Bayaran Botol Plastik, Akhirnya Bisa Naik Suroboyo Bus!

September 01, 2019




Gambar : mobilkomersial.com
Yang orang Surabaya mana nih? Atau yang lagi nyempil di Surabaya kayak saya ada? 🀭

Memiliki waktu hanya 2 bulan di Surabaya tentu harus dimanfaatkan dong ya. Salah satunya adalah mencoba naik Bus yang unik ini. Namanya Suroboyo Bus! Alias Bus TayoKenapa unik? Karena untuk naik ke Bus ini, kalian 'hanya' perlu membawa botol atau gelas plastik bekas minum. Mau bayar pakai uang? No! Kalian akan ditolak!

Kenapa aku pakai tanda kutip di kata 'hanya'? Karena perjuangan mendapatkan botol itu yang cukup susah, wkwkw. Selain karena kami sering bawa air sendiri dengan botol sendiri (ceritanya biar hemat plus zero plastik gengs), kami juga tidak tahu harus mendapatkan di mana. Toh kami orang baru di sini. Beruntung kami ngekos di warung yang nyediain air minum mineral (sekadar info rata-rata warung di sini manfaatin air mineral aja untuk air minum pembeli, kalau di kotaku mereka menyediakan air galon dan gelas).
Keberuntungan lain adalah kami menemukan suatu kondisi saat ramai-ramainya penyambutan Maba di suatu kampus, botol bekas berseliweran. Jadilah kita mulung secara temporer, hehe.
Memang harus banyak ya botolnya? Lumayan sih! Ketentuannya ini :

1 TIKET =
3 Botol Besar ukuran 1,5 l atau
5 Botol Sedang ukuran 600ml, atau
10 Gelas Plastik ukutan 200ml.

Itu baru 1 tiket lho. Jadi kalau mau balik naik bus lagi ya harus sediain botol lagi, hehe.

Nah langsung aja cerita pengalamannya deh. Tanggal 14 Agustus 2019 kemarin, tepatnya hari sabtu, kami sudah percaya diri dengan jumlah botol yang kami bawa untuk bolak balik sampai ke rumah kembali. Kami akhirnya menuju halte di kampus. Motor kami titip di suatu tempat di kampus dengan biaya parkir 3 ribu.


Saat ngee-drop kami di halte (saya dan si kecil), suami lekas menuju tempat parkir. Terlihat sudah ada rombongan orang-orang yang juga ingin naik bus. Tahunya tentu dari tentengannya dong wkwk. Ada yang bawa sampai 2 plastik besar berisi botol.
Para penumpang yang ingin naik (dokpri)

Tips dari kami (ide suami sebenarnya) :
Tas kain berisi botol pastik (dokpri)
Kebetulan bawa tas kain dari Banjarmasin. Dimanfaatin buat nyimpen botol biar enggak terlalu mencolok gitu dong. Emang muat? Muat, kalau dikempesin botolnya, hihi. Diplintir gitu tau kan? Jadi tetap bisa bawa banyak botol tanpa repot.

Tips lain :
Kalian bisa menukar dulu di tempat penukaran botol. Nanti akan dapat stiker yang bisa ditukarkan menjadi tiket.

Kami pribadi baru tahu itu di bus saat bertanya pada salah satu penumpang. Tapi tempat penukaran juga agak jauh sih dari rumah.

Lanjut deh sekitar 2 menit di-drop, langsung tiba busnya. Suatu keberuntungan lain lagi mengingat armada masih sedikit yang jalan. Jadi waktu menunggu bisa jadi lama apalagi busnya singgah di banyak halte.

Semua orang-orang yang menunggu sudah masuk bus. Tapi suami belum datang dari parkiran. Inisiatif deh langsung menuju ke depan nanyain sopirnya :

"Pak bisa tunggu bentar? Suami lagi markir motor di belakang"
"Lama enggak?"
"Bentar aja Pak"

Sambil was-was. Semoga aja suami baca wa tadi kalau bus udah datang. Sempat juga saya menanyakan kapan bus berikutnya datang. Tapi pak supir menyarankan naik bus ini aja.

