup tambahan.

πŸ‘‰πŸ‘‰ Lingkungan Kurang Pas

Karena lingkungan kost mahasiswa, sebenarnya juga kurang pas buat si kecil yang membutuhkan teman bermain. Agar si kecil tidak bosan, saya sering mengajaknya berkeliling, bahkan saya sekolahkan di PAUD terdekat (padahal belum 2 tahun tapi saya selalu dampingi). Ya tujuannya agar punya banyak teman, si kecil syukurnya senang karena banyak teman dan mainannya seru-seru di sana.

Yang menarik adalah, dari semua tantangan-tantangan yang kami hadapi di atas, ternyata kami dapat banyak bantuan “kebetulan yang ajaib” yang tidak terduga. MasyaaAllah. Semua atas kuasa-Nya. 

Bermula dari kenalan dari temannya teman suami, yang kami awalnya tidak tahu kalau dia mau pulang kampung, kami mendapat banyak barang-barang hibahan kost yang kami perlukan.

Mulai dari kasur tambahan, galon, dispenser, ricecooker, hingga peralatan makan seperti piring dan gelas yang tentunya penting sekali selama 2 bulan ini. Selain itu, tempat kost yang kami temui juga adalah sebuah rumah makan. Tidak terlalu jauh mencari-cari makan di pagi hari, hehe.
Ya, di balik kesusahan, akan ada kemudahan Alhamdulillah ….

5 Tips Sebelum Memilih Kost

Dari pengalaman saya sejak kuliah hingga kost keluarga, juga beberapa pengalaman orang lain yang pernah saya dengar, berikut 5 tips yang perlu diperhatikan sebelum memilih kost ya :

πŸ‘‰πŸ‘‰ Lihat Jarak

Bagaimanapun, ada beberapa kondisi di mana kadang kita harus balik kembali ketika melupakan barang-barang penting di kost. Apalagi jika orangnya memang pelupa, hehe.

Jangan sampai, jalur yang kita lalui adalah sarang macet atau malah susah kendaraan umum. Lebih baik lagi yang jalananya sudah bagus untuk kendaraan bermotor.

πŸ‘‰πŸ‘‰ Lihat Fasilitas Langsung

Ini paling penting, jangan sampai, kost yang ditempati beda dengan gambar yang dilihat di online. Jadi meski sudah memutuskan tertarik dengan  sebuah kost via online, tetap perlu untuk melihat secara langsung sebelum benar-benar deal.

Sesuai pengalaman, biasanya kost yang ditampilkan di platform tertentu, hanya kamar yang bagus, untuk kamar yang kurang bagus tidak ditampilkan dan fasilitasnya bisa jauh sekali. Seperti ditulisnya kamar mandi dalam, ternyata di luar dan sebagainya (seperti awal cerita tulisan ini). 

πŸ‘‰πŸ‘‰ Lihat Lingkungan yang Aman

Beberapa kost yang saya dengar dari teman-teman, ada yang mengizinkan campur antara laki-laki dan permpuan dan tanpa pengawaasan.

Ada lagi yang meski kost khusus putri, tetap ada satpam cowok yang memantau anak putri keluar masuk, diberi jam batas dan lainnya. Jangan sampai kerena lingkungan, awal niat baik ingin kuliah malah melenceng dan mengecewakan orang tua.

Hati-hati juga soal keamanan. Apakah di sana sering terjadi kecurian atau tidak. Atau malah pembegalan. Naudzubillah. Selalu pastikan hal ini ya.

πŸ‘‰πŸ‘‰ Lihat Review

Review ini bisa dilihat dari orang-orang yang pernah kost di sana. Mulai dari bagaimana pemiliknya, bagaimana aturannya dan lainnya.

Ada teman pernah bercerita bahwa biaya listriknya lumayan tinggi dari bulan ke bulan. Ada juga yang bercerita, bahwa pemiliknya sungguh ketus dan wajib bayar kost jauh hari sebelumnya kalau tidak siap-siap dimarahi. Cari yang nyaman ya. 

Pastikan juga apakah juga pernah banjir atau gimana. Apakah penghuninya agak “kurang bersih” atau gimana. Itu semua bisa kita dapatkan dari review orang-orang sekitar atau di aplikasi atau website yang bersangkutan. Lebih real bisa dilihat di google maps lho!

πŸ‘‰πŸ‘‰ Lihat Harga

Meski fasilitas yang utama, tentu harga juga harus dipikirkan. Pastikan bandingkan satu kost dengan kost lainnya dengan fasilitas yang kurang lebih sama. Pindah kost di tengah jalan akan lebih repot apalagi bawa barang banyak hehe. 

