Terpaksa Ikhlas Dicurangi (Banyak) Panitia Lomba Blog?

Terpaksa Ikhlas Dicurangi (Banyak) Panitia Lomba Blog?

Konten [Tampil]
lomba blog 2020

Bingung mau mulai dari mana, intinya di tulisan ini pengen curhat-securhat-curhatnya wkwkwk. Saya sadar tulisan lomba saya jauh banget dari kata bagus. Oleh karena itu sebenarnya kalah dari lomba itu biasa. 

Saat lihat tulisan yang juara emang keren-keren. Jadi motivasi untuk belajar nulis lagi. Tapi ya kalau ternyata ada yang curang dan tidak amanah panitianya? 

Ada yang pernah mengaku khilaf dan perbaikin sih, gimana ya itu? Yuk lanjut … 

Banyaknya Lomba Blog

Jujur, info lomba blog itu sebenarnya banyak banget lho bersiliweran. Tinggal kita pintar-pintar memanfaatkan pengen serius belajar untuk konten lomba atau tidak. Terbukti banyak yang bisa “gajian” dari hadiah-hadiah lomba blog. 

Selain materi, rasa senang dan bangga bahwa kita diakui telah menulis yang bagus itu menurut saya yang paling uwuw 😍 

Apalagi kalau misalnya sekarang udah usia bukan sekolah (bukan tua ya). Usia yang tidak lagi seperti remaja yang bisa ikut lomba apa saja. Ngandelin lomba blog, bisa berprestasi kayak dulu lagi (ah masa lalu…)

Pengalaman Ikut Lomba Blog

Saya ikut lomba blog mungkin ada sekitar belasan. Lupa tepatnya berapa. Tapi belum sampai 20-an. Ada temen yang udah ratusan kali ikut.

Saya menang sekali (tapi hadiahnya enggak sampai). Pernah harusnya menang, tapi panitianya hilang. Pernah kalah dari peserta yang blognya baru dibikin, ehmmm. Nanti kita cerita haha

Pengalaman Bertemu Panitia Lomba Blog Diduga Curang dan Tidak Amanah

Nah, di sini saya akan cerita sedikit tapi masih merahasiakan nama. Menurut saya ikut lomba blog bukan lagi memiliki 2 hasil yaitu menang dan kalah. Tapi bisa 4 hasilnya. Yes, Ikut lomba blog sekarang punya 4 kemungkinan :

1. Menang

2. Kalah

3. Dicurangi

4. Ditinggalin pas lagi sayang-sayangnya semangat-semangatnya

Kata temen-temen yang sering menang, mending kalah daripada tidak ikut sama sekali. Kalau kata saya mending tidak ikut daripada dicurangi (ketahuan jarang menang hehe)

Rasa sakit hati itu bikin semriwing. Kayak dikhianati kekasih? Ah ntahlah. Rasanya kayak kapok aja, enggak bisa lagi percaya ama cowok #eh

Diantara belasan lomba yang saya ikuti ini dia yang bikin kecewa :

πŸ‘‰πŸ‘‰ Lomba SEO Pertama Kali yang Dikhianati

Bayangin, kita baru pertama kenal misal rekan bisnis. Udah semangat tuh nyusun business plan, eh di tengah jalan rekan bisnisnya kabur gitu aja. Segala tenaga yang dicurahkan jadi sia-sia. 

Jadi waktu itu saya belum kenal SEO (teknik agar bisa nangkring di urutan atau halaman satu google). Tapi pengen belajar kok rasanya enggak mudeng-mudeng. Enggak paham-paham. Katanya belajar yang paling bagus itu ya dari praktik. 

Akhirnya nekatlah ikut lomba SEO. Brandnya perkakas bayi impor asal Eropa. Pas pertama nulis, ketahuan dong “awamnya” saya di dunia SEO. Artikel ntah terlempar di halaman berapa.

Usaha saya adalah japri pakarnya. Browsing tips-tips SEO. Optimasi artikel.

Jadilah dari halaman 5 dan sempat terlempar antah-berantah, naik ke halaman 2. Coba lagi optimasi backlink. Edit sana-sini. (ini ngabisin waktu banget lho, sampai enggak nulis-nulis tulisan organik yang baru selama 2 minggu)

Akhirnya bisa peringkat 4 di halaman 1 sekitar seminggu sebelum pengumuman (udah seneng soalnya juaranya nanti diambil 15 besar).

