BlogKakTri
Lifestyle Blogger, Talk About Blogging, Parenting,Traveling, Tips, Review, and Lifestory by Triyatni Ashari

Ke Pantai Takisung 2021, Review Fasilitas dan Tips ke Pantai

Berwisata ke Pantai Takisung Kalimantan Selatan. Pantai Takisung hari ini

Hari Minggu sebelum puasa kemarin, tanggal 11 April 2021, kami baru saja jalan-jalan di sebuah Pantai di Kalimantan Selatan namanya Pantai Takisung. Letak Pantai dari rumah kami sekitar 2,5 jam jika tidak ada halangan. Sekitar 2 jam dari Banjarmasin lah. 

Menurut Wikipedia, alamat pantai Takisung berada di sebuah kecamatan di Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. O ya Takisung merupakan salah satu permukiman tertua di Tanah Laut lho! Nama daerah ini sudah ada di dalam Hikayat Banjar yang ditulis terakhir pada tahun 1663.

Awalnya pengen ke pantai lain yang lebih teduh. Namanya Pantai Batakan. Dulu aku pernah ke sana waktu tahun pertama bekerja, masih lajang alias belum menikah sama Abinya Aurora. Tahun 2014 akhir kalau tidak salah. 

Sayangnya letak pantai lebih jauh. Tapi emang semua pantai jauh sih karena di Banjarmasin terletak di tengah dan mayoritas tanah rawa, jadi tidak ada pantai sama sekali. Sebagai orang yang Maros Sulsel yang cuma sejam nemu pantai, rasanya emang rindu banget pengen ke pantai hehe. 

Rasanya terakhir ke pantai itu waktu di Makassar lupa tahun berapa. Itu pun gak mandi. Nah mandi ini baru lagi tahun 2021 terakhir 2014 itu. Jadi sudah sekitar 6 tahun lebih hmmm. Semoga enggak lulpa rasanya haha ...

pantai takisung hari ini
sumber: tribuntanahlaut.com

Eyang dan Onty Datang

Nah kami memutuskan ke pantai karena kebetulan hari Sabtunya, Eyang dan Onty Aurora datang. Mereka berangkat dari jam10 pagi, harusnya bisa sampai sore. Namun karena macet panjang akibat perbaikan jembatan di salah satu kota, mereka bisa sampai di rumah sekitar pukul 8 atau 9 malam. 

Total perjalanan mereka kurang lebih 11 jam. Padahal jika dulu biasanya 6 jam cukup untuk sampai ke rumah jika berangkat di pagi hari. Kalau berangkat di tengah malam malah suami bisa menembpuh 3,5 jam. 

Berangkaaat

Pada pagi hari di Hari Minggu kami segera bergegas. Sarapan dipercepat sekilat mungkin. Sekitar jam 9 pagi kami sudah berada di mobil. Kami bawa bekal dari lauk pauk yang dibawa ibu mertua. Ada rendang, kering kentang, ikan balado, dan masih banyak lagi camilan. Aku mah cukup memasak nasi dong hehe.

Berputar, Menambah Waktu Perjalanan

Selama 2 jam perjalanan kami tiba-tiba menemui pengalihan jalan. Terlihat sih sebelumnya di maps ada yang berbeda, macet yang cukup parah yang ditandai dengan warna merah. 

Ternyata memang ada perbaikan jalan jadi yang ingin menuju pantai harisnya sisa kurang lebih 15 menit, jadi dipaksa berputar hingga sekitar 30 menit lebih. 

Awalnya target 2 jam, jadi sekitar 2 setengah jam. Ya sudah tidak apa yang penting selamat dalam perjalanan. 

O ya pastikan jika menggunakan google maps, tulis pencariannya Pantai Takisung ya. Kalau Takisung aja nanti diarahkan ke kecamatannya hehe. 

Tiba di Pantai Takisung

Karena belum pernah ke sana, kami sempat bingung. Karena beberapa mobil menuju ke arah lain. Padahal parkir mobil di sebelah kanan tepat di seberang pantai. Oh mungkin  mereka mau ke pantai Batakan, yang sekitar 30 menit lebih jauh.