Akhirnya suami datang juga. Saya naik dari depan, dan suami dari belakang (pintu masuk perempuan dan laki-laki beda ya). Lagi rame banget sampai harus berdiri. Untungnya ada yang nyerahin tempat duduknya buat Aurora.

Di bus pertama ini kami enggak dimintain plastiknya, langsung naik aja. Kami ditanyain berapa orang, saya jawab 2 orang. Lalu kami diberi tiket.

Petugas atau saya manggilnya kenek, hehe, memegang semacam alat print gitu, ukuran 2 tangan agak panjang. Ngetik-ngetik kayak kalkulator langsung deh keluar tiketnya.

foto tiket (dokpri)


Di tiket itu tertulis masa berlaku yaitu 2 jam sejak tiket di-printkan. Jadi aman kalau turunnya cepet, dan belum 2 jam, kita bisa naik lagi bus berikutnya tanpa bawa botol.

Kenek yang nyetak tiket (dokpri)

Kami total naik Bus 4x. Dari Unesa menuju ke tugu monumen pahlawan 10 November, dibutuhkan 2 kali naik bus dengan tiket yang sama. Lalu dari monumen mau ke ITS. Naik bus sekali. Kemudian karena cukup jauh busnya belum datang dan sudah mau magrib kami akhirnya memilih naik grab ke ITS. Setelah magrib, dari ITS menuju Unesa naik bus lagi.
Suasana di dalam bus (dokpri)

Tentang Suroboyo Bus
Fasilitas buat ngecas (dokpri)
Dikutip Dari Wikipedia, Suroboyo Bus adalah salah satu transportasi bus berbasis bus rapid transit yang berada di Kota Surabaya. Suroboyo Bus diluncurkan oleh Tri Rismaharini pada tanggal 7 April 2018 di gedung Siola. Bus ini mampu mengangkut sebanyak 67 penumpang. Jam operasional Suroboyo Bus dimulai pukul 06.00-22.00 WIB. 

Operator: Pemerintah Kota Surabaya
Operasi dimulai: 7 April 2018
Gambar : surabaya.go.id

RUTE DAN HALTE
Salah satu halte (dokpri)

Suroboyo bus (dokpri)

1. Rute Utara - Selatan (PP) di bagi menjadi dua, yaitu untuk Suroboyo Bus (SB) dan Suroboyo Bus Tumpuk (SBT) :
Rute Surabaya Utara - Selatan (PP)
Suroboyo Bus (SB) Rute Utara - Selatan
Start Halte Purabaya - Halte Dukuh Menanggal - Halte Siwalankerto - Halte Taman Pelagi - Halte RS Bhayangkara - Halte UBHARA - Halte PUSVETMA - Halte Wonokromo - Halte Joyoboyo - Halte Museum BI - Hale Rumah Sakit Darmo - Halte Pandegiling - Halte Basra - Halte Kaliasin - Halte Embong Malang - Halte Blauran - Halte Pringadi - Halte Pasar Turi - Halte Masjid Kemayoran - Halte Indrapura - Halte Rajawali.

Suroboyo Bus (SB) Rute Selatan - Utara
Start Halte Rajawali - Halte Jembatan Merah - Halte Veteran - Halte Tugu Pahlawan - Halte Alun Alun Contong - Halte Siola - Halte Tunjungan - Halte Simpang Dukuh - Halte Gubernur Suryo - Halte Pangsud - Halte Sono Kembang - Halte Urip Sumoharjo - Halte Pandigiling - Halte Mojopahit - Halte Darmo - Halte Marmoyo - Halte Joyoboyo - Halte RSAL - Halte Margorejo - Halte UIN - Halte Siwalankerto - Halte Kerto Menanggal - Terminal Purabaya.