Dekat pengumuman udah peringkat 2 atau berapa lupa (tapi kayaknya master SEO lainnya udah enggak optimasi karena mungkin tahu ini lomba enggak bakal ada hasil kan). Saya main sendiri mungkin haha. 

Eh sampai sebulan setelah jadwal pengumuman seharusnya, tetap enggak ada kabar (mereka sempat bilang jika peserta kurang bakal diundur). Website mereka udah kehapus, media sosial mereka enggak aktif. 

Padahal brandya brand internasional. Endorse artis mahal-mahal. Harga produknya belasan juta. Ah tau ah. 

Artikelnya sempat saya tarik. Tapi saya publish lagi karena banyak backlink teman, jadi sayang. Nanti DA-nya turun wkwk. 

Tapi hikmahnya emang akhirnya belajar SEO secara tidak langsung, mulai paham lebih baik hehe.



πŸ‘‰πŸ‘‰ Hadiah yang Tidak Dikirim sama Travel

Travel ini berkali-kali ngadain lomba. Enggak tanggung-tanggung hadiahnya sampai ada naik pesiar. Katanya sih dulu lancar aja, sekarang aja ada 2 periode lomba yang hadiahnya enggak dikirim-dikirim. Termasuk hadiah saya.

Ikut lomba sekitar Oktober 2019. Belum ada corona di belahan dunia lain pun. Pengumuman lomba Januari 2020. Alhamdulillah menang! Dapat hadiah hiburan tapi lumayan hape harga 1,5 jutaan. 

Dimintain alamat. Sudah itu enggak ada kabar lagi. Udah Maret 2020. DM medsosnya, cuma ditanyain sama adminnya “lomba apa?”. Setelah dijelaskan dijawab “nanti disampaikan panitia”. Trus hilang.

WA CS Travelnya (belum dapat kontak panitianya). Sama mereka ditanyain, “lomba apa ya?”. Gemes banget enggak tuh. Haha.

broken heart

Mei 2020 (5 bulan kemudian). Udah bulan puasa. Dapat kabar dari teman bloger lain, katanya memang belum ada. Alasannya banyak pula. Saya sendiri yang enggak tahu apa-apa malah alasannya. Lucunya, sudah ada yang dapat 1 orang hadiahnya, itupun katanya dipaksa terus panitianya. 

Yang saya dengar teman-teman yang udah nagih itu, mereka banyak dapat alasan. Mulai dari hadiah udah disiapkan cuma lagi WFH, karena karyawan dirumahkan  (wfh mah harusnya tetap ngirim hadiah kan ya), pengiriman bermasalah, nungguin habis lebaran, apalah apalah.

Paling mereka mungkin emang lagi enggak ada dana. Padahal harusnya hadiah disiapin dijamin ada sebelum buat lomba kan. Entahlah. 

Masalahnya mereka sama sekali enggak ada ngasih perkembangan kabar hadiahnya berbulan-bulan. Kalau kita enggak inisiatif enggak bakal tahu.

Wajar orang mikir aneh-aneh. Tinggal hubungi kami lebih dulu minta maaf ya lebih enak kan. Ini yang ada kami yang nagih-nagih baru dijelaskan. Itupun alasannya enggak jelas. 

Untuk pertama kali mereka wa duluan saya adalah setelah lebaran, bilang mereka masih wfh dan minta maaf masih tertunda. Jadi udah sekitar 8 bulan. Entar lagi ulang tahun pertama. Mau rayain hadiah yang tak kunjung datang wkwk.

Ini lomba pertama kali saya menang. Tapi langsung dikecewain itu rasanya wow.

πŸ‘‰πŸ‘‰ Aplikasi Bersih-Bersih Baru yang Diduga Tidak Bersih

Nah, ada nih aplikasi baru buat bersih-bersih manggilin orang ke rumah. Ada lombanya buat review aplikasinya. 

Waktu itu saya lihat karena enggak banyak yang ikut (lihat tagar di IG), jadinya coba deh ikut. Bikin presentasi sebaik mungkin (tapi memang masih jelek sih hihi). Intinya ya ikut aja dulu kan. 

Nah pas pengumuman, admin @infolombablog menanyakan pada panitia mereka, kenapa yang menang enggak bisa dideteksi ikutan lomba atau tidak.