Review 4 Platform Bantu Cari Kost Murah yang Asik dan Anti Menyesal

Kita sudah bahas soal pengalaman saya mencari kost dan berbagai tips mengenai mencari kost yang tepat.

Kini saya akan berbagi soal platform online yang menyedikana layanan informasi kost. Tentu teman-teman saat ini sudah familiar dengan sistem online, jadi tanpa perlu keliling-keliling lagi, kita sudah bisa melihat beberapa kost seperti halnya melihat barang di marketplace. 

Kita bisa pilih yang sesuai dengan kebutuhan kita. Kita bisa filter jenis-jenis kost apa saja yang kita ingin. Mulai dari misal yang pakai wifi, harus yang ada tempat parkirnya, bisa bawa peliharaan atau tidak, dan lain sebagainya. Berikut info platform dan reviewnya …

πŸ‘‰πŸ‘‰ Kost di RedDoorz

Emang bisa kost di RedDoorz? Yes, saat ini RedDoorz sudah melebarkan sayap di dunia kost-kostan. Untuk teman-teman yang biasa menggunakan aplikasi RedDoorz untuk mencari penginapan, kini bisa menggunakan aplikasi yang sama untuk mencari kost-kostan. Caranya gimana?

1. Temen-teman tinggal buka aplikasi ReddDoorz
2. Di bagian kiri atas, pilih Kost Houses
3. Atur tanggal ingin menginap tanggal berapa (harus minimal 1 bulan ya untuk kost di RedDoorz)
4. Cari kost sesuai daerah atau nama kost (misal cari kost Jakarta)
5. Tekan tombol search kost

Kelebihan kost di RedDoorz sesuai yang saya baca di aplikasi adalah adanya jaminan pembersihan rutin (jadi enggak ada cerita dapat kost yang banyak sarang laba-labanya kayak saya dulu), ada free wifi, juga bisa di-book dulu.

Kelebihan lain adalah adanya alamat tempat kost yang terintegrasi dengan google maps jadi tidak perlu takut kesasar. Selain itu diberikan informasi mengenai jarak dengan beberapa tempat umum. 

Ketika ingin melakukan survei juga bisa. Jadi kita bisa atur jadwal survei kost dan bertemu langsung dengan tim survei. Jika suka, bisa langsung DP 10% terlebih dahulu sebelum kehabisan.

Sayangnya memang fasilitas kost di RedDoorz ini baru tersedia di aplikasi. Belum di-launching di web mereka. O ya beberapa kota juga sudah tersedia lho! Kan cabang RedDoorz juga hampir di seluruh Indonesia.

Pengalaman saya dulu menginap di RedDoorz dalam rangka liburan di Batu itu sangat terjangkau untuk hotel. Fasilitas yang diberikan jauh lebih baik padahal harganya sangat murah. Harusnya kostnya juga bagus. Saya juga pernah mereview hotel RedDoorz yang saya gunakan saat itu. Hanya 100 ribuan saya bisa dapat penginapan dengan kolam renang saat itu. Murah banget πŸ˜†.

πŸ‘‰πŸ‘‰ Sewakost.com

Di sewakost.com, teman-teman bisa mencari kost dengan filter daerah/kota. Misal ingin mencari kost Jogja, teman-teman langsung filter saja di pilihan kota yang disediakan. Selain filter kota, di sini juga bisa filter jenis kost, ingin yang AC atau tidak, range harga,  juga filter kamar mandi dalam atau tidak. 

Kos yang disediakan cukup banyak, bahkan hampir semua provinsi ada. Sayangnya, beberapa foto gambar kamar kost yang disediakan kurang jelas. 

Kelebihan lain dari sewakost.com ini adalah, di sini kost dengan harga murah di bawah 500 ribu per bulan cukup banyak disediakan.

πŸ‘‰πŸ‘‰ Cari-kos.com

Di cari-kos.com, saya suka tampilan awal yang terkesan modern. Sayangnya, untuk pencarian hanya diberi satu kolom pencarian saja (menulis nama kost tertentu atau wilayah tertentu). Tidak ada pencarian dengan filter lainnya. Saat saya mencoba mencari wilayah di sekitar saya, ternyata belum ada. Jadi memang belum lengkap masih sekitaran kota-kota besar di Jawa dan Bali mungkin. 

Kelebihannya adalah foto yang disajikan cukup lengkap dan jelas. Deskripsi kos juga cukup lengkap. Juga sangat diutamakan mengenai informasi tempat umum yang ada di sekitaran kos. Di sini range harganya juga cukup beragam mulai dari ratusan ribu hingga jutaan.