Rute Suroboyo Bus Tumpuk (SBT) Rute Utara - Selatan
Start Halte Purabaya - Halte Dukuh Menanggal - Halte Siwalankerto - Halte Taman Pelagi -Halte RS Bhayangkara - Halte UBHARA - Halte PUSVETMA - Halte Ketintang - Halte Joyoboyo - Halte Museum BI - Halte Rumah Sakit Darmo - Halte Pandegiling - Halte Basra - Halte Kaliasin - Halte Embong Malang - Halte Blauran -Halte Pirngadi.

Rute Suroboyo Bus Tumpuk (SBT) Rute Utara - Selatan
Start Halte Alun Alun Contong - Halte Siola - Halte Tunjungan - Halte Simpang Dukuh - Halte Gubernur Suryo - Halte Pangsud - Halte Sono Kembang - Halte Urip Sumoharjo - Halte Santa Maria - Halte Darmo - Halte Marmoyo - Halte Joyoboyo - Halte RSAL - Halte Margorejo - Halte UIN - Halte Jemur Ngawinan - Halte Siwalankerto - Halte Kerto Menanggal - Terminal Purabaya.

2. Rute Surabaya Barat - Timur (PP) hanya dilalui Suroboyo Bus (SB) :
Rute Barat - Timur
Start Jalan Mayjen yono suwoyo - Jalan Ir Muhammad - Jalan Mayien Sungkono - Jalan Adityawarman - Jalan Kutai - Jalan Bengawan - Jalan Raya Darmo - Jalan Urip Sumohario - Jalan Embong malang - Jalan Blauran - Jalan Praban - Jalam Tunjungan - Jalan Gubenur Suryo - Jalan Yos Sudarso - Jalan Walikota Mustajab - Jalan Prof Dr Moestopo - Jalam Dramawangsa - Jalan Kertajaya - Jalan Manyar Kortoarjo, Jalan Kertajaya lndah - Bundaran ITS

Rute Timur- Barat
Bundaran ITS - Jalam Kertajaya indah - Jalan Manyar Kertoarjo - Jalan Kartajaya - Jalan Darmawangsa - Jalan Prof. dr Mustopo - Jalan Gubeng Pojok - Jalan Pemuda - Jalan Panglima sudirman - Jalan Urip Sumoharjo - Jalan Raya Darmo - Jalan Bengawan - Jalan Kutai - Jalan Adityawarman - Jalan Mayjen Sungkono - Jalan HR Muhammad - Jalan Mayjen Yono Suwoyo.
Gambar : idntimes.com



O ya Suroboyo Bus, beroperasi mulai pukul 06.00 WIB hingga 22.00 WIB. Tapi biasanya setelah salat Isya atau sekitar jam 7 malam, bus sudah tinggal sekali putaran. Apalagi di saat macet, sekali putaran bisa mencapai 2 jam. Tak jarang pukul 21.00 sebenarnya bus sudah tidak beroperasi lagi. 

Peraturan dalam bus (dokpri)


Tampak dalam Bus. sumber : jawapos
di dalam Bus (dokpri)

Tempat untuk menyerahkan sampah botol plastik (dokpri)


Fasilitas :
  • Ada bus yang 2 tingkat (enggak semua)
  • Tempat duduk cukup nyaman dan ada pegangan
  • Tersedia tempat untuk lansia
  • Bisa cas hp dengan kabel data yang tersedia
  • Ber-AC jari tetap sejuk selama perjalanan
Aplikasi:

Mereka juga sudah memiliki aplikasi Suroboyo Bus. Bagusnya, aplikasi tersebut sudah pakai maps (bukan google maps sih), tapi lumayan untuk mengetahui di mana letak halte, rute dan di mana posisi bus. Kita jadi tahu apakah kita akan menunggu lama atau tidak.

Pelayanan :
Pelayanan sangat baik. Petugasnya menjelaskan dengan baik kalau kita bertanya ingin ke mana dan sebaiknya turun di mana. Apalagi bisa ke tempat wisata dengan biaya yang bisa dibilang hampir gratis kan juga sebuah pelayanan luar biasa, hehe.