Enggak ada namanya dicari gitu. Enggak tahu blog yang mana yang menang. Saat itu hanya ada 2 juara. Juara utama 1,5 juta dan juara favorit 500k.

Nah kebetulan juara favorit inisiatif jawab. Dia bilang dia emang pakai akun lain untuk share, beda nama akun pemenang. Dia share di fb bukan IG. Oke aman tapi yang juara utama nih sampai sekarang masih misteri, hmmm. Cuma ada nama akun tapi enggak ada blognya. Wallahu’alam. 

πŸ‘‰πŸ‘‰ Brand Shampo Diduga Manipulasi Pemenang

Ini paling ngeri. Brand shampoo cukup terkenal dan udah lama, waktu itu ngadain lomba. Enggak tanggung-tanggung ada 13 juara. Ada 3 juara utama dan 10 juara favorit. Syaratnya adalah kita harus beli shampoo, punya blog AKTIF (aku gedein yah haha), trus harus mencantumkan produk tertentu yang direview.

Dan jeng jeng, pengumuman pemenang tiba. Kata temen yang ngecek (saya juga jadi ikutan cek), semua yang menang kontennya aneh. Ada yang enggak ada gambarnya. Ada yang enggak ada produknya, uniknya lagi ada yang baru bikin websitenya.

Ada yang blog nganggur berapa tahun baru diisi lagi (juara 1 lho ini). Jadi bener-bener seperti cuma ngambil pemenang dari cup cup kembang kuncup atau ngerinya diatur/dimanipulasi gitu.

Pada protes peserta, rame di IG dan story @infolombablog. Saya juga sampai dm nasihatin mereka akan brand besarnya. Kalah enggak apa sih kan cuma kalau kalah dari yang jelas-jelas konten asal buat jadi gimana gitu. Mereka jawab nanti akan direvisi jika ada kekeliruan, admin di dm juga minta maaf sih (sabar orangnya haha).

Akhirnya beberapa hari kemudian brand shampoo itu ralat pemenangnya. Meski yang 10 besar masih ada yang agak rancu, setidaknya juara utama saya kenal emang bagus kontennya. Ya sudahlah. Judulnya “pemenang yang direvisi” (emang skripsi wkkw)

πŸ‘‰πŸ‘‰ Masih Banyak yang Lainnya

Kalau saya pribadi 4 kali total pengalaman enggak enak ini. Tapi katanya sering kayak gini beberapa bloger punya pengalaman sama. Jadi saya tidak sendirian haha. Cuma kebetulan sering nemu hihi.

Jadi hati-hati ya ikut lomba. Sekarang malah mikir ikut yang lomba pemerintah aja kali ya biar aman. Yang swasta gimana gitu hehe. 

Ikhlas itu Pasti Tulus atau Bisa Terpaksa? Bingung …

Sebenarnya pengen ikhlas. Yang hadiah enggak sampai pun aku cuekin udah panitianya waktu wa terakhir kali. Janji-janji mulu.

Tapi ya gitu enggak mau juga ini keulang lagi. Kasian para bloger yang dipermainkan (yaelah bahasanya haha).

Terpaksa ikhlas itu ada enggak? Wkkwkw. Artinya enggak nuntut tapi enggak maapin haha

sakit hati

Eh maapin aja deh, lupain aja. Ini aku share bukan buat ghibah, toh aku enggak sebut nama. Aku share buat kalian hati-hati. Saking keselnya aku sama brand shampoo itu, pas ada kesempatan job untuk isi formulir jobnya dari shampoo itu, aku enggak ada minat isi sama sekali. 

Padahal yang salah kan panitianya ya hehe. Tahun lalu waktu lombanya bagus katanya. Jurinya juga jelasin poin-poin utama para pemenangnya. Tapi tahun berikutnya 2020 ini malah ambruk kan gimana gitu. Hilang kepercayaan. 

Tapi Masih Banyak yang Amanah

Ini bener banget. Masih banyak kok yang amanah, yang bener-bener hargain para pejuang lomba blog. Banyak bloger yang udah menang laptop berkali-kali, menang hp, uang tunai hingga puluhan juta, hingga jalan-jalan. Jadi kesempatan masih banyak …

Motivasi Biar Enggak Kapok Ikut Lomba

Ikut, nulis, lupakan. Itu tips dari teman yang biasa menang lomba. Lagian manfaatnya juga banyak sih. Kita jadi lebih terasah nulis. Riset dan lain-lain nambah ilmu. Nambah kemampuan bikin infografis. Nambah artikel juga kan hihi. Yaudah semangat lagi dah!