πŸ‘‰πŸ‘‰ Yukstay.com

Untuk teman-teman high end class, yukstay.com sangat cocok jika ingin mencari kost semi apartement. Dengan biaya tidak semahal apartemen, namun juga tidak semurah kost-kostan biasa, teman-teman bisa mendapat informasi kost di beberapa kota besar. 

Sayangnya memang masih hanya kota-kota tertentu. Karena memang apartemen diperuntukkan untuk kota yang memiliki lahan terbatas namun tetap bisa dekat menjangkau tempat-tempat umum. Uniknya, di sini disediakan review kamar dalam bentuk video.

Tips Tambahan Jika Sudah Menemukan Banyak Pilihan Kost

Setelah menemukan kost yang kita rasa cocok di internet maupun aplikasi, pastikan sekali lagi untuk betul-betul meyakinkan diri sebelum deal. banyak faktor pendukung yang bisa menjadi plus minus sebuah kost. Berikut tips dari saya agar bisa mendapatkan kost impian dengan harga terjangkau :

πŸ‘‰πŸ‘‰Booking Jauh Hari

Mengingat pencarian kost biasanya di lakukan di musim-musim liburan semester (sebelum masuk kuliah), ada baiknya booking jauh-jauh hari. Biasanya kost cukup cepat full apalagi yang jaraknya cukup dekat dengan kampus dan terjangkau.

πŸ‘‰πŸ‘‰Telpon Pemilik Jika Bisa

Pastikan menemukan informasi nomor handphone pemilik kost. Telpon sesegera mungkin.Kadang jika sudah menemukan kost yang tepat, eh malah pemilik susah dihubungi. Kita juga bisa menanyakan kamar yang tersedia secara langsung.

πŸ‘‰πŸ‘‰Jangan Langsung Deal, Cek dan Bandingkan

Usahakn cek langsung beberapa kost yang dirasa cocok. Bandingkan dari segi harga, fasilitas, juga keramahan pemilik kost. Gak mau kan dengar orang marah-marah mulu tiap hari? wkwkw

πŸ‘‰πŸ‘‰Tanyakan Mengenai Listrik, WiFi, dan Air

Biasanya harga yang ditawarkan mungkin tidak sepaket dengan 3 sumber kehidupan ini. Pastikan semuanya sudah termasuk. Kost di RedDoorz saya lihat termasuk semua nih.

πŸ‘‰πŸ‘‰Uji Coba Menginap 1-2 Hari

Beberapa kost bisa menyediakan ujicoba. Tidak perlu sungkan untuk tanyakan hal ini pada pemilik kost. Jika kurang nyaman, bisa pindah dengan hanya membayar biaya ujicoba.

πŸ‘‰πŸ‘‰Pastikan Dekat dengan Tempat/Warung Makan

Sebagai manusia, naluri agar bisa bertahan hidup salah satunya adalah makan. Pilih tempat yang cukup dekat dengan warung makan. Agar tidak perlu repot memesan online setiap hari. Jika ada tempat buat masak mungkin lebih bagus agar lebih sehat.

Kesimpulan

Cari kost murah, nyaman dan berkualitas memang gampang-gampang susah. Beberapa pengalaman yang saya tuliskan semoga bisa menjadi pertimbangan jika teman-teman ingin mencari kost. Salah-salah bisa dapat zonk dan menyesal.

Tapi teman-teman kini bisa lebih mudah menemukan kost dengan memanfaatkan berbagai platform pencari kost. Salah satunya di aplikasi RedDoorz. Kini Kost di RedDoorz sudah menjadi fitur salah satu aplikasi mereka. 

Jaringan luas dan sudah terpercaya sejak lama bisa membantu mengurangi energi memilah kost yang berkualitas.

Setidaknya kost yang didaftarkan di sana sudah diverifikasi langsung oleh tim RedDoorz. Tapi jika masih belum yakin pun kita bisa melakukan survei langsung bersama tim mereka.

Jadi, bagaimana? Sudah siap jadi anak kost? hehe.