Yang perlu diperhatikan :
  1. Setiap bus agak beda penyerahan botolnya. Di bus pertama, karena kita mulai pada titik awal, busnya tidak menyediakan sama sekali tempat botol. Namun ada satu halte yang istirahatnya agak lama. Di sana ada tempat sampah yang diletakkan langsung di depan pintu untuk kita setor. Sedangkan bus kedua, tenpat sampah botolnya terletak di dalam bus, jadi langsung serahin botolnya di situ.
  2. Tempat duduk wanita di depan, pria di belakang. Tapi karena kami keluarga saya biasanya duduk di belakang. Jumlah kursi memang lebih banyak di belakang.
  3. Dilarang makan dan minum di dalam bus
  4. Dilarang bawa durian
  5. Ada sekitar 4 CCTV, jadi yang berniat jahil siap-siap dengan resikonya.
  6. Pantau terus aplikasinya jangan sampai terlewat busnya karena armada tidak banyak
  7. Perjalanan dengan bus ini tidak untuk orang yang buru-buru, hehe. Karena cukup memakan waktu yang lama dengan seringnya singgah di halte dan jalan yang tidak sampai 50km/jam.

Nah itu dia pengalaman naik Suroboyo bus kemarin. Seru, meski kadang harus nunggu lama. Seperti kali kedua kami sampai 2x kelewatan bus, wkwk. Jadi sempat nongkrong di mall dulu kebetulan ada halte juga dekat kampus. Busnya nyaman ber-AC, enggak ada yang merokok tentunya. Kadang lancar tapi kalau malam minggu macet parah. Yah begitulah namanya juga di kota.

Ada yang pernah naik bus tayo juga?

Sincerely,




You Might Also Like

27 comments

  1. Aku tuh pengin banget cobain naik bus Suroboyo ini, Mbak. Padahal sering ke Surabaya, tapi nggak pernah dapat kesempatan untuk sekadar cobain. Semoga next time bisa cobain, dan aku baca tadi ada aplikasinya, ya, aku kira kita harus nebak-nebak aja jam rute di tiap haltenya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi iya ayo Mbak. Banyak banget yang memang belum cobain. Tapi rame juga udah sih lumayan. Iya download app dulu aja Mbak

      Delete
  2. Trayek bus nya lumayan nih mbak, apalagi yang ingin melajukan perjalanan wisata bisa memanfaatkan bus suroboyo ini sekaligus untuk bijak dengan plastik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Mbak. Bisa kemana aja nih pake Bus-hampir gratis-hhe

      Delete
  3. Wah, ini menarik banget Mbak konsep busnya. Tahun lalu ke Surabaya cuma sehari, enggak sempat ke mana-mana selain ke paman. Jadi kepengin nyoba juga kalau ada kesempatan ke sana lagi, makasih banget Mbak, review-nya komplet dan ada tipsnya pula. Jadi bisa nyusun agenda lebih pas kalau tiba waktunya ke sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Nbak. Semoga nanti bisa nyoba Busnya kalau ke sini ya πŸ˜„

      Delete
  4. Aku yang deket surabaya aja belum pernah naik ini huhuhu, sedih deh. Tapi bisnya keliatan bersih banget ya, Mbak, nyaman dan ramah keluarga gitu. Jadi gak bakal was was gitu kalo bawa anak. Pan kapan kalo ke Suroboyo kudu jajal naik ini nih.

    ReplyDelete
  5. Aaaaah Keren surabay. Kapan nih Jakarta bisa memanfaatkan botol plastik utk tiket transportat.

    ReplyDelete
  6. Dilarang bawa durian :"
    Yaa..........wkwkwkwkw.

    Sayaa nih orang Jawa Timur, Sidoarjo, ga sampai sejam ke Surabaya. Tahu tentang bus ini juga udah dari tahun lalu. Direncanain dari kapan tau mau nyobain bareng keluarga ga jadi-jadi karena banyak hal. Biasalah, kan deket jadinya ga ngoyo.

    Saya jadi inget di Belanda tuh kak. Botol plastik bukan utk naik bus gratis sih, tapi bsia dituker sama uang tunai. Kalau di Indonesia ada, pada jadi 'pemulung' temporer semua kali xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah Sidoarjo Mbak? Belum pernah jalan ke sana. Hehe iya nanti ada kesempatan dicobain deh Mbak. Emang banyak orang Jatim belum nyoba kayaknya wkwk.