Pesan Buat Panitia Lomba Blog

Buat panitia lomba blog kalau ada yang baca ini, saya enggak niat jatuhin, beneran! Cuma pengen terima kasih yang udah amanah.

Yang memang ternyata ada bermain curang, hati-hati doa orang yang dizalimi itu manjur. Untuk apalah bikin sesuatu untuk keuntungan pribadi, dapat backlink, dapat promosi gratis dan lainnya. Tolong hargai para bloger. Bangun kepercayaan brand atau produk kalian. Sekali tidak amanah, akan diingat selamanya lho …

Penutup

Maaf ya kalau ada terkesan marah-marah atau essmossi di atas. Ini tumpahan perasaan yang terpendam wkwkw. Intinya kalau mau dibilang ikhlas ya pengen gitu aja. Semua rezeki sudah ada yang atur kan? Ini dijadiin pelajaran sih. Mungkin juga ini peringatan dan ujian buat saya pribadi hehe. 

smile

Kalau terpaksa ikhlas mah rugi kan ya? Kita harus belajar ikhlas. Waktu juga enggak bisa diulang. Para pelaku kecurangan (elaah bahasanya ) juga tetap ada pasti di muka bumi ini. Mending ikhlas tulus aja. Lupain, doain. Hehe. Forget and forgive.

Semangaaat bloger yang demen ikut lombaaaa! Yang mau share cerita atau pengalamannya dikhianati juga boleh atuh. Biar temen-teman bisa belajar. 

Sekiaan ...


Artikel ini diikutsertakan minggu tema IKHLAS oleh komunitas Indonesian Content Creator dan minggu tema TERPAKSA oleh komunitas 1minggu1cerita


Ilustrasi :

People vector created by freepik - www.freepik.com

Heart vector created by rawpixel.com - www.freepik.com

Heart vector created by rawpixel.com - www.freepik.com


Baca Juga

29 komentar

  1. Aku baru tahu lo mbak Tri, kalau ada sindikat kecurangan lomba blog (halah bahasane). Aku jujur suka banget ikutan lomba nulis. Senang kan dapat hadiah trus dapat pengakuan dari orang lain (haus pujian wakakak). Untungnya belum pernah mengalami yang aneh2 dan merugikan peserta. Belum sering menang sih hehehe tp pas menang hadiahnya alhamdulillah sampai dan benar, gak perlu ditagih2 juga.

    Itu jahat banget sih ya, kalau sampai menghilang (jd tujuan cuma dpt backlink ya?), lalu merekayasa pemenang (diambil sendiri gt hadiahnya?). Gilak, dunia ini memang makin aneh aja yak. Sampe segitunya ngambil rejeki orang lain.
    Padahal biasanya circle-nya blogger-agent-client ya itu2 aja, lu lagi lu lagi, harusnya kita saling menjaga integritas ya.

    Kalau aku memang memilih lomba2 sih mbak. Kalau yang harus unduh aplikasi baru, atau beli produk bener3 baru, aku udah malas duluan. Karena motivasi mereka promosi produk yg bnr2 baru, dan aku belum tahu oke apa nggak citranya. Gak pengen aja menjerumuskan diri ke hal2 yang gak aku pahami lalu "jualan" seolah2 bagus. Buat kepentingan diriku juga. Soalnya kan banyak kasus tuh, endorser-nya bahkan sudah artis terkenal, eh ternyata produknya palsu atau penipuan. Serem juga kan ya πŸ˜•

    Tapi curhatnya mbak Tri juga jadi pengingat kita semua, memang harus hati2 ya. Saling menjaga integritas sih menurutku. Yuk, kit kerja bareng, saling membutuhkan, jadi ayuk kerja yang saling menguntungkan, jangan merugikan salah satu pihak.

    Panjang amat yakk hahaha cheers πŸ€—

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sindikat kecurangan lomba blog :D

      Hapus
    2. setdah kak dodo bahasanya, sindikat. hahaha. etapi bener ya ada kejadian begitu, panityaaa hanya ngumpulin materi udah gitu goodbye gak ada kabar siapa yang menang. sering saya di gituin, hiks

      Hapus
  2. Wah mantap Mbak. Aku termasuk yang jarang ikut lomba blog yang ga sesuai dengan niche-ku, hehehe. Sejauh ini belum pernah juga sih menang lomba blog. Buat pengalaman ya Mba, semoga panitia penyelenggaranya amanah.