Referensi tulisan :
Pengalaman pribadi
Platform kost yang sudah diesbutkan di atas
https://www.pustakadunia.com/analisa-usaha-kost-kostan/

Ilustrasi gambar :
Foto pribadi
Gambar kost : city vector created by macrovector - www.freepik.com
canva.com



Baca Juga

20 komentar

  1. Emang nyari kost sesuai budget itu susah-susah gampang yehh heheee Sebagai anak kost, setuju banget nih akutuh sama tips nya ka Tri dan ternyata sekarang tuh udah banyak platfrom yah Ka. Wahh udah makin mempermudah banget buat nyari kostan nih.
    Coba cek-cek lagi ahhhh, siapa tahu dapet kostan yang lebih nyaman dari pada yang sekarang heheee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wih ternyata anak kost. Pasti lebih tahu nih seluk-beluk susah senang dan duka ngekost, hihi

      Hapus
  2. Aku jadi ingat masa-masa jadi anak kosan waktu kuliah dan kerja. Kuliah di luar kota, cari kos dari jauh-jauh hari dan survey langsung. Alhamdulillah nemu yang masih area kampus, dekat jalan raya dan tempat makan jadi nggak khawatir kelaparan. Bersih, murah pula. Nah pas sudah kerja ini cari kos agak repot karena rata-rata harganya mahal (jika di tengah kota) dengan fasilitas seadanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul. Kalau udah deket kota lebih mahal. Terus untuk kost karyawan memang mungkin dinaikin ya Mbak hihi

      Hapus
  3. Aku belum pernah nge-kost sih kak. Tap pernah ikut bantu teman keliling cari kost buat dia di area mampang, jakarta. Dan itu kudu keliling naik turun angkutan. Cukup menguras waktu dan tenaga juga sih sebenarnya. Sekarang bisa pakai beragam aplikasi dan secara online, tentu memudhkan sekali ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul Mbak. Setidaknya kalau mau survei sudah tau arahnya dan bisa seleksi kecil via online kan ya

      Hapus
  4. masyaa Allah bermanfaat sekali, terimakasih kak. can relate kemaren2 pas ngekost dari mulai nyari kostan tuh udah pusing bgt. Sekarang praktis bgt teknologi udah canggih bisa cari2 sampe dapet yg cocok via aplikasi jg ya hehe

    BalasHapus
  5. Aku belum pernah ngekos sih kak, tapi perjuangan nyari kos-kosan yang sreg itu susah. Based on pengalaman teman-temanku sih ini. Tapi untungnya jaman sekarang banyak banget aplikasi yang memudahkan kita nyari kos-kosan yang sesuai kemauan kita.

    BalasHapus
  6. Belum pernah ngerasain tinggal di kos-kosan. Karena sekolah, kuliah, dan kerja pun masih di satu daerah. Kalo tinggal di kos-kosan memang harus rela dengan ruang yang seadaanya aja ya. Apalagi punya anak balita, ruang geraknya jadi terbatas banget. Pengalaman dan tips ngekosnya bermanfaat banget nih mba. Karena memang sudah pengalaman yaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi betul Mbak. Dulu ngajak balita ngekos ya gitulah haha

      Hapus
  7. jaman aku kuliah nyari kosan kudu ngiderin jalanan atau sewa ojek pengkolan buat anterin ke tempat kosan yang sesuai, malah kadang bisa ngabisin waktu seharian, lebih enak saat era teknologi canggih seperti sekarang ini ya

    BalasHapus
  8. Wuih, teknologi ternyata bener-bener mempermudah banyak hal. Termasuk nyari kostan. Dulu waktu kuliah aku keliling sampe pegel. Dan gak dapet yang cocok. Akhirnya gak ngekos. PP aja dari rumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sempet gak jadi ngekost gitu ya Mbak. Pengalaman luar biasa XD

      Hapus
  9. Membaca pengalaman ikut ngekost bareng suami jadi ikut deg-degan. Apalagi datang bersama istri dan anak tapi belum ada kost-an nya. Tapi pengalaman yang seru ya Mba. Aku baru tau ada website untuk mencari kost seperti ini deh. Terima kasih informasinya ya Ka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, sempet konflik kecil gara-gara gak dapet-dapet haha

      Hapus
  10. sekarang cari kost makin mudah, bisa lewat website atau aplikasi
    aku juga dulu perjuangan buat nyari kosan waktu awal kuliah, dan akhirnya terima juga kamar kos isi berdua, dengan kasur yang sempit dan tinggi pula, agak aneh sih.
    dan harus tinggal disana 1 tahun kontraknya, wahhh trik pak kosnya pinter di tempatku mba hehehe

    trus tahun kedua sudah mulai pindah kosan dan betah sampe akhir kuliah

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kalau gak betah emang susah. Mesti cari lagi yang oke

      Hapus

Jika Anda pengguna blogger, harap membuat publik profil blogger sebelum berkomentar agar tidak broken link ya.

Sebaiknya jangan anonim agar bisa saling mengunjungi ...

Komentar muncul setelah dimoderasi.
Terima kasih telah membaca dan berkomentar 😊

Salam kenal ...