Kami akhirnya tetap memilih Takisung. Sudah capek banget kan di jalan. Di parkiran udah cukup penuh. Sayangnya ya namanya juga pantai gak ada atap jadi terik banget. Saat itu sekitar 15 menit lagi azan Zuhur akan berkumandang. Pas banget sih. Harga parkiran 1 mobil Rp5.000 dan untuk masuk ke pantai dikenakan biaya Rp5.000 per orang. 

Di parkiran itu juga sekalian pasar oleh-oleh. Seperti biasa ada kerajinan pantai yang dijual. Tidak lupa makanan khas olahan laut seperti kerupuk ikan dan ikan asin. Katanya sih yang terkenal memang oleh-oeh ikan asin di sini. 

Mertua sempat beli kemarin. Tapi saran saya cari yang benar-benar bagus. Ikan asin yang dibeli mertua bagus sih seger masih baru gitu. Tapi kerupuknya 2 jenis yang dibeli beda merk kurang joss. Rasanya itu kayak terbuat dari jeroan ikan kata suamiku. Amis. Ah sayang sekali. 

Fasilitas Pantai Takisung Hari Ini

Nah, adapaun pantai Talisung hari ini memang cukup luas dan memiliki banyak fasilitas. Cocok untuk liburan keluarga pokoknya. Lalu ada fasilitas apa saja? 

-- ATV

Di sini karena kurang pohon, terdapat lahan yang luas untuk bermain ATV. Beda dengan panatai Batakan yang pernah saya datangi dulu banyak banget pohonnya jadi lebih teduh. Tapi karena lahan yang luas ini, banyak banget jasa penyewaan motor beroda tiga alias ATV ini. lupa nanyain harganya sih hehe. 

atv takisung
sumber: dutatv.com

-- Penyewaan Payung

Di bibir pantai terdapat banyak penyewaan paying pantai dan tikar yang cocok untuk keluarga. Namun kalau siang hari tetap saja itu kurang cukup. Karena kami cukup banyak berlima, kami bawa tikar dari rumah dan menggelar tikar di bawah pohon yang lebih teduh. Banyak juga yang melakukan hal yang sama. Selama dapat pohon sih hehe. 

O ya harga payung ditawarkan kemarin Rp50.000 sepuasnya. Mungkin bisa lebih murah tergantung kesepakatan. Biasanya pemilik payung akan langsung menawarkan sejak kita di parkiran. Jarak parkiran ke pantai sekitar 300 meter. Lumayan jauh sih. Kasian juga sudah ngikutin dari jauh. Jadi mending ditolak kalau memang bawa tikar sendiri. 

-- Ruang Ganti

Kalau tidak salah ada 2 tempat ruang ganti di sini. Ruang gantinya bersih karena sering dipel dan emang ada yang jagain. Airnya juga lancar enggak asin. Untuk masuk ke toilet atau ruang ganti harus bayar ya. Rp2000 untuk pipis dan Rp5.000 untuk  mandi. 

-- Banana Boat

Di sini juga ada banana boat. Harga yang ditawarkan Rp20.000 per orang. Basanya 1 banana boat diisi sekitar 10 orang. Dulu pernah main ini di Batakan seru banget. Pas akhir  mau sampai dilemparin ke air. Bisa milih sih, mau basah atau enggak. Kemarin enggak ada sempet nyobain di Takisung. 

banana boat takisung
sumber: antaranews.com

-- Penyewaan Ban Mandi dan Pelampung

Enggak nanyain harga nih, karena si kecil bawa pelampung sendiri. Tapi kayaknya mulai Rp10.000 bisa nyewa bannya. Bentuknya beragam, mulai bebek-bebek, dan ban untuk yang berdua juga ada. 

-- Playground

Nah, ini paling oke sih. Playgroundnya cukup lengkap ada ayunan, perosotan, dan jungkat jungkit. Anakku senang sekali. Apalagi saya emaknya karena ayunannya cukup besar untuk orang dewasa. Terkadang kan ada tuh ayunan kecil banget wkwk. Ini gratis ya. 