    BalasHapus
  3. Kezel ih bacanya, itu sama penyelenggara lombanya. Kok gitu ya..
    Itu yang lomba brand shampo.. Wah sempat viral ya, tapi waktu itu saya belum sempat nengok siapa aja juaranya. Tapi baca review mbak TRI, kayak 1 atau 2 orang yang bikin blog random gitu ya... Ini cuman kayaknya.. Jadi hadiahnya nggak kemana mana gitu..

    BalasHapus
  4. Wah, kayaknya saya tahu nama-nama lombanya.

    Btw sangat disayangkan hal-hal kayak gini masih aja terjadi, apalagi yang manipulasi pemenang. Lha dikira yang ikutan lomba gak bakalan ngecek artikel yang jadi pemenang kah? kan kita juga kepo pengen belajar dari yang lebih ahli.

    BalasHapus
  5. Saya pertama kali tahu lomba blog itu tahun 2018, dan waktu itu saya sama sekali masih agak samar mengenai dunia blog, jadinya sok ikutan aja gitu, waktu itu lomba SEO, saya bahkan nggak tahu, apa itu lomba SEO hahahahaha.

    Tahun 2018 itu saya ikutan banyak lomba dan ofkors kagak menang hahaha.

    Selepas 2018 saya udah malas banget ikutan lomba, karena banyak hal.
    Pertama, pemenang lomba dinilai dari template blog dan infografis.

    Sementara saya blogger yang menulis, bukan blogger infografis wakakaka (bilang aja nggak kreatif Rey)

    Yang kedua, saya blogger penulis, bukan blogger template, jadi saya belum mau pakai template yang indah-indah itu tapi isi blog jadi sulit dicari runutnya :D

    Yang ketiga, sudah sering liat pengumuman, pas liat blog yang menang bikin saya keki sendiri.

    Lalu kemudian, what eveeeerrr..
    Beberapa waktu lalu saya tetep ikutan gara-gara dikompori si Diah, tapi udah tahu sejak awal, nggak bakal menang (anaknya minderan) dan memang nggak menang.
    Padahal saya nulisnya nyaris depresi.

    Jadi saya putuskan, nulis aja terus di blog sendiri, nggak ngurus dengan lomba-lombaan.
    bukan rezeki saya juga di sana, karena masih ada jalan lain buat dapetin rezeki. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sering ngecek2 temen2 yang menang lomba, emang nggak cuma tulisan doank ya yang dinilai, itu infografis dan template juga toh ternyata. langsung angkat tangan deh

      Tapi, ceritanya Mbak Tri ini jadi pengetahuan jg buat saya, baru ikutan dua kali doank sih, tentu dua2nya blm menang. Nggak salah sih nyoba-nyoba tapi kalo udah menang kayak Mbak tri ceritain itu yaa emang hak kita untuk dapat hadiahnya yaa.

      Mau ikhlas kalo alesannya gitu mah saya jadi maju-mundur, kecuali emang ada permintaan maaf ya. Penting banget 3 kata ajaib itu dipake dari anak sampe orang tua sepuh sekalipun. Maaf, terimasih dan permisi ini jangan cuma diajarkan kepada anak doank, tapi lupa dipraktekkan sama orang-orang gede kayak kita-kita ini yaaa.,

      Hapus
  6. Aku kayaknya tauuuu semua yg mba Tri tulis disini πŸ˜…πŸ˜… ... Mungkin itulah kenapa aku memalas ikutan lomba2 lagi 😬

    BalasHapus
  7. Bener banget nih. Beberapa lomba aku tau juga dan yang brand shampo pun aku ikutan. Dan aku pun ikutan ngecek para pemenang yang anhe semua dan di revisi. Aku pun dm komplen Hahahaha

    Ternyata seru juga yah dunia perblog-an ini. Kirain adem ayem aja πŸ˜„ walau aku gak pernah menang sama sekali semangat.