      Di Belanda gitu Mbak? Wah seru. Aku pasti ikutan ngumpulin terus haha

      Delete
  7. Saya 4 tahun di Surabaya mulai dari 2009-2013, sayangnya belum ngerasain nih inovasi baru dari Surabaya ini. Seru sih ya kita kalau mau naik bus harus nabung atau cari botol-botol bekas dulu hehehe. Beneran mengajarkan masyarakat untuk cinta sama lingkungan dan gak sembarangan buang botol pelastik sih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah iya belum ada Suroboyo bus tahu iu ya Mbak. Bener ngajarin kita buat 'jagain' botol plastik hehe

      Delete
  8. Makasih ya mbak dikasih treknya, soalnya kebetulan aku guru tk dan nanti puncak tema kendaraan.kita akΓ an naik bis itu. Makasih kak... jdi g perlu ribet buat tanya -tanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak. Lebih lengkap bisa download saja aplikasinya biar enak nunggu busnya tahu udah di mana

      Delete
  9. Waaa seru ya! Aku malah belum pernah nyoba naik busnya. Mungkin nanti kalau
    lagi ke Surabaya mau coba 😁 Oh ya ini tuh sampah plastik yang dikumpulin
    akan dikola sama pemerintah atau gimana ya? Penasaran aja gitu sama sampah
    yang didapet. Kan pasti banyak tuh per harinya.. itu diapain ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada bank sampah khususnya emang Mbak. Jadi emang dikumpulin nanti di satu tempat katanya

      Delete
  10. Unik banget sih beli tiketnya pakai botol palstik bekas, kalau di Jakarta udah buanyak botol bekas seperti itu.
    Dan bus nya mirip seperti bus transjakarta ya, bersih dan rapih.komplit juga info rutenya nih, mau coba juga kalau pas ke Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba. Busnya nyaman. Mungkin karena masih baru kali ya hehe. Iya nanti dicobain aja Mbak

      Delete
  11. Berhrap soon programnya dikota yogya mbaa

    ReplyDelete
  12. Wah keren tiketnha pakai botol plastik yah. Keren programnya.

    ReplyDelete
  13. Pernah lihat waktu lewat Siola tapi belum pernah coba naik bus ini nih. Btw, sempat ada isu botol plastiknya jadi numpuk di tempat penukaran. Gimana tuh sekarang?
    btw, maaf ya iklan di kanan kiri nutupin sebagian tulisan. Ga bisa ditutup.

    ReplyDelete
  14. aku tuh kalo inget jawa timur, pasti sangat bersahabat sama bis-bis cepat kayak M, SK, E dan lain-lain. Eh ini udah ada bus angkutan gitu dan bagus euy design interior nya

    ReplyDelete
  15. Wah keren bgt ini ya,, aku belum ke Surabaya lagi sih udah lama... pokonya nanti kalo ke sana harus cobain deh biar ga penasaran.. seru ya jalan2 sama suami & anak,,, aku mau juga nanti begitu :D

    ReplyDelete
  16. Ada halte bus-nya di Unesa? Yang di Unesa mana mbak?
    Terakhir pas ke Surabaya belum berkesempatan naik bus ini. Moga next kalau ke Surabaya lagi bisa keliling naik bus ini. Oh iya kalau anak kecil "bayar" pakai botol sendiri atau gimana ya mbak? Atau ada batasan minim usia berapa harus udah bayar?

    ReplyDelete
  17. Aku selalu terharu tiap kali baca postingan tentang bus surabaya ini. Rasanya kok kdren sekali, dibayar pakai botol olastik.

    Mudah2an kalau kami mampir surabaya, bisa ngerasain ini yaa

    ReplyDelete

Terima kasih telah membaca dan berkomentar :)
Komentar akan muncul setelah dimoderasi
Untuk komentar berisi link mohon maaf tidak akan dipublikasikan
Salam kenal :D