-- Penyewaan Aula

Saya lihat ada juga penyeweaan aula bagi yang ingin mengadakan acara. Gatehering mungkin? hehe. Ada gak sih villa di pantai takisung? Nah aku lupa nanyain ini. Tapi aku lihat di dekat playground ada semacam rumah-rumah yang seragam. Gak tahu ini vila atau bukan. 

Review Pantai Takisung

Secara keselurhan tempat ini menarik untuk berlibur keluarga. Sayangnya kebersihan di bagian bibir pantai kurang baik. Ada beberapa sampah, kayu, dan pecahan kerang yang cukup berbahaya. Saat itu aku dan si kecil menggunakan kaos kaki jadi berenangnya masih aman. Tempat sampah yang disediakan kurang menurutku, jadi tempat sampah yang ada sampai overload

Harga tiket cukup terjangkau. Sayanya memang untuk menggunakan fasilitas lain harus membayar lagi. Tapi tidak apa sih lebih baik begini. Mungkin ada yang emang cuma numpang foto bentar kan hehe. 

Suasananya yang luas cukup seru untuk bermain lari-larian. Ada outdoor playground yang cocok buat anak-anak. Yang mau sedikit menantang bisa menyewa ATV. Sayangnya emang kurang teduh aja sih. Makanya laku banget jualan topi pantai. Untung ke sana udah bawa topi wkwk. 

Beberapa perlengkapan yang sebaiknya dibawa saat ke pantai bersama keluarga yaitu:

  • Makanan dan minuman
  • Tissue keirng dan basah
  • Topi dan Kacamata hitam kalau di siang hari
  • Ban/pelampung untuk anak
  • Tikar yang cukup
  • Sandal untuk ke toilet
  • Peralatan mandi (sampo, sabun, handuk)
  • Plus perlengkapan masker dan handsanitizer ya …

Kesimpulan

Berlibur bersama keluarga memang momen luar biasa apalagi di tengah pandemi ini udah lama banget gak jalan-jalan karena di rumah aja. Syukurnya kemarin perjalanan lancar. 

Semoga tempat wisata ini semakin diperbanyak fasilitas dan pohonnya aja sih. Juga kebersihannya lebih diperbaiki. Mengingat cukup banyak penghasilannya dari berbagai fasilitas pantai. 

Kalau bisa juga sebaiknya dibangun balai-balai yang lebih cocok untuk keluarga besar. Soalnya tendanya terlalu kecil. 

Yang mau ke sana, usahakan makan dulu ya sebelum ebrenang biar gak laper hehe. Alhamdulillah berenang sekitar 1 jam lebih cukup menguras tenaga apalagi jagain balita yang gak mau keluar dari air. untungnya gak ada pilek atau sakit sehabis dari sana MasyaaAllah. Dia emang kalau soal jalan-jalan mah paling suka. sama seperti di tulisan sebelumnya wisata ke Surabaya dan jalan-jalan ke Malang-Batu seharian dia tetap gak rewel. Alhamdulillah. 

Sekian informasinya mengenai pantai Takisung, semoga bermanfaat ya. O ya di daerah temen-temen, ada tradisi berwisata sebelum puasa juga tidak?



2 komentar

Jika Anda pengguna blogger, harap membuat publik profil blogger sebelum berkomentar agar tidak broken link ya.

Sebaiknya jangan anonim agar bisa saling mengunjungi ...

Komentar muncul setelah dimoderasi.
Terima kasih telah membaca dan berkomentar 😊

Salam kenal ...

  1. Saat pandemi pantainya banyak buka ya di sana mba? bagaimana penerapan protokol kesehatan pada objek wisata setempat?

    BalasHapus
  2. di daerahku nggak ada tradisi berwisata sebelum puasa mbak, orang orang sini tanpa mau menyambut bulan puasa udah banyak banget yang kluyuran
    dan emang paling kesel ya kalau nemuin tempat wisata dan ada aja yang masih buang sampah sembarangan
    aku baru denger nama pantai takisung ini, waktu dulu ke Banjarmasin nggak kepikiran buat explore pantai pantainya

    BalasHapus