    BalasHapus
  8. Bacanya sambil menyerngitkan dahi akutu, wkwk..
    Udah banyak banget pengalaman ikut lomba ya kak Tri, jadi tau banyak soal kecurangan2 tsb. Aku jadi was-was juga kalo ikut lomba-lomba terutama puisi. Harus cari tau seluk beluknya.

    Btw, pantesan umioya ini jadi pakar SEO ya, jam terbangnya udah lamaa, hihi..

    makasih infonya ya kak, jadi bisa lebih hati2 deh akunya :D

    BalasHapus
  9. Jadi ini toh alasannya traumanya pas aku tanyain perihal Keikut sertaan dalam lomba blog laptop😁
    Semangat kak Tri. Semua ada hikmahnya kok. 😊
    Peluk dari jauh yaaaπŸ€—

    BalasHapus
  10. Hahaha ka Triii. Sabar dan ikhlas yaa.
    Aku bukan ketawain ka Tri, tapi ngetawain mereka yaa. Kok bisa yaa bikin lomba tapi ga siap sama hadiah. Mana malah ada yang nanya, "lomba apa" lagi. buseet dah wkwkwkw, untung ka Tri ga emosian kayak aku. Kalau aku yg menang dan ngga dapat hadiahnya udah teriak2 di medsos kali tuh. Tapi balik lagi yaaa, harus ikhlas wkwkwkwkw

    BalasHapus
  11. i felt you kak tri. aku ikut lomba yang merk sampo itu. kejanggalan anehku adalah ketika mereka tidak meminta submit link blog, dikata mereka rajin apa bakal mengklik link di medsos kita? duh aneh bgt ya pemenang direvisi heheh. tapi aku ga kapok sih ikut lomba, selama temanya menyenangkan jadi sekalian latihan nulis. pernah juga si maksa temanya harus kupelajari banget malah juara 2 hahah...

    BalasHapus
  12. hhaha seru ya mba, aku baru tau ada kecurangan2 begini. Thanks for sharing ya mba...Tapi walaupun gak menang, kemampuan nulis jadi terasah ya mba. Betul, nulis then forget aja udah. Semua ada balesannya masing2 :) tetap semangat mbaaa

    BalasHapus
  13. Huhuhu banyak di PHP in panitia lomba blog kak.
    Tapi paling gak beruntung pernah ikutan lomba. Dengan gitu kan bisa sharing dan mendeteksi ciri2 lomba yg abal2an

    BalasHapus
  14. kak tri, aku ngakak baca tulisan kak tri....maaf ya, padahal lagi cerita syediih ya, hihi. abis bahasanya bodor! sukaaa, hahahaha

    etapi soal lomba, aku juga ada cerita. ini bukan cerita aku, tapi temen yang pernah ikutan kulwapp tentang literasi, ampe berjlid jilid.... trus ikutan lombanya, dan menang. seneg dong! walo hadiahnya cuman hadiah e-book. tapi, naas. e-book gak nyampe nyampe ke email. padahal itu cuman E-BOOK! bukan hp seharga 1,5 juta kaya kak tri! tinggal KLIK SEND DAN ATTACHMENT aja. hihihi, kan konyol! udah tanya ke admin alasannya babibu....heran deh! jadi, doi dan saya jadi males deh ikut kulwappnya lagi yang sampai sekarang masih berjilid itu, padahal yang ngadain "katanya" sastrawan jago bikin cerpen/novel (udah ngasilin buku antologi)

    jadi, kebayang deh gemesnya kak tri sampai mau ulang taun tuh si hadiah yang gak dateng-dateng (⋋▂⋌)

    tapi jadi tau sih, sekarang klo ikut lomba ikut yang kredibiltas penyelenggaranya terbukti. tapi itupun masih bisa di"curangi" ya, hihihi. jadi emang bener sih yang paling pas itu IKUT - TULIS - LUPAKAN

    BalasHapus
  15. Pernah enggak sengaja nemu buku yang memuat beberapa tulisanku, ternyata udah beberapa bulan terbitnya. Memang antologi untuk amal sih, jadi enggak ada royalti juga. Tapi trus kepikir kalau tahu sejak awal kan bisa ikut promosi ya, apalagi launching di Islamic Book Fair ternyata.

    Kalau blog, pernah kejadian transferan hadiah masuk tapi enggak tahu pengumumannya. Harusnya masih ada hadiah voucher juga tapi yang itu biarin deh, cuma kepingin lihat pengumumannya karena lumayan bisa masuk portofolio. Jadi kedua periode awal tuh pengumumannya ditaruh di feed IG, tapi periode ketiga cuma story yang memang enggak nge-tag kayaknya. Nanya admin juga belum dibalas, sih.

    BalasHapus
  16. Mbak Tri rajin banget ikut lomba blog, kelas2 SEO pula. Keren. Meski ternyata ada beberapa kisah kekecewaan di dalamnya.

    BalasHapus
  17. Dulu pernah ikut yang lomba blog dari brand, pertamanya diperpanjang eh lama-kelamaan nggak ada kabar. Trus ditanyain katanya nanti akan diumumkan pemenangnya. Habis itu hilang. Web sama medsosnya juga lenyap. Otomatis ninggalin brokenlink di blog-ku. Mau dihapus udah nyebar ke mana-mana takutnya malah nurunin performa blog sendiri. Jadi artikelnya dirombak habis-habisan ha, ha...

    BalasHapus
  18. Eh, kalau saya malah pernah diphp-in pemenang giveaway, dihubungi berkali-kali buat minta alamat buat kirimin hadiah buku malah hilang orangnya, huhu.

    Tapi kalau diphp-in penyelenggara lomba seperti ini memang nyesek ya. Wajar aja kok Mbak kalau esmossi, *ngomporin*, ehehehe, *dikeplakmasa*

    BalasHapus
  19. Nih yang kayak gini juga gak cuma terjadi di lomba blog aja mbak, bahkan kayakanya give away- give away yang bertebaran di medsos sampai media mainstrem kebanyakan pakai cara ini.

    BalasHapus
  20. Lomba blog yang shampo itu memang lumayan bikin heboh ya. Kok bisa sih mereka begitu padahal sudah punya nama besar. Aku sendiri termasuk jarang ikut lomba blog karena minder duluan pas baca tulisan peserta lain. Hihi

    BalasHapus
  21. Rasanya udah terlalu lelah untuk ikut lomba hehe. Jadi lebih fokus ke tulisan organik aja deh. Rame euy baca tulisan Tri ini jadi tau gimana suka-dukanya ikutan lomba.

    BalasHapus
  22. kalau kapok ikut lomba untuk aku enggak, cuman kadang masalah waktu aja yang kadang nggak keburu sama kesibukan harian hahaha
    wahh kalau ada lomba yang sampe "nipu" alias hadiah ga sampe sampe udah keterlaluan ya mba
    yang lomba blog sampo itu, aku sempet ikuti juga, mau ikut tapi ga keburu, pas tau pemenangnya astagaaa kaget pertama kali, masa nama blog sama dengan judul produk hahaha, ajaibb pokoknya
    trus direvisi nah itu yang emang layak

    BalasHapus
  23. Kadang panitianya kurang profesional, kasian blogger yang capek-capek nulis artikelnya belum lagi optimasinya. Malah PHP.

    BalasHapus
  24. Waw... saya baru tau ternyata ada juga sisi dunia per-blog-an yang “keras” begitu.

    Ada kemungkinan pemenangnya itu siapa-nya panitia gitu ga, ya? Jadi hadiahnya bisa dibagi-bagi sesama mereka *suudzon nih ceritanya πŸ™ˆ*

    BalasHapus
  25. kapok ikut lomba? oh jelas pernah
    tapi aku lebih suka buat mengalahkan rasa kapok ku sih mba. terlebih kalau kalahnya perkara penilaian. karena selera juri kan beda2 ya
    tapiiii kalau panitianya yg curang? heuuuh kayanya bikin kezel bukan bikin kapok.
    tetep semangat ya mba tri

    BalasHapus
  26. Weew..seru banget pengalamannya yah.

    Tapi pastinya banyaj pelajaran yang diambil dari sana. Jadi rasanya yah ga rugi rugi amat yah.. hahahah

    Kalau saya sih sejak ngeblog memang nggak pernah minat ikutan, jadi yah enjoy saja..hahaha

    Baru tahu lika likunya seperti ituπŸ˜‰

    BalasHapus

Jika Anda pengguna blogger, harap membuat publik profil blogger sebelum berkomentar agar tidak broken link ya.

Sebaiknya jangan anonim agar bisa saling mengunjungi ...

Komentar muncul setelah dimoderasi.
Terima kasih telah membaca dan berkomentar 😊

Salam kenal ...